Kontrasepsi Alamiah

  • Sharebar

Dalam menggunakan kontrasepsi alamiah, dianjurkan untuk tidak menggunakan salah satu metode, tapi mengkombinasikan keduanya.

 

Pantang Berkala

Prinsip sistem ini ialah tidak melakukan sanggama pada masa subur. Ovulasi terjadi 14 + 2 hari sebelum hari pertama haid yang akan datang. Ovum mempunyai kemampuan untuk dibuahi dalam 24 jam setelah ovulasi. Yang disebut masa subur atau ‘fase ovulasi’ terjadi mulai 48 jam sebelum ovulasi hingga 24 jam setelah ovulasi. Karena itu, jika konsepsi ingin dicegah, sanggama harus dihindarkan sekurang-kurangnya 3 hari (72 jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi terjadi.

 

Untuk menetapkan saat ovulasi, metoda yang dianjurkan ialah metoda lendir serviks, metoda suhu tubuh basal, dan palpasi serviks dengan pencatatan yang teratur. Metoda tradisional dan paling sederhana ialah metoda irama yang didasarkan pada perhitungan matematika, dengan cara:

o Untuk mengidentifikasikan masa subur, akseptor pertama-tama mencatat panjang siklus haid sekurang-kurangnya selama 6 siklus. Selama saat ini, akseptor dianjurkan menggunakan metoda kontrasepsi lain.

o Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, kurangi dengan 11. Ini menunjukkan hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut.

o Dari jumlah hari pada siklus terpendek, kurangi 8. Ini menunjukkan hari subur pertama dalam siklus haid tersebut.

 

Metoda Lendir Serviks

Dalam metode ini dilakukan penilaian lendir serviks. Sifat cairan vagina bervariasi selama siklus haid. Lendir di vagina diperiksa dengan cara memasukkan jari tangan klien sendiri ke dalam vagina dan mencatat bagaimana lendir itu dirasakan setiap hari.

 

Pola Lendir yang Khas

Setelah haid berakhir, umumnya wanita mengalami beberapa hari tidak ada lendir dan vagina kering. Ini dikenal sebagai hari-hari kering.

 

Setelah itu, seorang wanita mulai melihat adanya lendir. Lendir ini secara khas lengket, seperti bubur atau rapuh. Warnanya bervariasi dari kuning sampai putih. Karena lendir ini tidak seberapa lembab, daerah vagina masih dirasakan kering atau seperti lengket. Bila terdapat lendir jenis apapun sebelum ovulasi saat-saat ini dianggap sebagai masa subur. Walaupun lendir tersebut lengket dengan tipe seperti bubur, hari-hari subur telah dimulai karena jenis lendir yang basah di dalam leher rahim mungkin telah ada.

 

Saat ovulasi terjadi dan estrogen meningkat, lendir menjadi basah. Lendir ini jumlahnya bertambah secara bertahap dan warnanya semakin jernih. Lendir ini menjadi semakin basah, elastis, dan licin. Lendir ini menyerupai putih telur dan dapat diregangkan perlahan-lahan diantara dua jari. Umumnya wanita merasa basah di daerah vagina selama waktu-waktu ini. Ini adalah jenis lendir yang memungkinkan sperma hidup dan berenang menuju sel telur sampai selama lima hari.

 

Setelah ovulasi, progesteron meningkat dan lendir berubah lagi. Lendir serviks mulai kurang basah, lebih lengket, seperti bubur, serta jumlahnya berkurang. Sensasi vagina menjadi kering. Lendir jenis ini membuat sperma sulit bergerak dan hidup hanya untuk beberapa menit sampai beberapa jam. Lendir ini membantu mencegah masuknya sperma dan bakteri yang merugikan ke dalam uterus. Sejumlah wanita mungkin tidak mempunyai lendir lagi pada hari-hari akhir siklus haid.

 

Cara Kerja

Dimulai dari hari pertama setelah haid klien harus mencatat pola lendirnya terus menerus sampai 8-10 hari setelah hari terakhir dengan lendir yang licin dan basah atau hari puncak (peak day). Hari puncak menunjukkan bahwa ovulasi telah dekat atau bahkan sedang terjadi, dan pencatatan harus diteruskan sampai ia yakin bahwa ia telah tidak subur lagi. Ia harus terus mencatat pola lendirya setiap siklus sampai ia terbiasa memeriksa dan menilai pola lendirnya yang dapat memakan waktu beberapa bulan. Setelah terbiasa dengan hal ini, klien tidak perlu lagi memeriksa lendirnya setiap hari selama siklus haidnya, ia dapat berhenti setelah menjalankan Aturan Hari Puncak (Peak Day Rule) karena ia telah mencapai masa tidak subur. Karena lendir mungkin berubah sepanjang hari, yang terbaik adalah mencatatnya pada malam hari dan selalu mencatat lendir yang dirasakan paling subur pada hari itu.

 

Bila pasangan menginginkan kehamilan

o Bila pasangan menginginkan kehamilan, mereka harus melakukan sanggama pada saat-saat dimana lendirnya dirasakan elastis, basah, dan licin dalam siklus haidnya.

o Bila ia tidak hamil pada bulan itu, ia harus tetap memonitor lendir suburnya sehingga pasangan itu tahu kapan mereka harus melakukan sanggama.

 

Bila pasangan tidak menginginkan kehamilan

o Sebelum ovulasi, sanggama dapat di pada selang semalam hari-hari kering. Hal ini disebut sebagai Aturan Hari Kering Bergantian (Alternate Dry Day Rule). Suatu hari kering adalah hari saat tidak di lendir dan sensasi vagina menjadi kering. Pembatasan sanggama selang sehari kering memberi kesempatan bagi semen untuk keluar dari vagina selama hari pantang dan membedakanya dengan lendir jenis subur. Bila setelah hari pantang vagina kering lagi, sanggama boleh dilakukan.

o Hari pertama adanya lendir jenis apapun atau sensasi basah pada vagina merupakan mulainya fase subur. Pantang sanggama dilakukan sampai fase subur ini berakhir. Ini disebut Aturan Lendir Awal (Early Mucus Rule).

o Pantang sanggama harus dilakukan hingga 3 hari 3 malam sampai pagi hari keempat setelah hari puncak. Pada pagi hari keempat setelah hari puncak, fase tidak subur dimulai. Sanggama boleh dilakukan, sampai siklus haid berakhir dan perdarahan haid dimulai lagi. Ini disebut sebagai Aturan Hari Puncak (Peak Day Rule).

o Bila perdarahan terjadi sebelum Aturan Hari Puncak dikerjakan, pantang sanggama harus terus dilakukan selama perdarahan sampai 3 hari setelah perdarahan berakhir. Bila lendir timbul selama 3 hari tersebut, fase subur telah mulai. Bagaimanapun, bila hari-hari kering terus berlangsung sampai perdarahan selesai, ovulasi mungkin telah terjadi selama masa perdarahan tersebut. Aturan Hari Kering Bergantian harus diikuti karena seorang wanita tidak dapat memastikan apakah ia telah mengalami ovulasi.

 

Aturan-aturan ini harus dijelaskan kepada klien (atau pasangan) disertai alat peraga yang sesuai dan dapat dimengerti.

 

Catatan Sederhana dan Tepat Merupakan Pokok Keberhasilan

Sekelompok tanda (kode) digunakan untuk melengkapi catatan ini. Kode-kode ini harus sesuai dengan budaya setempat dan tersedia secara luas bagi peserta klien. Bisa berupa stiker berwarna, simbol tulisan tangan, atau di daerah tertentu digunakan stiker berwarna; di daerah lain lebih mudah memakai simbol-simbol yang ditulis tangan; sementara di daerah lainnya kedua metoda itu dapat dipadukan dengan hasil suatu simbol tulis tangan yang dicatat dengan tinta berwarna.

 

Menyimpan Catatan Harian

Catatan ini dimulai pada hari pertama instruksi. Periode haid menunjukkan akhir suatu siklus dan awal siklus berikutnya. Karena itu, biasanya awal suatu periode dimulai dengan garis baru.

o Perdarahan, termasuk perdarahan bercak yang disertai lendir, dicatat sebagai warna merah polos atau simbol *. Untuk mencegah kehamilan, selama waktu ini sanggama tidak dilakukan.

o Setelah perdarahan haid berhenti dan sebelum ada lendir, klien akan merasa kering dan tidak melihat adanya lendir. Hari-hari kering ini dicatat dengan warna hijau polos atau dengan huruf K. Pasangan dapat melakukan sanggama pada hari-hari kering secara selang-seling.

o Seorang klien dapat mengenali mulai timbulnya lendir dengan mengalami perasaan basah pada vaginanya atau tidak lagi merasa kering walaupun tidak melihat adanya lendir. Kadang-kadang perasaan kering dapat bertahan lebih lama meskipun sejumlah lendir mulai terlihat. Ia mencatat perasaan basah dan/atau adanya lendir meskipun berbeda dari lendir basah licin yang timbul saat mendekati ovulasi. Ini dicatat dengan huruf L. Pada siklus normal, lendir akan berubah dalam beberapa hari berikutnya, menunjukkan kualitas subur (basah, licin, elastis) dan dicatat sebagai L. Bila menggunakan warna untuk pencatatan, lendir kering yang lengket dicatat dengan warna kuning dan lendir subur dengan warna putih. Hindari sanggama saat terdapat lendir jenis apapun bila pasangan tidak menghendaki kehamilan.

o Hari terakhir saat perasaan pelumasan (lubrikasi) timbul, baik terlihat lendir atau tidak, ditandai dengan X pada semua pencatatan. Ini menunjukkan puncak tanda lendir, yang disebut hari puncak. Ovulasi umumnya terjadi satu dua hari sebelum puncak, pada hari puncak, atau sehari setelah hari puncak.

o Setelah ovulasi, lendir berubah menjadi kering dan lengket lagi, atau hilang semua. Lendir kering lengket ini dicatat dengan warna kuning atau huruf L. Bila tidak terdapat lendir, dipakai warna hijau atau huruf K. Pencatatan harus diteruskan sampai tiga hari tidak subur atau hari kering setelah hari puncak lewat untuk meyakinkan periode kesuburan sebenarnya telah dicapai. Tiga hari ini dapat ditandai dengan angka atau apa saja yang perlu untuk mengingatkan pasangan tersebut untuk terus menghindari sanggama. Pada pagi hari keempat, mereka dapat memulai hubungan seksualnya kembali dengan aman sampai awal periode haid berikutnya.

o Untuk setiap periode baru mulailah dengan garis baru pada catatan.

o Menandai episode sanggama pada catatan akan berguna untuk mengidentifikasi kesalahan pada saat mengikuti aturan.

o Bahas catatan klien setiap bulan (atau lebih sering bila perlu) sampai klien mengerti metoda ini dengan baik.

 

Catatan:

Dalam menentukan puncak, jumlah lendir bukan merupakan hal yang paling penting, jumlah lendir dapat berkurang sebelum puncak. Selama perasaan pelumasan, basah dan licin tetap ada, puncak masih belum dilewati.

 

Identifikasi puncak yang benar dibuktikan dengan terjadinya haid + 2 minggu kemudian. Saat ini klien dapat mempelajari catatannya kembali, terutama tentang lendir seputar waktu puncak. Latihan ini menolongnya untuk lebih percaya dalam mengidentifikasi saat puncak pada waktu-waktu yang akan datang.

 

Beberapa klien memiliki lendir yang amat encer sehari sebelum haid. Hal ini bukan tanda kesuburan. Tetapi, bila ia mengalami lendir jenis subur pada saat lain setelah hari puncak, ia harus menganggap hat tersebut sebagai hari puncak kedua dan suatu tanda kesuburan. Pantang sanggama harus dibedakan sampai ia mencapai tiga hari kering berikutnya.

 

Jangan menyamakan suatu siklus dengan siklus yang lain. Siklus bervariasi dalam panjang, sebagaimana periode haid itu sendiri, dan jumlah hari yang mungkin subur juga bervariasi. Pada siklus haid yang pendek ovulasi terjadi lebih awal. Pada siklus haid yang demikian, lendir dapat timbul sebelum periode berakhir. Karenanya, saat perdarahan haid dalam setiap siklus berkurang, perlu diamati apakah lendir telah timbul. Lendir tidak akan dihalangi oleh perdarahan ringan atau bercak perdarahan pada akhir periode. Pada siklus yang demikian, jangan mengadakan hubungan seksual sebelum tanda-tanda puncak, bila tujuannya adalah untuk mencegah kehamilan.

 

Karena mungkin terjadi ovulasi awal, sanggama harus dihindarkan selama hari-hari haid bila ingin mencegah kehamilan. ovulasi mungkin terjadi, bahkan sebelum periode berakhir, khususnya bila periode tersebut memanjang.

 

Peristiwa-peristiwa hormonal yang terjadi mendekati saat ovulasi dapat menghasilkan perdarahan sebelum ovulasi yang lebih sering dari pada sesudahnya. Perdarahan ini biasanya sedikit dan bersamaan dengan tingkat kesuburan yang tinggi dalam suatu siklus.

Ringkasan Petunjuk Penggunaan Metoda Lendir Serviks untuk Mencegah Kehamilan

o Segera mulai pencatatan. Setiap malam sebelum tidur, beri tanda yang menunjukkan tingkat kesuburan tertinggi pada catatan untuk hari itu. Pantang melakukan hubungan seksual sekurang-kurangnya dilakukan selama satu siklus sehingga dapat diketahui hari-hari lendir.

o Pada siklus berikutnya hindari sanggama selama hari-hari periode haid. Hari-hari tersebut tidak aman; pada siklus yang pendek ovulasi dapat terjadi selama periode tersebut.

o Bila terjadi hari-hari kering setelah periode haid, sanggama aman untuk dilakukan.

o Segera setelah terdapat lendir atau perasaan basah di vagina, hindari sanggama atau kontak seksual. Hari-hari lendir, terutama hari-hari lendir subur, adalah tidak aman.

o Tandai hari terakhir lendir yang elastis, jernih dan licin dengan X. Ini adalah hari puncak atau saat yang paling subur.

o Dimulai pada pagi hari kering keempat, masa ini aman untuk melakukan sanggama sampai periode haid berikutnya.

 

Metoda Suhu Tubuh Basal

Cara Kerja

Hormon progesteron, yang disekresi korpus luteum setelah ovulasi bersifat termogenik atau memproduksi panas. Ia dapat menaikkan suhu tubuh 0,05o sampai 0,2oC (0,4o sampai 1oF) dan mempertahankannya pada tingkat ini sampai saat haid berikutnya. Peningkatan suhu tubuh ini disebut sebagai peningkatan termal dan ini merupakan dasar dari Metoda Suhu Tubuh Basal (STB). Siklus ovulasi dapat dikenali dari catatan suhu tubuh.

 

Catatan:

STB diukur dan dicatat setiap pagi selama terdapat lendir serviks pada saat yang sesuai sepanjang hari dan dicatat setiap malam.

 

Instruksi Khusus

Klien harus melakukan pengukuran yang akurat dengan termometer khusus agar dapat mendeteksi peningkatan suhu yang kecil sekalipun. Karena suhu tubuh bereaksi terhadap banyak rangsangan, termasuk penyakit, stres, dan gangguan tidur, interpretasi pola suhu tubuh memerlukan penilaian khusus. Klien harus menandai pada catatannya saat merasa tidak enak badan, dalam kondisi yang tidak seperti biasanya, atau stres.

 

Petunjuk Penggunaan

Pantang dimulai pada hari pertama haid dan diakhiri saat diterapkan Aturan Peningkatan Termal. Untuk menerapkan Aturan Peningkatan Termal, harus diambil langkah-langkah sebagai berikut:

o Selama siklus haid, klien mengukur suhu tubuhnya setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur (kira-kira pada waktu yang sama) dan mencatat suhu tubuhnya pada lembar catatan yang telah disediakan.

o Dengan menggunakan pencatatan suhu tubuh pada lembar tersebut, ia mengidentifikasi suhu tertinggi dari suhu ‘normal, rendah’ (suhu tubuh harian yang dicatat dengan pola khusus tanpa adanya kondisi yang luar biasa) selama 10 hari pertama dari siklus haid, dengan mengesampingkan suhu tubuh tinggi yang abnormal akibat demam atau gangguan lainnya.

o Tariklah sebuah garis 0,05oC (atau 0,1oF) di atas suhu tertinggi dari 10 suhu tersebut di atas. Garis ini disebut sebagai garis penutup atau garis suhu.

o Tunggu 3 hari dari suhu yang lebih tinggi untuk memulai sanggama. Fase tidak subur dimulai pada malam ketiga dari 3 hari berturut-turut dengan suhu di atas garis suhu.

o Bila salah satu dari ketiga suhu tubuh tersebut turun atau di bawah garis suhu selama 3 hari penghitungan, ini mungkin tanda ovulasi belum terjadi. Jadi, klien harus menunggu sarnpai didapat 3 hari berturut-turut dengan suhu tubuh di atas garis suhu sebelum memulai sanggama.

o Setelah fase tidak subur dimulai, klien tidak perlu lagi mencatat suhu tubuh. Ia dapat berhenti mencatat sampai siklus haid berikutnya.

 

Bila pasangan tidak menghendaki anak, mereka harus pantang melakukan sanggama mulai awal siklus haid sampai hari ketiga dari 3 hari beturut-turut dengan suhu tubuh di atas garis suhu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 12 + 14 ?
Please leave these two fields as-is: