Insektisida Golongan Organofosfat

  • Sharebar

Definisi

Insektisida golongan penghambat kolinesterase sangat toksik. Yang termasuk senyawa organofosfat, misalnya paration, malation, systox, TEPP, HEPT, dan OMPA. Toksisitas bahan ini bervariasi. Satu tetes paration pekat di mata sudah dapat memabukkan. Insektisida golongan ini diabsorpsi secara cepat melalui kulit yang intak atau setelah inhalasi dan per oral.

 

Insektisida ini bekerja dengan menghambat dan menginaktivasikan enzim asetilkolinesterase. Enzim ini secara normal menghancurkan asetilkolin yang dilepaskan oleh susunan saraf pusat, gangglion autonom, ujung-ujung saraf parasimpatis, dan ujung-ujung saraf motorik. Hambatan asetilkolinesterase menyebabkan tertumpuknya sejumlah besar asetilkolin pada tempat-tempat tersebut.

 

Manifestasi Klinis

Gejala klinis biasanya muncul dalam 2 jam setelah kontak. Pada susunan saraf pusat, perangsangan awal akan segera diikuti depresi sel-sel yang menyebabkan kejang, kemudian penurunan kesadaran. dan depresi pernapasan.

 

 

Rangsangan awal yang diikuti dengan hambatan pada ganglion autonom menyebabkan gangguan yang bervariasi dan multipel pada alat-alat tubuh yang dipersarafi oleh sistem saraf autonom. Penumpukan asetilkolin pada ujung saraf menyebabkan kontraksi pupil, penglihatan kabur, stimulasi otot-otot intestinal berupa kejang perut, muntak dan diare, perangsangan kelenjar sekretoris yang menyebabkan rinore, salivasi, banyak keringat, dan bronkore, kontraksi otot-otot bronkial dengan gejala-gejala gangguan pernapasan, penekanan aktivitas cardiac sinus pacemaker, dan gangguan konduksi atrioventrikular.

 

Penumpukan asetilkolin yang menetap pada sambungan neuromuskular menyebabkan tremor, kejang, dan fasikulasi yang diikuti dengan hambatan neuromuskular dan paralisis flasid.

 

Gejala klinis penting lain adalah sianosis dan edema paru.

 

Pemeriksaan Penunjang

Kadar kolinesterase plasma berkurang sampai 30% normal, terutama pada pasien yang kontak dengan insektisida organofosfat secara kronik dengan gejala keracunan akut. Kadang-kadang pada orang yang berkontak dalam waktu singkat, kolinesterase plasma sedikit meningkat.

 

Penatalaksanaan

1. Mencegah kontak selanjutnya, misalnya dengan menggunakan sarung tangan karet, segera melepaskan pakaian yang terkontaminasi, mencuci kulit sampai bersih dengan sabun dan air, dan terakhir melakukan sekaan dengan etil akohol.

2. Aspirasi dan bilas lambung bila racun tertelan.

3. Terapi suportif intensif dengan perhatian khusus untuk mempertahankan pernapasan dan koreksi sianosis

4. Segera setelah sianosis teratasi, harus diberikan atropin sulfat 2 mg iv dan diulangi dengan interval 5-10 menit sampai tercapai atropinisasi. Teruskan dengan dosis efektif untuk sedikitnya tiga hari. Atropin jangan diberikan pada pasien yang masih sianosis karena dapat menginduksi ventrikel. Tidak luar biasa bila diperlukan sampai 50 mg atropin dalam 24 jam pertama dan bahkan diberikan sampai 1,5 g kepada seorang anak dalam waktu 1 hari. Hal ini mengharuskan tersedianya atropin dalam jumlah banyak.

5. Pralidoksim adalah suatu reaktivator kolinesterase spesifik dan harus digunakan di samping atropin. Diberikan dalam suntikan 30 mg/kg BB (yaitu di atas 1-2 g) iv dengan kecepatan yang tidak melebihi 500 mg per menit dan diulang tiap setengah jam, bila perlu. Setelah menyuntikkan pralidoksim efek atropin dapat menjadi lebih jelas dan mungkin diperlukan penurunan dosis atropin. Sayangnya pralidoksim tidak melintasi sawar otak sehingga beberapa hari dan bahkan sampai berminggu-minggu, gangguan psikis masih pada pasien tersebut. Pengobatan altenatif yang dapat melintasi sawar otak dan bekerja lebih cepat dan pada pralidoksim dengan efek samping yang kurang adalah obidoksim (Toxogonin®). Obat ini dapat pula digabungkan dengan atropin dan akan menghasilkan reaksi pengobatan yang baik. Obidoksim diberikan melalui suntikan im dengan dosis 3 mg/kg BB

6. Bila diperlukan sedasi atau pengontrolan konvulsi, barbiturat dengan masa kerja singkat dapat digunakan tetapi harus sangat berhati-hati. Aminofilin, morfin, dan fenotiazin tidak boleh diberikan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 8 + 6 ?
Please leave these two fields as-is: