Endometriosis

  • Sharebar

Definisi

Endometriosis adalah terdapatnya jaringan endometrium (kelenjar dan stroma) di luar uterus. Lokasi yang paling sering adalah pada organ dalam pelvis dan peritoneum. Endometriosis dipengaruhi estrogen dan progesteron sehingga secara periodik mengalami perdarahan dan jaringan sekitarnya mengalami inflamasi dan perlekatan.

 

Endometriosis sering ditemukan pada wanita usia reproduksi, namun terdapat juga pada remaja dan wanita pascamenopause yang mendapat terapi hormonal.

 

Etiologi

Sampai saat ini belum ada yang memastikan penyebab endometriosis. Ada beberapa teori yang menerangkan terjadinya endometriosis, seperti:

1. Teori implantasi, yaitu implantasi sel endometrium akibat regurgitasi transtuba pada saat menstruasi.

2. Teori metaplasia, yaitu metaplasia sel multipotensial menjadi endometrium, namun teori ini tidak didukung bukti klinis maupun eksperimen.

3. Teori induksi, yaitu kelanjutan teori metaplasia, di mana faktor biokimia endogen menginduksi perkembangan sel peritoneal yang tidak berdiferensiasi menjadi jaringan endometrium.

 

Manifestasi Klinis

Gejala yang sering ditemukan adalah subfertilitas, dismenore, dispareunia, atau nyeri panggul kronik. Namun, bisa pula asimtomatik.

 

Kecurigaan bertambah bila timbul dismenore padahal biasanya selama beberapa tahun menstruasi tidak disertai nyeri. Bisa terjadi gejala lokal akibat keterlibatan rektum, ureter, atau kandung kemih. Derajat nyeri tidak berhubungan dengan tingkat keparahan endometriosis.

 

Mekanisme yang mungkin adalah inflamasi peritoneum lokal, infiltrasi dalam dengan kerusakan jaringan, perlengketan, penebalan fibrosis, dan pengumpulan darah menstruasi pada jaringan endometrium, yang menyebabkan nyeri pada peregangan dalarn pergerakan fisiologis jaringan.

 

Hubungan endometriosis dan infertilitas tetap kontroversial. Berdasarkan penelitian retrospektif dan cross sectional, didapatkan subfertilitas jika endometriosis cukup parah. Risiko aborsi spontan meningkat sebesar 40% dibandingkan orang normal (15-25%).

 

Penyakit ini biasanya dihubungkan dengan anovulasi, perkembangan folikel abnormal, insufisiensi luteal, spotting premenstrual, galaktore, dan hiperprolaktinemia. Dicurigai terdapat endometriosis di luar panggul, meski sering asimtomatik, bila terdapat nyeri atau massa di luar pelvis yang terpengaruh pola siklik.

 

Pada pemeriksaan fisik seringkali tidak ditemukan kelainan. Pada pemeriksaan rongga pelvis ditemukan nodul lunak pada forniks posterior dan nyeri bila uterus digoyangkan. Uterus terfiksasi dan retroversi karena perlengketan kavum Douglasi dan dapat teraba massa adneksa yang lunak karena terjadi endometrioma. Biopsi mungkin diperlukan sebagai pembuktian.

 

Pemeriksaan Penunjang

o Biopsi lesi mencurigakan pada laparoskopi (diagnosis pasti).

o Pemeriksaan konsentrasi CA 125.

o Ultrasonografi.

o Tomografi komputer.

o Magnetic Resonance Imaging (MRI).

 

Komplikasi

o Obstruksi ginjal dan penurunan fungsi ginjal karena endometriosis dekat kolon atau ureter.

o Torsi ovarium atau ruptur ovarium sehingga terjadi peritonitis karena endometrioma.

o Catamenial seizure atau pneumotoraks karena eksisi endometriosis.

 

Diagnosis

Klasifikasi endometriosis menurut Acosta:

o Ringan, yaitu endometriosis yang menyebar tanpa perlekatan pada anterior atau posterior kavum Duoglasi, peritoneum pelvik, atau permukaan ovarium.

o Sedang, yaitu:

§ Endometriosis pada satu atau dua ovarium dengan parut dan retraksi atau endometrioma kecil

§ Perlekatan minimal sekitar ovarium dengan ovarium yang mengalami endometriosis.

§ Endometriosis pada anterior atau posterior kavum Douglasi dengan parut dan dan retraksi atau perlekatan tanpa menyerang sigmoid.

o Berat, yaitu:

§ Endometriosis pada satu atau dua ovarium dengan ukuran lebih dari 2 x 2 cm2.

§ Perlekatan satu atau dua ovarium, tuba, atau kavum Douglasi karena endometriosis.

§ Keterlibatan usus dan traktus urinarius yang nyata.

 

Berdasarkan klasifikasi AFS, endometriosis dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:

o Stadium I (minimal) :1-5

o Stadium II (ringan) : 6-15

o Stadium III (sedang) :16-40

o Stadium IV (berat) : >40

 

Tabel penilaian stadium endometriosis

 

Diagnosis Banding

Tumor ovarium, rnetastasis di kavum Douglas, mioma multipel, karsinoma rektum, dan radang pelvis.

 

Penatalaksanaan

o Pencegahan, yaitu tidak menunda kehamilan, tidak melakukan pemeriksaan yang kasar atau melakukan kerokan pada waktu haid.

o Observasi dan pemberian analgesia, yaitu melakukan pemeriksaan periodik dan berkala. Pemberian obat antiinflamasi nonsteroid dan inhibitor sintesis prostaglandin dilakukan pada pasien dengan nyeri premenstruasi yang hebat pada endometriosis minimal, tidak ada kelainan pada pemeriksaan pelvis, dan tidak ingin hamil.

o Pengobatan hormonal dengan prinsip menciptakan lingkungan rendah estrogen dan asiklik.

o Pengobatan dengan pembedahan. Terlebih dulu ditentukan apakah fungsi ovarium dipertahankan atau tidak. Fungsi ovarium dipertahankan pada endometriosis dini, tidak adanya gejala, dan pasien usia muda yang masih ingin punya anak. Fungsi ovarium dihentikan bila endometriosis sudah menyerang pelvis secara luas khususnya pada wanita usia lanjut.

Pembedahan konservatif dilakukan pada pasien dengan infertilitas dan sudah tua, yaitu dengan mengeksisi atau merusak seluruh endometriosis dan memperbaiki keadaan pelvis dengan cara neurektomi presakral atau ablasi ligamen uterosakral.

 

Pembedahan definitif dilakukan pada pasien yang tidak ingin hamil lagi atau memiliki beberapa gejala. Jenis pembedahannya yaitu histerektomi total, salpingo-ooforektomi bilateral, dan eksisi tempat endometriosis. Pada pasien ini perlu diberikan terapi hormon pengganti.

 

Prognosis

Pada pasien yang mengalami pembedahan definitif, 3% akan mengalami endometriosis kembali. Sedangkan pasien yang mengalami pembedahan konservatif, 10% akan menderita kembali pada 3 tahun pertama dan 35% pada 5 tahun pertama. Pemeriksaan CA 125 secara serial mungkin berguna untuk memperkirakan kemungkinan rekurensi setelah terapi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 14 + 14 ?
Please leave these two fields as-is: