Abses Peritonsil (Quinsy)

  • Sharebar

Definisi

Abses peritonsil adalah kumpulan nanah yang terbentuk di dalam ruang peritonsil.

 

Etiologi

Kuman penyebab sama dengan penyebab tonsilitis, dapat ditemukan kuman aerob dan anaerob

 

Patofisiologi

Sumber infeksi berasal dari penjalaran tonsilitis akut yang mengalami supurasi, menembus kapsul tonsil, dan penjalaran dari infeksi gigi.

 

Diagnosis Banding

Infiltrat peritonsil, tumor, abses retrofaring, abses parafaring.

 

Manifestasi Klinis

Terdapat gejala dan tanda tonsilitis akut, demam tinggi, otalgia, nyeri menelan, nyeri tenggorok, muntah, mulut berbau, hipersalivasi, suara sengau, kadang-kadang sulit membuka mulut (trismus), serta pembengkakan dan nyeri tekan pada kelenjar submandibula. Trismus terjadi pada proses yang lanjut akibat iritasi pada otot pterigoid interna.

 

Pada pemeriksaan tampak palatum mole membengkak, menonjol ke depan, dapat teraba fluktuasi, hiperemis pada stadium awal dan bila berlanjut akan menjadi lebih lunak dan kekuning-kuningan. Tonsil bengkak, hiperemis, mungkin banyak detritus, terdorong ke tengah, depan, dan bawah. Uvula bengkak dan terdorong ke sisi kontralateral.

 

Komplikasi

Dehidrasi, perdarahan, aspirasi paru, piemia, abses parafaring, mediastinitis, trombus sinus kavernosus, meningitis, dan abses otak.

 

Penatalaksanaan

Untuk stadium awal diberikan antibiotik dosis tinggi, penisilin 600.000-1.200.000 unit atau ampisilin/amoksisilin 3-4 x 250-500 mg atau sefalosporin 3-4 x 250-500 mg, metronidazol 3-4 x 250-500 mg.

 

Juga obat simtomatik berupa analgesik-antipiretik parasetamol 3 x 250-500 mg, anjuran berkumur dengan antiseptik/air hangat, dan kompres dengan air dingin.

 

Bila abses telah terbentuk, dilakukan pungsi kemudian insisi untuk mengeluarkan nanah dengan anestesi lokal. Insisi dilakukan pada daerah paling menonjol dan lunak, atau pertengahan garis yang menghubungkan dasar uvula dengan geraham atas terakhir pada sisi yang sakit. Setelah selesai pasien diminta berkumur dengan antiseptik.

 

Bila terdapat trismus, diberikan analgesia lokal untuk nyeri dengan menyuntikkan silokain atau novokain 1% di ganglion sfenopalatinum (bagian belakang atas lateral konka media).

 

Pada anak kecil dianjurkan untuk anestesi umum. Kemudian dianjurkan untuk tonsilektomi, umumnya sesudah infeksi tenang yaitu 2-3 minggu sesudah drainase abses.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 2 + 2 ?
Please leave these two fields as-is: