Gangguan Disosiatif (Konversi)

  • Sharebar

Definisi

Gangguan disosiatif adalah suatu kelompok gangguan dengan gejala utama kehilangan sebagian atau seluruh integrasi normal (di bawah kendali kesadaran) antara ingatan masa lalu, kesadaran identitas dan penginderaan segera, serta kontrol terhadap gerakan tubuh.

 

Pada gangguan disosiatif kemampuan kendali di bawah kesadaran dan kendali selektif tersebut terganggu sampai taraf yang dapat berlangsung dari hari ke hari atau bahkan dari jam kejam.

 

Yang termasuk gangguan disosiatif adalah:

o Amnesia disosiatif

o Fugue disosiatif

o Stupor disosiatif

o Trans dan kesurupan

o Gangguan motorik disosiatif

o Konvulsi disosiatif

o Anestesia dan kehilangan sensorik

o Gangguan disosiatif campuran

o Gangguan disosiatif lainnya

 

Etiologi

Pada seseorang dengan gangguan amnesia disosiatif terdapat kompleksitas pembentukan dan pengumpulan ingatan. Pendekatan psikoanalitik menyatakan amnesia terutama sebagai mekanisme pertahanan di mana orang mengubah kesadarannya sebagai cara untuk menghadapi suatu konflik emosional atau stresor eksternal.

 

Etiologi dari fugue disosiatif diduga psikologis. Faktor predisposisinya adalah:

o Keinginan untuk menarik diri dari pengalaman yang menyakitkan secara emosional,

o Berbagai stresor dan faktor pribadi, seperti finansial, perkawinan, pekerjaan, atau peperangan,

o Depresi,

o Usaha bunuh diri,

o Gangguan organik (khususnya epilepsi),

o Riwayat penyalahgunaan zat.

 

Perjalanan Penyakit dan Prognosis

Gejala amnesia disosiatif biasanya pulih tiba-tiba dan lengkap dengan sedikit rekurensi. Klinis harus memulihkan ingatan pasien sesegera mungkin.

 

Fugue biasanya singkat, beberapa jam sampai beberapa hari. Umumnya pemulihan cepat dan jarang rekurens.

 

Diagnosis

Untuk diagnosis pasti, maka hal-hal di bawah ini harus ada:

o Gambaran klinis sebagai berikut:

o Amnesia disosiatif, dengan ciri utama hilangnya daya ingat

o Fugue disosiatif, memiliki ciri-ciri amnesia, melakukan perjalanan tertentu melampaui hal yang umum dilakukannya sehari-hari, dan kemampuan mengurus diri yang dasar tetap ada, termasuk melakukan interaksi sosial sederhana dengan orang yang belum dikenal

o Stupor disosiatif, sangat berkurangnya atau hilangnya gerakan-gerakan volunter dan respons normal terhadap rangsangan luar

o Gangguan trans dan kesurupan, adanya kehilangan sementara aspek penghayatan atas identitas diri dan kesadaran atas lingkungannya

o Gangguan motorik disosiatif, bentuk yang paling umum adalah ketidakmampuan menggerakkan seluruh atau sebagian anggota gerak

o Konvulsi disosiatif, dapat sangat mirip dengan kejang epileptik dalam gerakan­-gerakannya dan tidak dijumpai kehilangan kesadaran

o Anestesia dan kehilangan sensorik disosiatif

o Tidak ada bukti adanya gangguan fisik yang dapat menjelaskan gejala-gejala tersebut

o Bukti adanya penyebab psikologis dalam bentuk hubungan kurun waktu yang jelas dengan problem dan peristiwa yang menimbulkan stres atau hubungan interpersonal yang terganggu (meskipun hal tersebut disangkal oleh pasien).

 
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan dengan menggali kondisi fisik dan neurologiknya. Bila tidak ditemukan kelainan fisik/neurologik, perlu dijelaskan pada pasien dan dilakukan pendekatan psikologik terhadap penanganan gejala-gejala yang ada.

 

Barbiturat kerja sedang dari kerja singkat, seperti tiopental dan natrium amobarbital diberikan secara intravena, dan benzodiazepin dapat berguna untuk memulihkan ingatannya yang hilang.

 

Pengobatan terpilih untuk fugue disosiatif adalah psikoterapi psikodinamika suportif ekspresif.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 9 + 6 ?
Please leave these two fields as-is: