Demam Reumatik Akut

  • Sharebar
Definisi
Demam reumatik merupakan penyakit peradangan akut yang dapat menyertai faringitis yang disebabkan oleh Streptococcus beta-hemolyticus grup A. Penyakit ini cenderung berulang dan dipandang sebagai penyebab terpenting penyakit jantung didapat pada anak dan dewasa muda di seluruh dunia. Demam reumatik yang menimbulkan gejala sisa pada katup-katup jantung disebut sebagai penyakit jantung reumatik. Pembahasan topik kelainan katup dapat dibaca pada bab Ilmu Penyakit Dalam subbab Kardiologi.

 
Etiologi
Infeksi Streptococcus beta-hemolyticus grup-A pada tenggorok selalu mendahului terjadinya demam reumatik, baik pada serangan pertama maupun serangan ulang.

 
Manifestasi Klinis
Dihubungkan dengan diagnesis, manifestasi klinis pada demam reumatik akut dibedakan atas manifestasi mayor dan minor.

Manifestasi Mayor

1. Karditis. Karditis reumatik merupakan proses peradangan aktif yang mengenai endokardium, miokardium, dan perikardium. Gejala awal adalah rasa lelah, pucat, dan anoreksia. Tanda klinis karditis meliputi takikardia, disritmia, bising patologis, adanya kardiomegali secara radiologi yang makin lama makin membesar, adanya gagal jantung, dan tanda perikarditis (nyeri sekitar umbilikus dan terdengar friction rub). Pada insufisiensi mitral terdapat bising pansistolik dengan pungtum maksimum di apeks, penjalaran ke aksila kiri; bila telah terdapat stenosis mitral relatif timbul bising Carey­Coombs. Pada insufisiensi aorta terdapat bising diastolik dini bernada tinggi di sela iga ketiga kiri, perabaan nadi dapat berupa water-hammer pulse.

2. Artritis. Artritis terjadi pada sekitar 70% pasien dengan demam reumatik, bersifat asimetris dan berpindah-pindah (poliartritis migrans), ditandai oleh nyeri yang hebat, bengkak , eritema, dan demam.

3. Korea Sydenham. Korea mengenai 15% pasien demam reumatik, berupa gerakan yang tidak disengaja dan tidak bertujuan atau inkoordinasi muskular, biasanya pada otot wajah dan ekstremitas, serta emosi yang labil.

4. Eritema marginatum. Eritema marginatum ditemukan pada lebih-kurang 5% pasien, tidak gatal, makular, dengan tepi eritema yang menjalar mengelilingi kulit yang tampak nor­mal. Tersering pada batang tubuh dan tungkai proksimal, serta tidak melibatkan wajah.

5. Nodulus subkutan. Ditemukan pada sekitar 5-10% pasien. Nodul berukuran antara 0,5 sampai 2 cm, tidak nyeri, dan dapat bebas digerakkan. Nodulus umumnya terdapat pada permukaan ekstensor sendi, terutama pada siku, ruas jari, lutut, dan persendian kaki. Kulit yang menutupinya tidak menunjukkan tanda radang.

 

Manifestasi Minor

Manifestasi minor pada demam reumatik akut dapat berupa demam yang bersifat remiten, artralgia, nyeri abdomen, anoreksia, nausea, dan muntah.

 

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium, baik yang tunggal maupun kombinasi, belum ada yang memungkinkan diagnosis spesifik demam reumatik akut. Pemeriksaan laboratorium, penunjang pada diagnosis demam reumatik akut dibagi atas tiga golongan. Golongan pertama meliputi uji radang jaringan akut, yakni reaktan fase akut. Golongan kedua adalah uji bakteriologis dan serologis yang membuktikan infeksi streptokokus sebelumnya. Golongan ketiga meliputi pemeriksaan radiologis, elektrokardiografi, dan ekokardiografi untuk menilai adanya kelainan jantung.

 
Diagnosis
Diagnosis demam reumatik akut ditegakkan berdasarkan kriteria Jones yang telah direvisi. Karena prognosis bergantung pada manifestasi klinis maka pada diagnosis harus disebut manifestasi klinisnya, misalnya demam reumatik dengan poliartritis saja.

 

Pada tiga kategori berikut, diagnosis demam reumatik diterima tanpa adanya dua manifestasi mayor atau satu manifestasi mayor dan dua manifestasi minor. Hanya pada dua yang pertama persyaratan untuk infeksi streptokok sebelumnya dapat dikesampingkan.

o Korea.

o Karditis yang datang diam-diam atau datangnya terlambat. Riwayat demam reumatik biasanya samar atau tidak ada sama sekali, tetapi selama periode beberapa bulan timbul gejala umum seperti rasa tidak enak badan, lesu, anoreksia, dengan penampakan sakit kronik. Pasien sering dapat dengan gagal jantung dan pemeriksaan fisik dan penunjang menunjukkan adanya penyakit jantung valvular.

o Demam reumatik kumat. Diduga pada pasien penyakit jantung reumatik yang tidak minum obat antiradang selama paling sedikit dua bulan, terdapatnya satu kriteria mayor atau minor, disertai bukti adanya infeksi streptokok sebelumnya.

 
Penatataksanaan
o Umum. Semua pasien demam reumatik akut harus tirah baring.

o Eradikasi streptokokus dan pencegahan sekunder. Sebagai pencegahan sekunder, pasien tanpa karditis diberikan profilaksis minimal 5 tahun sesudah serangan terakhir, sekurangnya sampai usia 18 tahun. Pasien dengan keterlibatan jantung dilakukan pencegahan setidaknya sampai usia 25 tahun.

o Pengobatan analgesik dan antiradang.

o Pengobatan karditis. Digitalis, umumnya digoksin, diberikan pada pasien dengan karditis berat dan gagal jantung. Dosis digitalisasi total 0,04-0,06 mg/kgBB, dosis maksimal 1,5 mg. Untuk rumatan digunakan 1/3 – 1/5 dosis digitalisasi total, dua kali sehari.

o Pengobatan korea. Pasien korea yang ringan umumnya hanya memerlukan tirah baring. Pada kasus yang lebih berat, obat antikonvulsan dapat mengendalikan korea. Obat yang sering digunakan adalah fenobarbital 15-30 mg tiap 6-8 jam dan haloperidol, dimulai dengan dosis rendah (0,5 mg) kemudian dinaikkan sampai 2 mg tiap 8 jam, bergantung pada respons klinik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 11 + 4 ?
Please leave these two fields as-is: