Eritroderma

  • Sharebar
Definisi
Eritroderma (dermatitis eksfoliativa) adalah kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema seluruh/hampir seluruh tubuh, biasanya disertai skuama.

 
Etiologi
o Alergi obat, biasanya secara sistemik. Yang tersering adalah: penisilin dan derivatnya, sulfonamid, analgetik/antipiretik, dan tetrasiklin.

o Perluasan penyakit kulit, misalnya psoriasis, dermatitis seboroik, pemfigus foliaseus, dermatitis atopik, pitiriasis rubra pilaris, dan liken planus.

o Penyakit sistemik, termasuk keganasan.

Ada golongan yang tidak diketahui penyebabnya (5-10%).

 
Manifestasi Klinis
o Eritroderma akibat alergi obat, biasanya secara sistemik. Biasanya timbul secara akut dalam waktu 10 hari. Lesi awal berupa eritema menyeluruh, sedangkan skuama baru muncul saat penyembuhan.

o Eritroderma akibat perluasan penyakit kulit. Yang tersering adalah psoriasis dan derma­titis seboroik pada bayi (penyakit Leiner).

  • Eritroderma karena psoriasis. Ditemukan eritema yang tidak merata. Pada tempat predileksi psoriasis dapat ditemukan kelainan yang lebih eritematosa dan agak meninggi daripada sekitarnya dengan skuama yang lebih tebal. Dapat ditemukan pitting nail.
  • Penyakit Leiner (eritroderma deskuamativum). Usia pasien antara 4-20 minggu. Keadaan umum baik, biasanya tanpa keluhan. Kelainan kulit berupa eritema seluruh tubuh disertai skuama kasar.

o Eritroderma akibat penyakit sistemik, termasuk keganasan. Dapat ditemukan adanya penyakit pada alat dalam, infeksi dalam, dan infeksi fokal. Termasuk dalam golongan ini adalah sindrom Sezary.

 

Sindrom Sezary. Penyakit ini termasuk limfoma, diduga merupakan stadium dini mikosis fungoides. Penyebabnya belum diketahui, diduga berhubungan dengan infeksi virus HTLV-V dan dimasukkan ke dalam CTCL (Cutaneous T Cell Lymphoma). Sering menyerang orang dewasa, pada pria usia rata-rata 64 tahun sedangkan wanita 53 tahun.

 

Manifestasi klinis subyektif berupa rasa sangat gatal. Secara obyektif terdapat eritema berwarna merah membara menyeluruh disertai skuama kasar dan berlapis, terdapat infiltrasi pada kulit dan edema. Dapat ditemukan splenomegali, limfadenopati superfisial, alopesia, hiperpigmentasi, hiperkeratosis palmaris dan plantaris, serta kuku yang distrofik. Pada pemeriksaan laboratorium terdapat leukositosis, dapat timbul eosinofilia dan limfositosis. Terdapat limfosit atipik (sel Sezary) dalam darah, kelenjar getah bening, dan kulit. Pada biopsi ditemukan infiltrat pada dermis bagian atas dan sel Sezary.

 

Disebut sindrom Sezary jika jumlah sel Sezary yang beredar 1000/mm3 atau lebih. Bila di bawah 1000/mm3 disebut sindrom pre Sezary.

 

Penatalaksanaan

o Diet tinggi protein

o Sistemik:

  • Golongan 1 : kortikosteroid (prednison 3-4 x 10 mg). Penyembuhan beberapa hari sampai beberapa minggu.
  • Golongan 2: kortikosteroid (prednison 4 x 10-15 mg). Bila terjadi akibat pengobatan dengan ter pada psoriasis, obat harus dihentikan. Penyembuhan terjadi dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan.
  • Penyakit Leiner: kortikosteroid (prednison 3 x 1-2 mg).
  • Sindrom Sezary: kortikosteroid (prednison 30 mg) dan sitostatik (klorambusil 2-6 mg).

o Topikal: salep lanolin 10%.

 

Prognosis

Prognosis golongan 1 baik. Prognosis sindrom Sezary buruk, kematian disebabkan infeksi atau penyakit berkembang menjadi mikosis fungoides.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 13 + 13 ?
Please leave these two fields as-is: