Category Archives: Kegawatan Psikiatrik

Skizofrenia

Kasus yang sering datang adalah pasien skizofrenia kronik dengan berbagai masalah seperti kehabisan obat, kambuh, kesulitan sosial, dan adanya institusionalisasi sehingga mereka lebih betah berada di RS.

 

Penatalaksanaan Skizofrenia

o Hadapi dengan sikap santai, misalnya sambil makan bersama

o Umumnya perlu wawancara yang aktif namun jangan tergesa-gesa.

 

Pasien yang Mengancam/Homisidal

Penatalaksanaan

o Hadapi pasien dengan tenang

o Pasien harus merasa ditemani, dimengerti, dan akan dibantu walaupun terdapat perbedaan pendapat

o Ancaman yang paling aneh, lucu, atau ringan sekalipun harus ditanggapi dan diperiksa kebenarannya (misalnya pada skizofrenia)

o Perlu ditinjau isi ancaman, terhadap siapa, apakah sudah ada rencana dan mempersenjatai diri serta alasannya

o Bila sudah ada, harus ditangani lebih serius dan dirawat

o Jangan merampas senjatanya bila ia belum siap, mintalah ia menitipkan senjatanya karena khawatir melukai orang lain

o Bila usaha ini gagal, segera beritahu pihak keamanan rumah sakit.

 

Pasien dengan Tentamina Suicidum/Keinginan Bunuh Diri

Pasien dengan bunuh diri dibagi dua:

o Egoalien: keinginan bunuh diri terasa aneh dan kurang pada tempatnya

o Egosintonik: keinginan tersebut sudah sesuai dengan dirinya

 

Penatalaksanaan

o Pasien yang masih ingin hidup dan minta tolong, harus ditanggapi

o Keinginan bunuh diri yang ringan dan terasa lucu harus ditanggapi karena banyak yang ternyata berhasil

o Eksplorasi motivasinya. Bunuh diri dapat berkaitan dengan berbagai macam patologi

o Atasi dulu keadaan kegawatan fisik

o Lanjutkan dengan menggeledah pasien untuk mencegah peluang berulangnya kejadian tersebut dan lakukan wawancara dengan pihak keluarga

o Setelah kegawatan fisik teratasi, perlu ditinjau:

o Beratnya risiko bunuh diri dalam waktu dekat menggunakan kriteria dari Tuckman dan Youngman yang dimodifikasi (kriteria MAS SALAD):

§ (M) Mental status: gangguan afektif berat atau psikosis

§ (A) Attempt: niat percobaan bunuh diri (PBD) yang kuat, PBD ini bukan pertama kali

§ (S) Support system: tidak ada seseorang yang penting dan dekat dengan pasien

§ (S) Sex: wanita di atas 25 tahun dan pria di atas 45 tahun

§ (A) Age: usia lanjut

§ (L) Loss: kehilangan (status atau pasangan) dalam 6 bulan terakhir

§ (A) Alcoholism:. peminum minuman keras

§ (D) Drug: penyalahgunaan dan ketergantungan zat

o Kondisi klinis pasien seluruhhnya

o Sumber-sumber intrapsikik/sosial untuk mengatasi masalah tersebut

o Bila keadaan di atas kurang baik, dirawat di psikiatri.

o Bila keadaan di atas menyokong, berobat jalan

o Berobat jalan dilakukan tiga kali untuk menggali dan mengatasi keadaan pasien. Jangan membuat janji atau kontrak dengan pasien. Obat hanya diberikan untuk 24-48 jam dan antidepresan tidak ada manfaat (efek 7-14 hari). Beri pesan pada pasien untuk kembali dalam 24-48 jam, bila perlu sebelumnya. Pencegahan dapat dilakukan di rumah dengan bekerja sama dengan keluarga.

 

Pasien dengan Gaduh Gelisah

Penatalaksanaan
o Tentukan etiologi dengan observasi

o Segera atasi dengan membuat pasien terfiksasi dan medikamentosa bila perlu

o Beri penjelasan kepada pasien bahwa ini untuk kebaikannya agar tidak melukai diri sendiri dan lingkungannya

o Wawancara baru dilakukan setelah pasien teratasi keadaannya dan berada di tempat yang cukup tenang

o Bila pasien menolak wawancara, terapis bersikap menunggu

o Bila pasien tenang, kendorkan ikatan, dan bila tetap tenang, buka ikatannya

o Bila tidak terikat, biarkan pasien duduk dekat pintu terbuka

o Adakan jarak antara pasien dengan terapis dan tetap siap siaga

 

 

Kegawatan Psikiatrik

Definisi

Kegawatan psikiatrik adalah gangguan dalam proses pikir, alam perasaan, atau tindakan yang membutuhkan pengobatan segera.

 
Kriteria Kegawatan psikiatrik
1. Mengancam keutuhan tubuh/jiwa seseorang

2. Mengancam ketenangan/keselamatan lingkungannya, termasuk anggota staf ruang gawat darurat

3. Ansietas pasien meninggi akibat penyakitnya, stigma akibat penyakitnya, dibawa dengan paksa, atau karena bertemu dengan orang-orang asing dan belum dikenal

4. Ansietas terapis meninggi akibat belum berpengalaman, harus bertindak dengan cepat dan tepat, kurang tidur/istirahat, atau karena menghadapi pasien yang menakutkan/mengancam

 
Pemeriksaan dan Penatalaksanaan
o Pemeriksaan psikiatrik biasa dengan wawancara psikiatrik lebih cepat, ringkas, tepat

o Pikirkan kemungkinan etiologi organik

o Secara umum, wawancara difokuskan kepada keluhan utama pasien saat ini serta alasan pasien datang

o Waktu terbatas, sehingga perlu dibuat struktur wawancara terutama dalam menghadapi pasien kronik yang berbicara kacau

o Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

o Ruangan dengan suasana yang tenang

o Hubungan dokter-pasien yang baik

o Memberi kesempatan bicara kepada keluarga pasien sesudah giliran pasien

o Peralatan dan teknik yang disederhanakan

o Jaminan untuk keamanan terapis dan staf

 

Tindakan

o Intervensi krisis, medikasi, rawat jalan, rawat inap, dll

o Tidak tergantung dari diagnosis tapi terutama dari gambaran klinis, kemampuan reorganisasi pasien, dan sokongan keluarga/lingkungan.

 

Kondisi Paranoid

Pasien seringkali mengadu/menuntut dokternya. Kondisi ini potensial homisidal dan bertendensi homoseksual.

 

Penatalaksanaan

o Penatalaksanaan disesuaikan dengan karakter/kecenderungan pasien

o Hendaknya bersikap formal, jangan bergurau atau terlalu dekat dengan pasien

o Buat catatan medik selengkap mungkin, termasuk tindakan medik yang kita lakukan

o Sebaiknya mempunyai saksi saat memeriksa pasien

 

Depresi

Penatataksanaan

o Harus kita hadapi dengan sikap serius dan mengerti

o Hendaknya jangan menghibur, memberi harapan palsu, bersikap optimis, dan bergurau karena akan memperbesar rasa tidak mampu dan rendah diri

o Untuk mengatasi dengan cepat, gunakan obat-obat penenang, bukan obat antidepresan.

 

Psikosis Maniakal

Penatalaksanaan

o Bila pasien mencoba melucu dan mencoba menyeret terapis untuk tertawa, hendaknya tidak ikut tertawa dalam leluconnya dan tetap menjaga wibawa

o Tiap serangan pertama hendaknya pasien dirawat agar ia membiasakan diri makan obat

o Kelainan-kelainan fisiknya hendaknya diperhatikan pula

o Mereka seringkali terlibat dalam tindakan/rencana tindakan besar yang dapat merugikan diri sendiri, seperti keputusan dagang yang besar, pemberian hadiah-hadiah berupa rumah, menikah, dan lain-tain.

o Keluarga harus kita tinjau untuk melihat toleransi dan penerimaan/pengertian terhadap kondisi pasien serta untuk terapi dan pengawasan selanjutnya.