Kondiloma Akuminatum

  • Sharebar
Definisi
Kondiloma akuminatum adalah vegetasi oleh virus papiloma humanus (VPH) tipe tertentu, bertangkai dan permukaannya berjonjot.

 
Etiologi
Virus papiloma humanus (VPH), virus DNA yang tergolong dalam famili Papova. Tipe yang pernah ditemui adalah tipe 6, 1 l, 16, 18, 30, 31, 33, 35, 39, 41, 42, 44, 51, 52, dan 56. Tipe 6 dan 11 tersering dijumpai pada kondiloma akuminatum dan neoplasia intraepitelial serviks ringan. Tipe 16 dan 18 mempunyai potensi keganasan yang tinggi dan sering dijumpai pada kanker serviks. Sampai saat ini sudah dapat diidentifikasikan 80 tipe virus papiloma humanus.

 
Patogenesis
VPH masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi pada kulit sehingga kondiloma akuminatum sering timbul pada daerah yang mudah mengalami trauma pada saat hubungan seksual.

 

Manifestasi Klinis

Masa inkubasi berlangsung antara 1-8 bulan (rata-rata 2-3 bulan).

 

Terutama mengenai daerah lipatan yang lembab, misalnya daerah genitalia eksterna. Pada pria dapat mengenai perineum, sekitar anus, sulkus koronarius, glans penis, muara uretra eksterna, korpus dan pangkal penis. Pada wanita di daerah vulva dan sekitarnya, introitus vagina, kadang-kadang pada portio uteri. Adanya fluor albus dan kehamilan dapat mempercepat pertumbuhan penyakit.

 

Kelainan yang masih baru berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan. Jika telah lama agak kehitaman, permukaannya berjonjot (papilomatosa) dan jika besar dapat dilakukan percobaan sondase. Bila timbul infeksi sekunder warna akan menjadi keabu­abuan dan berbau tidak enak. Giant condyloma pernah dilaporkan menimbulkan keganasan sehingga harus dilakukan biopsi.

 

Diagnosis Banding

Veruka vulgaris, kondiloma latum, dan karsinoma sel skuamosa.

 

Penatalaksanaan

Dapat dilakukan dengan kemoterapi, bedah listrik, bedah beku, bedah skalpel, laser CO2, interferon, dan imunoterapi. Pemilihan cara pengobatan bergantung pada besar, lokalisasi, jenis dan jumlah lesi serta keterampilan dokter yang melakukan pengobatan.

Secara kemoterapi, dapat diberikan:

o Tingtur podofilin 15-25 %. Setelah melindungi kulit di sekitarnya dengan vaselin atau pasta agar tidak terjadi iritasi, oleskan tingtur pada lesi dan biarkan selama 4-6 jam, kemudian cuci. Jika belum sembuh, dapat diulangi setelah 3 hari. Setiap kali pemberian jangan melebihi 0,3 cc karena dapat bersifat toksik dengan gejala mual, muntah, nyeri abdomen, gangguan napas, dll. Obat ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil.

o Asam triklorasetat 50% dioleskan seminggu sekali, hati-hati karena dapat menimbulkan ulkus yang dalam. Dapat diberikan pada wanita yang hamil.

o 5-fluorourasil 1-5 % dalam krim, terutama untuk lesi pada meatus uretra. Diberikan setiap hari sampai lesi hilang, sebaiknya tidak miksi selama 2 jam setelah pengobatan.

 
Prognosis
Prognosis baik, walaupun sering residif.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 2 + 9 ?
Please leave these two fields as-is: