Kehamilan Ganda

  • Sharebar
Definisi
Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Angka perbandingan kehamilan kembar dan tunggal (Hukum Hellin) adalah 1:89, untuk triplet 1:892, untuk kuadruplet 1:893, dst.

 
Faktor Prodisposisi
Kehamilan dizigotik: bangsa, herediter, umur, paritas, obat klomid dan hormon gonadotropin yang merangsang ovulasi. Semakin tinggi umur makin tinggi frekuensinya. Frekuensi kehamilan kembar juga meningkat dengan paritas ibu.

Kehamilan monozigotik: faktor penghambat yang mempengaruhi segmentasi sebelum blastula terbentuk.

 
Diagnosis
o Tanda tidak pasti: besarnya uterus melebihi besar yang sesuai dengan lamanya amenore, uterus tumbuh lebih cepat daripada biasanya pada pemeriksaan berulang, penambahan berat badan ibu secara mencolok yang tidak disebabkan oleh edema atau obesitas, banyak bagian kecil teraba, teraba 3 bagian besar janin, teraba 2 balotemen.

o Tanda pasti: teraba 2 kepala, 2 bokong, dan satu/dua punggung; terdengar dua denyut jantung yang letaknya berjauhan dengan beda kecepatan paling sedikit 10 denyut permenit, USG, foto polos abdomen.

 
Diagnosis Banding
Hidramion atau kehamilan dengan mioma uteri atau kistoma ovarii.

 
Penatalaksanaan
Semua persiapan untuk resusitasi dan perawatan bayi prematur disediakan. Golongan darah ibu sudah ditentukan dan persediaan darah diadakan mengingat kemungkinan perdarahan pascapersalinan lebih besar.

 

Rujuk pasien ke rumah sakit bila janin pertama letak lintang, terjadi prolaps funikuli, plasenta previa, dan interlocking. Perlakukan kala I seperti biasa bila letak anak pertama memanjang. Batasi pemakaian sedatif karena pada sebagian besar persalinan kembar, janin lahir prematur. Episiotomi mediolateral dikerjakan untuk memperpendek kala pengeluaran dan mengurangi tekanan pada kepala bayi.

 

Setelah bayi pertama lahir, segera lakukan pemeriksaan luar dan dalam untuk mengetahui letak dan keadaan janin kedua. Bila janin dalam letak memanjang, pecahkan selaput ketuban dan air ketuban dialirkan perlahan-lahan untuk menghindari prolapsus funikuli. Penderita dianjurkan meneran atau di tekanan terkendali pada fundus uterus agar bagian bawah janin masuk dalam panggul.

 

Bila janin kedua dalam letak lintang, denyut jantung janin tidak teratur, terjadi prolapsus funikuli, atau solusio plasenta, atau bila persalinan spontan tidak terjadi dalam 15 menit, lahirkan janin dengan tindakan obstetrik. Dicoba untuk melakukan versi luar. Bila tidak berhasil, segera lakukan versi ekstraksi tanpa narkosis. Bila letak janin memanjang, dapat dilakukan ekstraksi cunam. Pada letak sungsang, lakukan ekstaksi kaki.

 

Seksio sesarea pada kehamilan kembar atas indikasi janin pertama letak lintang, prolapsus funikuli, plasenta previa, dll.

 

Bila dua bagian besar kedua janin masuk pada panggul luas, kepala atau bokong janin yang belum masuk benar dalam rongga panggul dapat didorong ke atas untuk memungkinkan janin yang lain lahir lebih dahulu.

 

Bila terjadi interlocking janin pertama letak sungsang dan janin kedua presentasi kepala, dengan dahu janin pertama tersangkut pada leher dan dagu janin kedua, setelah bokong lahir, lepaskan sangkutan dagu janin. Bila tidak berhasil, lakukan dekapitasi atau seksio sesarea menurut keadaan janin.

 

Segera setelah anak kedua lahir, penderita disuntik 10 unit oksitosin dan tinggi fundus uteri diawasi. Bila tampak tanda-tanda plasenta lepas, lahirkan plasenta dan suntikkan 0,2 mg metergin intravena. Kala IV diawasi dengan cermat dan cukup lama.

 
Komplikasi
Pada ibu adalah anemia, hipertensi, partus prematur, atonia uteri, perdarahan pascapersalinan. Sedangkan pada janin adalah hidramnion, malpresentasi, plasenta previa, solusio plasenta, ketuban pecah dini, prolaps tali pusat, pertumbuhan janin terhambat, kelainan bawaan, morbiditas dan mortalitas perinatal meningkat.

 
Persalinan percobaan
o Persalinan percobaan dimulai saat penderita in partu, sedangkan penilaian kemajuan persalinan dimulai setelah persalinan dalam fase aktif dan dinilai, tiap 2 jam.

o Bila pada setiap penilaian dalam waktu 2 jam tersebut terdapat perubahan bermakna maka persalinan percobaan dikatakan ada kemajuan dan persalinan percobaan diteruskan. Sesudah 2 jam, dinilai lagi.

o Bila tidak ada kemajuan bermakna, persalinan percobaan dikatakan gagal dan diagnosis disproporsi sefalopelvik ditegakkan. Persalinan diakhiri dengan seksio sesarea.

o Persalinan percobaan harus dihentikan bila selama pengamatan didapat tanda-tanda gawat janin atau ruptur uteri membakat. Janin segera dilahirkan dengan seksio sesarea.

o Setelah persalinan percobaan dikatakan berhasil, persalinan dapat diakhiri dengan cara memimpin meneran, ekstraksi vakum, atau cunam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 15 + 3 ?
Please leave these two fields as-is: