Gangguan Haid dan Siklus

  • Sharebar

Siklus perdarahan haid lamanya kurang lebih 2-6 hari. Pada siklus 28 hari, hari ke-5 sampai 14 adalah fase folikular atau proliferasi yang dimulai setelah perdarahan berakhir dan berlangsung sampai saat ovulasi. Fase ini untuk menumbuhkan endometrium agar siap menerima ovum yang telah dibuahi. Pada fase ini dalam ovarium terjadi pematangan folikel akibat pengaruh follicle stimulating hormone (FSH). Folikel ini akan menghasilkan estradiol dalam jumlah banyak. Pembentukan estradiol terus meningkat sampai kira-kira hari ke-13.

 

Puncak sekresi luteinizing hormone (LH) akan memacu terjadinya ovulasi pada hari ke-14. Hari ke-14 sampai 28 adalah fase luteal atau fase sekresi yang mempunyai ciri khas terbentuknya korpus luteum dan terjadinya perubahan pada kelenjar endometrium. Pengaruh progesteron terhadap endometrium paling terlihat pada hari ke-22, yaitu saat nidasi seharusnya terjadi.

 

Bila tidak terjadi nidasi, estradiol dan progesteron akan menghambat FSH dan LH sehingga korpus luteum tidak dapat berkembang lagi. Akibat pengaruh estradiol dan progesteron akan terjadi penyempitan pembuluh darah endometrium yang berlanjut dengan iskemia. Dengan demikian endometrium akan terlepas dan timbul perdarahan. Beberapa gangguan haid dan siklusnya adalah:

o Gangguan yang berhubungan dengan haid:

a. Premenstrual tension (ketegangan prahaid).

b. Mastodinia.

c. Mittleschmerz (rasa nyeri pada ovulasi).

d. Dismenore.

o Perdarahan uterus abnormal:

a. Gangguan siklus: sering (polimenore), jarang (oligomenore), tidak teratur, tidak haid (amenore).

b. Gangguan perdarahan: sedikit (hipomenore), banyak (hipermenore), terlalu lama (menoragia), perdarahan bercak (spotting).

c. Perdarahan di luar haid: metroragia.

 

Premenstrual Tension (Ketegangan Prahaid)

Ketegangan prahaid adalah keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid dan menghilang sesudah haid datang walaupun kadang-kadang berlangsung terus sampai haid berhenti.

 

Etiologi

Etiologi ketegangan prahaid tidak jelas, tetapi mungkin faktor penting ialah ketidakseimbangan estrogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium, penambahan berat badan, dan kadang-kadang edema. Dalam hubungan dengan kelainan hormonal, pada tegangan prahaid terdapat defisiensi luteal dan pengurangan produksi progesteron.

 

Faktor kejiwaan, masalah dalam keluarga, masalah sosial, dll. juga memegang peranan penting. Yang lebih mudah menderita tegangan prahaid adalah wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid dan terhadap faktor-faktor psikologis.

 

Manifestasi Klinis

Keluhan terdiri dari gangguan emosional berupa iritabilitas, gelisah, insomnia, nyeri kepala, perut kembung, mual, pembesaran dan rasa nyeri pada mammae, dsb.; sedang pada kasus yang berat terdapat depresi, rasa ketakutan, gangguan konsentrasi, dan peningkatan gejala-gejala fisik tersebut di atas.

Penatalaksanaan

o Progesteron sintetik dosis kecil dapat diberikan selama 8 sampai 10 hari sebelum haid.

o Metiltestosteron 5 mg sebagai tablet isap, jangan lebih dari 7 hari.

o Pemberian diuretik selama 5 hari dapat bermanfaat.

o Pemakaian garam dibatasi dan minum sehari-hari dikurang selama 7-10 hari sebelum haid.

o Psikoterapi suportif

 

Dismenore

Dismenore adalah nyeri haid menjelang atau selama haid, sampai membuat wanita tersebut tidak dapat bekerja dan harus tidur. Nyeri sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala perasaan mau pingsan, lekas marah. Dikenal adanya dismenorea primer dan sekunder.

 

Etiologi

Penyebab pasti dismenore primer belum diketahui. Diduga faktor psikis sangat berperan terhadap timbulnya nyeri. Dismenore primer umumnya dijumpai pada wanita dengan siklus haid berovulasi. Penyebab tersering dismenore sekunder adalah endometriosis dan infeksi kronik genitalia interna.

 

Patofisiologi

Secara ringkas konsep patogenesis dismenorea primer dapat digambarkan sebagai berikut

 

Manifestasi Klinis

Dismenore Primer

o Usia lebih muda.

o Timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur.

o Sering pada nulipara.

o Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spastik.

o Nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid.

o Tidak dijumpai keadaan patologi pelvik.

o Hanya terjadi pada siklus haid yang ovulatorik.

o Sering memberikan respons terhadap pengobatan medikamentosa.

o Pemeriksaan pelvik normal.

o Sering disertai nausea, muntah, diare, kelelahan, dan nyeri kepala.

 

Dismenore Sekunder

o Usia lebih tua.

o Cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur.

o Tidak berhubungan siklus dengan paritas.

o Nyeri sering terasa terus-menerus dan tumpul.

o Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah

o Berhubungan dengan kelainan pelvik.

o Tidak berhubungan dengan adanya ovulasi.

o Seringkali memerlukan tindakan operatif

o Terdapat kelainan pelvik.

 

Diagnosis

Dibuat dari keluhan-keluhan yang timbul, selalu berhubungan dengan haid. Pada dugaan adanya endometriosis maupun infeksi kronik perlu dilakukan laparoskopi diagnostik.

 

Penatalaksanaan

Singkirkan terlebih dahulu kelainan organik. Bila ada, obati sesuai kelainan yang ada. Pada wanita usia muda dicoba dulu dengan spasmolitik atau analgesik. Pada dismenorea primer, pengobatannya:

o Antiprostaglandin.

o Pil KB atau pemberian progesteron saja (nortestosteron, medroksi progesteron asetat, didrogesteron) dari hari 5-25 siklus haid 5-10 mg/hari. Pengobatan berlangsung berbulan-bulan. Setelah keluhan nyeri berkurang, progesteron cukup diberikan pada hari ke- 16 sampai ke-25 siklus haid.

 

Pada dismenore sekunder bergantung pada penyebabnya, yaitu:

o Untuk endometriosis, lihat bab endometriosis.

o Untuk infeksi, berikan antibiotika yang sesuai.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 6 + 15 ?
Please leave these two fields as-is: