Dermatitis Seboroik

  • Sharebar
Definisi
Dermatitis seboroik adalah golongan kelainan kulit yang didasari oleh faktor konstitusi dan bertempat predileksi di tempat seboroik.


Etiologi

Belum diketahui pasti.

 
Faktor Predisposisi
Status seboroik, infeksi Pityrosporum ovale, kelelahan, stres emosional.

 
Manifestasi Klinis
Lesi berupa eritema, skuama berminyak agak kekuningan, berbatas agak kurang tegas.

 

Bentuk yang ringan adalah pitiriasis sika (ketombe, dandruff) yang hanya mengenai kulit kepala berupa skuama halus dan kasar. Bentuk yang berminyak disebut pitiriasis steatoides, dapat disertai eritema dan krusta tebal. Rambut pada tempat tersebut mempunyai kecenderungan rontok, mulai di bagian verteks dan frontal, disebut alopesia seboroika. Pada bentuk yang berat terdapat bercak-bercak berskuama dan berminyak, disertai eksudasi dan krusta tebal. Sering meluas ke dahi, glabela, telinga posaurikular, dan leher. Pada daerah dahi batasnya sering cembung.

 

Pada bentuk yang lebih berat, seluruh kepala tertutup krusta kotor dan berbau tidak sedap. Pada bayi, skuama yang kekuningan dan kumpulan debris epitel yang lekat pada kulit disebut cradle cap.

 

Pada daerah supraorbital skuama halus dapat terlihat di alis mata, kulit di bawahnya eritematosa dan gatal, disertai bercak skuama kekuningan. Dapat pula terjadi blefaritis, yakni pinggiran kelopak mata merah disertai skuama halus.

 

Tempat predileksi adalah kepala, dahi, glabela, telinga posaurikular, liang telinga luar, leher, lipatan nasolabial, daerah sternal, areola mammae, lipatan di bawah mammae pada wanita, interskapular, umbilikus, lipat paha, dan daerah anogenital. Pada daerah pipi, hidung, dan dahi kelainan dapat berupa papul.

 

Dermatitis seboroik dapat bersama-sama dengan akneyang berat. Jika meluas dapat menjadi eritroderma, pada bayi disebut penyakit Leiner.

Diagnosis Banding

Psoriasis, kandidiasis, otomikosis, otitis eksterna.

 
Penatalaksanaan
o Sistemik: pada bentuk yang berat diberikan kortikosteroid (prednison 20-30 mg).

o Topikal: pada pitiriasis sika dan oleosa, 2-3 kali/minggu kulit kepala dikeramasi selama 5­-15 menit, dengan selenium sulfida (selsun) dalam bentuk sampo atau losio, krim. Jika terdapat skuama dan krusta yang tebal, dilepaskan. Obat lain yang dapat dipakai:

  • ter, misalnya likuor karbonas detergens 2-5 % atau krim pragmatar
  • resorsin 1-3 %
  • sulfur presipitatum 4 – 15 %, dapat digabung dengan asam salisil 3 – 6%
  • kortikosteroid, misalnya krim hidrokortison. Pada kasus dengan inilamasi berat dapat dipakai kortikosteroid yang lebih kuat, misalnya betametason-valerat, asalkan jangan terlalu lama karena efek sampingnya.

 

Obat-obat tersebut sebaiknya dipakai dalam krim.

 
Prognosis
Prognosis kurang baik karena adanya faktor konstitusi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 5 + 2 ?
Please leave these two fields as-is: