Arteritis Temporalis

  • Sharebar
Definisi
Arteritis temporalis atau arteritis sel raksasa adalah suatu penyakit sistemik pada orang lanjut usia, yang ditandai oleh infiltrat inflamasi limfosit dan sel-sel raksasa pada arteri kranial.

 

Manifestasi Klinis

Bervariasi berupa nyeri kepala temporal, penurunan penglihatan, atau malaise umum. Bila terdapat penurunan visus maka harus dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Hanya separuh pasien yang mengeluh nyeri kepala atau nyeri tekan arteri temporalis, meskipun hampir semua pasien mengalami gejala sistemik, termasuk demam ringan, penurunan berat badan, anoreksia, atau kelemahan umum. Jarang mula timbulnya sebelum usia 50 tahun. Klaudikasi rahang merupakan petunjuk diagnostik yang berguna untuk arteritis temporalis. Penurunan visus terjadi pada 10-40 % pasien yang tidak diobati. Kaitan penyakit ini dengan polimialgia rematika masih kontroversial, beberapa pasien dengan polimialgia reumatika memperlihatkan arteritis sel raksasa pada biopsi arteri temporalis.

 

Pemeriksaan Penunjang

Laju endap darah meningkat pada semua pasien, biasanya antara 60-120 mm/jam.

 

Diagnosis

Kriteria diagnosis menurut komite klasifikasi International Headache Society adalah bila terdapat salah satu berikut ini: arteri temporalis superfisialis yang bengkak dan nyeri tekan, laju endap darah meningkat, nyeri kepala menghilang dalam 48 jam sejak terapi steroid diberikan.

 

Diagnosis harus dipastikan dengan biopsi arteri temporalis, karena prosedur ini dapat dilakukan dengan mudah di bawah anestesia lokal. Hasil biopsi bisa normal meskipun penyakitnya aktif bila bahan biopsi yang diambil tidak representatif karena arteri temporalis yang terkena tidak menyeluruh.

 

Angiografi kadang-kadang diperlukan untuk memastikan arteritis sebagai penyebab penurunan visus.

 

Penatalaksanaan

Kortikosteroid dosis tinggi harus diberikan segera dan sedini mungkin untuk memperbaiki visus. Bila diagnosis dicurigai, terapi awal jangan menunggu hasil patologi dari biopsi arteri temporalis. Prednison (60 mg/hari) akan menghilangkan gejala sistemik dan menormalkan laju endap darah dalam waktu 4 minggu pada sebagian besar kasus. Dosisnya dapat diturunkan perlahan-lahan 5-10 mg sehari dalam beberapa bulan.

 

Kenaikan laju endap darah atau kambuhnya gejala sistemik kadang-kadang memerlukan peningkatan dosis kortikosteroid untuk sementara waktu.

 

Arteritis temporalis dapat sembuh sendiri, dan kortikosteroid biasanya dapat dihentikan dalam 6 bulan sampai 2 tahun

 

Pasien harus diamati adanya komplikasi kortikosteroid dosis tinggi, termasuk psikosis, osteoporosis, kolaps korpus vertebra, dan perdarahan gastrointestinal.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 12 + 10 ?
Please leave these two fields as-is: