Gangguan Campuran Ansietas dan Depresi

  • Sharebar

Gangguan ini mencakup pasien yang memiliki gejala kecemasan dan depresi, tetapi tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk suatu gangguan kecemasan maupun suatu gangguan mood. Kombinasi gejala depresi dan kecemasan menyebabkan gangguan fungsional yang bermakna pada orang yang terkena.

 

Etiologi

Empat bukti utama menyatakan bahwa gejala kecemasan dan gejala depresi berhubungan sebab akibat pada beberapa pasien yang terkena, yaitu:

1. Ditemukannya neuroendokrin yan.g sama pada gangguan depresi dan gangguan kecemasan, khususnya gangguan panik.

2. Hiperaktivitas sistem noradrenergik relevan sebab menyebab pada beberapa pasien dengan gangguan depresi dan pada beberapa pasien dengan gangguan panik.

3. Obat serotonergik berguna dalam mengobati gangguan depresi maupun kecemasan.

4. Gejala kecemasan dan depresi berhubungan secara genetik pada beberapa keluarga.

 

Manifestasi Klinis

Kombinasi beberapa gejala gangguan kecemasan dan beberapa gejala gangguan depresi. Di samping itu, gejala hiperaktivitas sistem saraf otonom, seperti keluhan gastrointestinal, sering ditemukan.

 

Perjalanan Penyakit dan Prognosis

Selama perjalanan penyakit, gejala kecemasan atau depresi mungkin bergantian muncul. Prognosis tidak diketahui saat ini.

 

Diagnosis

Kriteria untuk diagnosis pasti, adalah:

o Terdapat gejala-gejala ansietas maupun depresi, di mana masing-masing tidak menunjukkan rangkaian gejala yang cukup berat untuk menegakkan diagnosis tersendiri. Untuk ansietas, beberapa gejala otonom harus ditemukan walaupun tidak terus menerus, di samping rasa cemas atau kekhawatiran berlebihan.

o Bila ditemukan ansietas berat disertai depresi yang lebih ringan, maka harus dipertimbangkan kategori gangguan ansietas lainnya atau gangguan ansietas fobik.

o Bila ditemukan sindrom depresi dan ansietas yang cukup berat untuk menegakkan masing-masing diagnosis, maka kedua diagnosis tersebut harus dikemukakan dan diagnosis gangguan campuran tidak dapat digunakan. Jika hanya dapat dikemukakan satu diagnosis, maka gangguan depresi harus diutamakan.

o Bila gejala-gejala tersebut berkaitan erat dengan stres kehidupan yang jelas, maka harus digunakan kategori gangguan penyesuaian.

 

Penatalaksanaan

Pendekatan psikoterapi dapat berupa terapi kognitif atau modifikasi perilaku.

 

Farmakoterapi dapat termasuk obat antiansietas atau obat antidepresan atau keduanya. Di antara obat ansiolitik, penggunaan triazolobenzodiazepin mungkin diindikasikan karena efektivitas obat tersebut dalam mengobati depresi yang disertai kecemasan. Suatu obat yang mempengaruhi reseptor serotonin tipe-lA (5-HT1A), seperti buspiron, dapat diindikasikan. Di antara antidepresan, antidepresan serotonergik mungkin yang paling efektif.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 15 + 4 ?
Please leave these two fields as-is: