Kontrasepsi Barier

  • Sharebar

Kondom

Kondom adalah selaput karet yang dipasang pada penis selama hubungan seksual. Kondom terbuat dari karet sintetis tipis, berbentuk silindris, dengan muaranya berpinggir tebal, bila digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti puting susu. Kondom juga membantu mencegah penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk AIDS.

 

Instruksi Pemakaian

o Kondom digunakan pada penis yang ereksi sebelum penis masuk ke vagina.

o Jika kondom tak ada penampung di ujungaya, sisakan 1-2 cm di ujung kondom untuk menampung ejakulat.

o Lepaskan kondom sebelum penis selesai ereksi, pegang kondom pada pangkalnya dengan jari untuk mencegah sperma tumpah atau merembes.

o Tiap kondom hanya untuk sekali pakai dan langsung dibuang.

o Jangan menyimpan kondom di tempat panas, serta jangan memakai minyak goreng, baby oil atau jelly minyak untuk pelicin kondom, karena akan menyebabkan kerusakan kondom.

 

Diafragma

Diafragma adalah mangkuk karet yang fleksibel dengan pinggir yang mudah dibengkokkan dan disisipkan di bagian atas vagina, mencegah sperma masuk ke saluran reproduksi bagian atas, untuk mencegah terjadinya konsepsi. Supaya efektif, hendaknya dipakai jelly atau krim kontrasepsi, untuk membunuh sperma. Diafragma harus tetap tinggal di dalam vagina selama 6 jam setelah melakukan hubungan seksual. Untuk menggunakan diafragma, perlu diperiksa dahulu ukuran diafragma yang sesuai.

 

Obat-obat Spermatisid

Preparat spermatisid terdiri dari 2 komponen, yaitu zat kimiawi yang mampu mematikan sperma dan vehikulum yang dipakai untuk membuat tablet, krim, atau jelly. Spermatisid vaginal dipakai di vagina untuk menginaktifkan sperma sebelum melewati serviks karena mengandung bahan yang akan merusak membran sel sperma dan mempengaruhi mobilitas dan kemampuan sperma membuahi ovum. Spermatisid diletakkan di vagina sebelum sanggama.

 

Macam-macam obat spermatisid dan penggunaannya:

o Supositoria: Lorofin® supositoria, Rendel® pessaries. Supositorium dimasukkan sejauh mungkin ke dalam vagina sebelum senggama. Obat ini mulai aktif setelah 5 menit, lama kerjanya 20 menit sampai 1 jam.

o Jelly atau krim: Perseptin® vaginal jelly, Orthogynol® vaginal jelly, Delfen® vaginal creme. Untuk memasukkan kontrasepsi ini, isi satu aplikator sampai penuh. Masukkan aplikator ke dalam vagina sampai ujungnya mencapai dekat serviks, lalu dorong pengisap dan keluarkan jeli atau krim. Kontrasepsi ini bisa segera efektif tanpa menunggu. Aplikator hendaknya dicuci dengan sabun dan air hangat.

o Tablet busa: Sampoon®, Volpar®, Syn-A-Gen®. Kocok wadahnya 20-30 kali sebelum dipakai. Letakkan wadah pada posisi berdiri dan tempatkan aplikator dengan katup di atas. Letakkan aplikator di sisi wadah dan nantinya akan diisi tablet busa. Akseptor dalarn posisi berbaring, masukkan aplikator jauh ke dalam vagina dekat serviks. Pengisap didorong dan keluarkan busa. Tunggu 7-10 menit sebelum sanggama.

o Intravag (tisu KB). Untuk menggunakannya, buka lebar lipatannya, remas menjadi gumpalan kecil, masukkan ke dalam vagina dan dorong sampai menyentuh mulut rahim, lalu tunggu 2-5 menit supaya larut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 4 + 12 ?
Please leave these two fields as-is: