Dermatitis Atopik

  • Sharebar
Definisi
Dermatitis atopik dapat disebut juga ekzema konstitusional, ekzema fleksural, neurodermatitis diseminata, prurigo Besnier.

 
Etiologi
Terdapat stigmata atopi (herediter) pada pasien/anggota keluarga berupa:

a. Rinitis alergik, asma bronkial, hay fever.

b. Alergi terhadap pelbagai alergen protein (polivalen).

c. Pada kulit: dermatitis atopik, dermatografisme putih, dan kecenderungan timbul urtika

d. Reaksi abnormal terhadap perubahan suhu (hawa udara panas dingin) dan ketegangan (stres).

e. Resistensi menurun terhadap infeksi virus dan bakteri.

f. Lebih sensitif terhadap serum dan obat.

g. Kadang-kadang terdapat katarak juvenilis.

 

Faktor Predisposisi/Pencetus

Pasien biasanya gugup dan irritable. Faktor psikologis dan psikosomatis dapat menjadi faktor pencetus. Fenomena sensitisasi disebabkan oleh alergen per ingestionem, per inhalationem, atau kontak langsung.

 
Patogenesis
Belum diketahui dengan pasti. Histamin dianggap sebagai zat penting yang memberi reaksi dan menyebabkan pruritus. Histamin menghambat kemotaksis dan menekan produksi sel T.

 

Sel mast meningkat pada lesi dermatitis atopik kronis. Sel ini mempunyai kemampuan melepaskan histamin. Histamin sendiri tidak dapat menyebabkan lesi ekzematosa. Kemungkinan zat tersebut menyebabkan pruritus dan eritema, mungkin karena garukan akibat gatal menimbulkan lesi ekzematosa.

 

Pada pasien dermatitis atopik kapasitas untuk menghasilkan IgE secara berlebihan diturunkan secara genetik. Demikian pula defisiensi sel T penekan (supressor). Defisiensi sel ini menyebabkan produksi berlebih IgE.

Manifestasi Klinis

Subyektif selalu terdapat pruritus. Terdiri atas tiga bentuk, yaitu:

o Bentuk infantil (2 bulan – 2 tahun).

Karena letaknya di daerah pipi yang berkontak dengan payudara, secara salah sering disebut ekzema susu. Terdapat eritema berbatas tegas, dapat disertai papul-papul dan vesikel-vesikel miliar, yang menjadi erosif, eksudatif, dan berkrusta. Tempat predileksi kedua pipi, ekstremitas bagian ileksor dan ekstensor.

o Bentuk anak (3-10 tahun)

Pada anamnesis dapat didahulni bentuk infantil. Lesi tidak eksudatif lagi, sering disertai hiperkeratosis, hiperpigmentasi, dan hipopigmentasi. Tempat predileksi tengkuk, fleksor kubital, dan fleksorpopliteal.

o Bentuk dewasa ( 13-30 tahun)

Pada anamnesis terdapat bentuk infantil dan bentuk anak. Lesi selalu kering dan dapat disertai likenifikasi dan hiperpigmentasi. Tempat predileksi tengkuk serta daerah fleksor kubital dan popliteal.

 

Manifestasi lain berupa kuiit kering dan sukar berkeringat, gatal-gatal terutamajika

berkeringat. Berbagai kelainan yang dapat menyertainya ialah xerosis kutis, iktiosis, hiperlinearis palmaris et plantaris, pomfoliks, pitiriasis alba, keratosis pilaris (berupa papul-papul miliar, di tengahnya terdapat lekukan), dll.

 

Pemeriksaan Penunjang

o Darah perifer ditemukan eosinofilia dan peningkatan kadar IgE.

o Dermatografisme putih. Penggoresan pada kulit normal akan menimbulkan tiga respons, yakni berturut-turut akan terlihat garis merah di tempat penggoresan selam I S detik, warna merah di sekitarnya selama beberapa detik, dan edema timbul sesudah beberapa menit. Penggoresan pada pasien yang atopik akan bereaksi berlainan. Garis merah tidak disusul warna kemerahan, tetapi kepucatan selama 2 detik sampai 5 menit, sedangkan edema tidak timbul. Keadaan ini disebut dermatografisme putih. .

o Percobaan asetilkolin. Suntikan secara intrakutan solusio asetilkolin 1/5000 akan menyebabkan hiperemia pada orang normal. Pada orang dengan dermatitis atopik akan timbul vasokonstriksi, terlihat kepucatan selama 1 jam.

o Percobaan histamin. Jika histamin fosfat disuntikkan pada lesi, eritema akan berkurang dibandingkan orang lain sebagai kontrol. Kalau obat tersebut disuntikkan parenteral, tampak eritema bertambah pada kulit yang normal.

 

Diagnosis Banding

Diagnosis banding bentuk infantil adalah dermatitis seboroika, pada bentuk anak dan dewasa adalah neurodermatitissirkumskripta Vidal atau lazim disebut neurodermatitissaja.

 
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan seperti dermatitis pada umumnya, terutama menghindari faktor pencetus/faktor predisposisi. Bila eksudasi berat atau stadium akut diberi kompres, terbuka, bila dingin dapat diberikan krim kortikosteroid ringan sedang. Pada lesi kronis dan likenifikasi dapat diberikan salep kortikosteroid kuat. Antihistamin merupakan obat pilihan utama sebagai kompetitif histamin. Dapat digunakan golongan sedasi (klasik) maupun nonsedasi (AH baru).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 11 + 13 ?
Please leave these two fields as-is: