Inersia Uteri

  • Sharebar
Definisi
Inersia uteri adalah kelainan his yang kekuatannya tidak adekuat untuk melakukan pembukaan serviks atau mendorong janin keluar. Sifat his biasa, yaitu kontraksi fundus lebih kuat dan lebih dulu daripada bagian lain dan peranan fundus tetap menonjol, tetapi kekuatannya lemah dan frekuensinya jarang.

 

Dibagi menjadi:

o Inersia uteri primer: terjadi pada awal fase laten. Dari permulaan his tidak adekuat.

o Inersia uteri sekunder: terjadi pada fase aktif atau kala I dan kala II. Pada permulaan his baik, tetapi pada keadaan lebih lanjut terjadi inersia uteri.

 
Etiologi
Multipara, kelainan letak janin, disproporsi sefalopelvik, kehamilan ganda, hidramnion, uterus bikornis unikolis.

 
Faktor Predisposisi
Anemia, hidramnion, grande multipara, primipara, pasien dengan emosi kurang baik.

 
Penatalaksanaan
Inersia uteri primer. Perbaiki keadaan umum pasien. Rujuk ke runah sakit bila persalinan kala I aktif lebih dari 12 jam pada multipara atau primipara; atau jika pembukaan tidak maju dalam 3 jam. Pastikan tidak ada disporposi sefalopelvik yang berarti.

 

Berikan sedatif lalu nilai kembali pembukaan serviksnya setelah 12 jam. Pecahnya ketuban dan beri infus oksitosin bila tidak ada kemajuan his. Oksitosin diberikan 5 satuan dalam larutan glukosa 5% secara infus intravena dengan kecepatan 12 tetes per menit. Tetesan dapat dinaikkan perlahan-lahan sampai kira-kira 50 tetes, tergantung hasilnya.

 

Bila tidak ada kemajuan setelah beberapa jam, hentikan pemberian oksitosin. Kemudian, beri lagi untuk beberapa jam. Bila masih tidak ada kemajuan, lakukan seksio sesarea.

 

Pada kala II terkadang diperlukan sedikit penambahan kekuatan his untuk menyelesaikan persalinan. Pada keadaan ini dapat diberikan 0,5 satuan oksitosin intramuskular.

 

Inersia uteri sekunder. Pastikan tidak ada disporposi sefalopelvik. Rujuk ke rumah sakit bila persalinan kala I aktif lebih dari 12 jam pada multipara atau primipara; atau jika pembukaan tidak maju dalam 3 jam.

 

Pecahkan ketuban dan berikan infus pitosin 5 satuan dalam larutan glukosa 5% secara infus intravena dengan kecepatan 12 tetes per menit. Tetesan dapat dinaikkan perlahan-lahan sampai 50 tetes per menit.

 

Nilai kemajuan persalinan kembali 2 jam setelah his baik. Bila tidak ada kemajuan persalinan, lakukan seksio sesarea. Pada akhir kala I atau pada kala II, persalinan dapat segera diakhiri dengan ekstaksi atau cunam bila syarat-syarat dipenuhi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 8 + 5 ?
Please leave these two fields as-is: