Hepatitis C Akut

  • Sharebar

Definisi

Virus hepatitis C (VHC) ditularkan secara parenteral, melalui transplantasi organ atau hubungan seksual, intrafamilial, kontak erat dengan penderita infeksi hepatitis C, dan dari ibu ke bayinya. Jalur penularan utama adalah melalui inokulasi dan transfusi darah.

 

Manifestasi Klinis

Gejala yang timbul dapat berat atau asimtomatik dan tidak terduga. Infeksi hepatitis C akut cenderung menjadi hepatitis kronis. Hepatitis C kronis dapat ringan, asimtomatik selama berpuluh-puluh tahun dan tidak progresif, sehingga dapat tidak terdeteksi kecuali dilakukan pemeriksaan penyaring terhadap hepatitis C. Dapat pula terjadi infeksi persisten seumur hidup yang menjadi hepatitis kronis aktif, sirosis, hipertensi porta, dan karsinoma hepatoseluler.

 

Masa inkubasi hepatitis C sekitar 7 minggu (3-20 minggu). Manifestasi klinisnya tidak berbeda dari infeksi hepatitis virus lainnya, biasanya subklinis. Hanya 25% pasien yang mengalami ikterik. Gejala pertama kali mungkin timbul berpuluh-puluh tahun kemudian dengan sekuele seperti sirosis atau karsinoma hepatoseluler. Bila penyakit ini timbul, onsetnya perlahan (insidious) dengan gejala yang tidak spesifik atau tanpa gejala. Mal­aise, anoreksia, mual, dan kadang-kadang nyeri di kuadran kanan atas perut dapat terjadi. Ikterik dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa bulan. Dapat pula timbul pruri­tus, steatore, dan penurunan berat badan ringan (2-5 kg). Tanda fisik hepatitis C akut juga tidak jelas. Hanya pada sebagian kecil pasien dapat ditemukan hepatomegali dan splenomegali.

 

Pada pasien hepatitis C kronis yang simtomatik, fatigue merupakan keluhan yang pa­ling sering. Banyak pasien yang tidak memiliki riwayat hepatitis akut atau ikterus. Hasil pemeriksaan fisik biasanya ringan dan bervariasi, tetapi mungkin tidak ditemukan kelainan. Pada keadaan yang berat, dapat ditemukan spider angiomata dan hepatosplenomegali. Kurang lebih 20% pasien hepatitis C kronis akan menjadi sirosis dalam 10 tahun.

 
Penatalaksanaan
Titik berat tata laksana pada kasus ini adalah pencegahan kronisitas. Terapi antivirus dapat dipertimbangkan dalam rangka mencegah kronisitas dan berlanjutnya kerusakan hati. Pemeriksaan anti-HCV ulangan 6 bulan kemudian. Bila masih positif dilakukan pemeriksaan SGOT-SGPT, USG hati, HCV-RNA (idealnya), dan autoantibodi.

 
Pencegahan
Vaksin untuk mencegah infeksi hepatitis C maupun imunoglobulin spesifik untuk imunisasi pasif belum tersedia. Oleh karena itu, pencegahan terhadap transmisi HCV dilakukan dengan mencegah paparan terhadap virus tersebut, baik secara tidak langsung dengan melakukan pemeriksaan penyaring terhadap darah dan donor organ atau secara langsung dengan pencegahan kontak fisik paparan terhadap HCV

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 2 + 15 ?
Please leave these two fields as-is: