Anestesi Lokal

  • Sharebar

Anestesi lokal bekerja dengan memblok hantaran saraf. Profil tiap jenis anetesi lokal bergantung pada kelarutannya dalam lemak, ikatan protein, pKa, dan aktivitas vasodilatornya.

 

Tersedia pula campuran dengan vasokonstriktor, biasanya epinefrin, dengan konsentrasi tertentu. Penambahan vasokonstriktor mengurangi kecepatan penyerapan, sehingga toksisitas berkurang dan dosis total dapat ditingkatkan. Vasokonstriktor juga memperpanjang masa kerja (sekitar 50%) serta mengurangi perdarahan pada daerah operasi. Vasokonstriktor tidak boleh digunakan pada daerah-daerah ujung seperti jari, telinga, penis, di mana nekrosis mudah terjadi. Selain itu tidak boleh digunakan pada pasien dengan hipertensi, kelainan jantung, serta kelainan pembuluh darah perifer.

 
Infiltrasi Lokal
Untuk lesi yang kecil, batas luka yang akan dibuat ditentukan terlebih dahulu dan (kalau perlu) ditandai dengan tinta khusus. Setelah pasien diberitahu, jarum ditusukkan menembus kulit dengan sudut 45 derajat sampai mencapai jaringan lemak subkutis. Sementara obat disuntikkan, jarum didorong maju dengan arah horisontal.

 

Kecuali jika penyuntikan dilakukan di jaringan parut, seharusnya obat mudah didorong keluar. Tindakan aspirasi tidak perlu dikerjakan, asalkan jarum dijaga agar tetap bergerak. Kalaupun menembus pembuluh darah, hanya sebagian kecil obat yang akan masuk ke dalam sirkulasi. Sebelum sampai ke pangkalnya jarum ditarik dan diubah arahnya, atau ditusukkan kembali pada daerah yang telah dianestesi, hingga seluruh tepi lapangan operasi terinfiltrasi.

 

Keadaan-keadaan khusus:

1. Laserasi-penyuntikan dilakukan langsung kejaringan subdermal dari dalam luka. Jika luka terkontaminasi atau kulit bergerak sehingga sulit ditusuk, penyuntikan terpaksa dilakukan, walaupun akan terasa lebih nyeri.

2. Kulit kepala-infiltrasi dilakukan seperti biasa, ke dalam lemak subkutis. Jika ujung jarum masuk terlalu dalam sampai ke bawah aponeurosis epikranium (ditandai dengan hilangnya tahanan), anestesi tidak akan berjalan sempurna.

3. Jaringan parut, telapak kaki dan tangan, serta hidung. Di daerah-daerah ini tahanan akan terasa sangat besar karena kulit terikat erat pada jaringan lemak penunjang di bawahnya. Hialuronidase akan sangat membantu.

 
Blok Saraf Perifer
Terdapat 2 tipe blok saraf yaitu mayor dan minor. Blok pada satu buah saraf perifer misalnya blok saraf radialis disebut tipe minor, dan blok pada dua atau lebih saraf perifer atau pleksus saraf disebut tipe mayor.

 
Komplikasi
Obat-obat anestesi lokal secara farmakologis bersifat sangat kuat dan hanya boleh dipakai bila obat dan alat resusitasi tersedia. Keamanan dan keampuhannya tergantung pada:

1. Dosis yang tepat

2. Teknik yang benar: suntikkan secara lambat dengan aspirasi berulang kali.

3. Persiapan yang baik: obat-obat untuk darurat dan resusitasi harus tersedia

4. Kewaspadaan akan reaksi dan komplikasi yang mungkin terjadi

 

Komplikasinya terdiri dari:

1. Reaksi toksik

Terjadi pada dosis berlebih. Gejala awal: eksitasi dan gelisah, nyeri kepala, mual dan muntah, dan kontraksi otot-otot. Tanda awal: denyut nadi tidak teratur, frekuensi nadi meningkat, hipotensi, dan respirasi cepat dan dangkal

 

Gejala dan tanda awal ini dapat berubah dengan cepat menjadi serangan kejang, penurunan kesadaran, depresi pernapasan, serta kegagalan sirkulasi.

 

Penanganan dengan menghentikan pemberian obat anestesi dan segera berikan oksigen melalui masker. Nilai dan atasi kegagalan pernapasan dan sirkulasi. Hipotensi diatasi dengan pemberian fenilefrin (Neo-Synephrine) 1-2 mg dalam 10 ml larutan garam fisiologis intravena. Untuk hipotensi yang persisten, diberikan 20 mg fenilefrin dalam 500 cc dekstrose 5% secara intravena untuk menaikkan tekanan darah pasien. Kejang biasanya berakhir setelah pemberian oksigen. Bila berlanjut, berikan diazepam 5 mg intravena.

 

2. Reaksi hipersensitivitas

Reaksi ini terjadi hanya pada sebagian pasien dan tidak berhubungan dengan banyaknya obat yang disuntikkan. Dapat timbul segera atau beberapa saat setelah terpapar anti­gen. Reaksi ini dapat berkembang menjadi suatu kegawatan berupa syok, gagal napas, henti jantung, dan kematian mendadak.

 

Pada dasarnya penanganan tergantung tingkat keparahan. Yang penting harus segera dilakukan adalah penghentian obat anestesi dan evaluasi jalan napas dan sirkulasi. Pada yang ringan akan terjadi warna kemerahan pada permukaan kulit yang disertai rasa gatal, wheezing, hipotensi serta edema angioneurotik. Gatal, warna kemerahan serta edema akan menghilang dengan pemberian 25-50 mg difenhidramin (Benadryl) intravena.

 

Reaksi sensitivitas akan mengancam jiwa jika laring mengalami edema. Petanda bahayanya adalah rasa gatal pada tenggorok, suara serak yang makin bertambah, serta stridor saat inspirasi. Pada keadaan ini selain difenhidramin, harus ditambahkan epinefrin (0,3 – 0,5 ml, larutan 1:1.000) subkutan, yang dapat diulang bila diperlukan. Wheezing ringan akan berkurang dengan pemberian aminofilin (250 – 500 mg) intravena yang disuntikan perlahan.

 

Pada reaksi yang berat dapat terjadi kegagalan sirkulasi berupa syok anafilaktik. Terjadi hipoperfusi perifer dengan tanda kulit dingin, lembab dan sianosis; status men­tal terganggu yaitu kebingungan, agitasi, atau penurunan kesadaran; dan terjadi gejala gangguan sirkulasi yaitu tekanan darah rendah (sistolik < 100 mmHg atau > 10% dari tekanan darah yang telah diketahui) dan takikardia. Penanganannya dengan menghentikan pemberian obat anestesi. Jalan napas harus dijaga agar tetap lancar. Pada keadaan ini berikan larutan epinefrin 1:1.000 sebanyak 0,5 – 1 ml secara subkutan. Pasang infus dan suntikan 0,1 mg epinefrin (0,1 ml larutan 1 :1.000) secara perlahan. Jika tekanan darah masih rendah, tambahkan 300 mg metaramol bitartrat (Aramine) ke dalam cairan infus. Sesuaikan kecepatan pemberian cairan dengan respons tekanan darah.

 

Semua pasien yang mengalami hipotensi setelah pemberian obat anestesi harus dirawat di rumah sakit untuk pengawasan lebih lanjut. Pasien dengan reaksi ringan dapat berobat jalan, asalkan diberi antihistamin oral selama beberapa hari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 9 + 9 ?
Please leave these two fields as-is: