Kista Rongga Mulut

  • Sharebar

Definisi

Kista adalah suatu kantong tertutup, berdinding membran yang berlapis epitel dan berisi cairan/semicairan, tumbuh tidak normal di dalam rongga suatu organ.

 

Kista rongga mulut dibagi dalam beberapa kriteria, yaitu: (Archer)

I. Perkembangan:

1. Berasal dari gigi, yaitu kista periodontal, kista dentigerus, kista primordial, dan kista odontogenik kalsifikan.

o Kista periodontal (dentoperiosteal, dentoalveolar radikular). Terbentuk dalam membran periodontal dan lebih sering pada rahang atas anterior. Kista ini mengandung kolesterol dalam cairan steril atau pus bila terinfeksi, dan gigi biasanya nonvital. Kista ini dapat pula terbentuk karena sisa granuloma yang tertinggal setelah pencabutan gigi. Letaknya dapat di apeks, lateral, atau sirkumferensial.

o Kista dentigerus (folikular). Kista ini timbul di sekitar gigi yang tidak erupsi atau anomali, terbentuk setelah aposisi. Letak kista ini terhadap mahkota gigi adalah perikoronal, lateral, dan sirkumferensial. Sering terdapat pada regio M3 bawah.

o Kista primordial (kista keratin). Kista ini terjadi karena perubahan, lamina dentalis sebelum terjadi aposisi, sehingga pada gambaran radiografi tidak terdapat mahkota gigi. Dapat terjadi unilokular atau multilokular, timbul di daerah gigi agenesis.

 

  1. Bukan berasal dari gigi, yaitu tipe fisura seperti nasoalveolar, kista median, globulomaksilaris, nasopalatinal, dan tipe brachial cleft seperti kista dermoid dan duktus tiroglosus.

o Kista nasopalatinal. Merupakan kista tipe fisura ysng paling banyak, berlokasi di kanalis insisivus.

o Kista globulomaksilaris. Terletak pada rahang atas di antara insisivus lateral dan kaninus, yaitu pertemuan antara prosesus globularis dan prosesus maksilaris. Pada pemeriksaan radiologi terlihat gambaran radiolusen berbentuk buah pir, divergensi akar gigi insisivus dan kaninus.

o Kista nasoalveolar. Timbul dari epitel batas antara prosesus maksilaris dengan prosesus nasalis lateral. Secara klinis terlihat muka atau hidung asimetris.

o Kista median. Terletak pada fisura mediana palatum, berasal dari sisa jaringan embrional. Biasanya pada hasil foto rontgen terlihat kista berhimpitan dengan sinus paranasal.

 

II. Retensi:

  1. Mukokel

Berasal dari kelenjar saliva minor tipe mukus. Terjadi karena mukus mengisi ruangan dalam jaringan ikat dengan cara menembus dinding saluran kelenjar saliva (ekstravasasi). Secara klinis terlihat adanya pembengkakan bulat berbatas jelas, dan berwarna bening kebiru-biruan.

  1. Ranula

Berasal dari kelenjar saliva mayor sublingual. Ranula dasar mulut terjadi pada anterior kelenjar sublingual dan plunging ranula terjadi pada posterosuperior kelenjar sublingual. Secara klinis terlihat seperti perut kodok, menggembung dan berdinding tipis transparan kebiru-biruan, tidak sakit, dan biasanya hanya satu sisi (asimetris).

 

III. Neoplastik: yaitu ameloblastoma

 

Kista rongga mulut tidak menimbulkan keluhan bila kecil, sedangkan jika besar akan menimbulkan deformitas, penipisan korteks tulang, sehingga timbul fenomena bola pingpong. Bila terus membesar akan menembus tulang sehingga hanya ditutupi jaringan lunak. Pada perabaan juga terdapat fluktuasi. Bila kista ini terinfeksi akan terasa sakit dan timbul pus. Pada foto rontgen tampak gambaran radiolusen dengan batas tegas, yaitu garis tipis radioopak.

 

Penatalaksanaan kista rongga mulut adalah dengan enukleasi, marsupialisasi, atau ekstirpasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 3 + 10 ?
Please leave these two fields as-is: