Category Archives: Trauma Regio Maksilofasial

Fraktur Simfisis Mandibula

Displacement yang terjadi pada kasus ini minimal karena banyak otot yang saling tarik menarik. Umumnya disebabkan karena trauma langsung di daerah fraktur dan kadang disertai fraktur kondilus. Sering terjadi pada penderita epilepsi.

 

Penatalaksanaan

Reposisi dan fiksasi.

 

 

 

 

 

 

Fraktur Korpus Mandibula

Dapat terjadi bilateral atau unilateral. Pada kasus unilateral fraktur displacement yang terjadi minimal terpai pada kasus bilateral terjadi tarikan ke posterior ke arah muskulus. Suprahioid dan muskulus Milohioid sehingga pasien kesulitan bernapas. Pemeriksaan penunjang diperlukan foto oblik lateral dan panoramic.

 

Penatalaksanaan

Reposisi, fiksasi dan imobilisasi.

 

Fraktur Angulus Mandibula

Fraktur ini sering terjadi karena anatominya yang berupa cekungan dan seringnya kasus impaksi M3. Secara klinis terlihat adanya edema daerah fraktur, deformitas rahang, hematoma regio M3, adanya maloklusi dan terkadang terdapat parastesi jika fraktur mengenai kanalis mandibular. Pada palpasi terdapat step dan krepitasi.

 

Penatalaksanaan

Reposisi dan fiksasi.

 

Fraktur Koronoid

Jarang terjadi dibandingkan fraktur kondilus. Secara klinis terlihat pembengkakan atau ekimosis TMJ, adanya maloklusi dan gerakan rahang bawah terbatas.

 

Penatalaksanaan

Reposisi dan imobilisasi.

 

 

Fraktur Kondilus

Sering terjadi karena trauma tidak langsung, unilateral atau bilateral. Dapat terjadi intrakapsular atau ekstrakapsular. Fraktur intrakapsular tidak memperlihatkan gejala klinis hanya terlihat dari hasil foto. Sedangkan untuk kasus fraktur ekstrakapsular terlihat adanya pembengkakan di daerah TMJ, perdarahan telinga, deviasi oklusi ke arah yang mengalami fraktur, trismus dan openbite anterior. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah foto Schuller, panoramic, dan transpharyngeal.

 
Penatalaksanaan
Fraktur intrakapsular tidak memerlukan reposisi dan fiksasi, hanya latihan menggerak­gerakkan rahang agar tidak terjadi ankilosis. Terapi fraktur ekstrakapsular adalah reposisi, fiksasi, dan imobilisasi.

 

 

Fraktur Dentoalveolar

Definisi
Mengenai gigi dan tulang rahang. Secara klinis terlihat gigi patah/avulsi (lepas dari soket)/luksasi (goyang). Dapat disertai trauma jaringan lunak, terlihat adanya maloklusi dan edema bibir.

 
Penatalaksanaan
Debridemen, reposisi, dan fiksasi.