Kontrasepsi Hormonal

  • Sharebar

Estrogen sebagai kontrasepsi bekerja dengan jalan menghambat ovulasi melalui fungsi hipotalamus-hipofisis-ovarium, mengharnbat perjalanan ovum atau implantasi. Sedangkan progesteron bekerja dengan cara membuat lendir serviks lebih kental, hingga penetrasi dan transportasi sperma menjadi sulit, menghambat kapasitasi sperma, perjalanan ovum dalam tuba, implantasi, dan menghambat ovulasi melalui fungsi hipotalamus-hipofisis-ovarium.

 

Kontraindikasi

Mutlak: kehamilan, tumor-tumor yang dipengaruhi estrogen, pernah mengalami kelainan serebrovaskular, dan diabetes melitus.

Relatif: depresi, migren, mioma uteri, hipertensi, oligomenore, dan amenore.

 

Efek Samping

Efek samping pemberian kontrasepsi hormonal sesuai dengan kadar hormon yang dikandungnya. Kelebihan hormon estrogen dapat menimbulkan nausea, edema, keputihan, kloasma, disposisi lemak berlebihan, eksotrofia serviks, teleangiektasia, nyeri kepala, hipertensi, superlaktasi, dan buah dada tegang. Rendahnya dosis estrogen dapat menyebabkan spotting dan breakthrough bleeding antara masa haid. Sedangkan kelebihan progesteron dapat menimbulkan perdarahan yang tidak teratur, nafsu makan meningkat, cepat lelah, depresi, libido berkurang, jerawat, alopesia, hipomenore, dan keputihan. Kekurangan hormon progesteron menyebabkan darah haid yang lebih banyak dan lama.

 

Pil

Ada tiga macam pil kontrasepsi, yaitu minipil, pil kombinasi, dan pil pascasanggama (morning after pill). Yang umum digunakan ialah pil kombinasi antara estrogen dan progesteron. Minipil yang hanya mengandung progestin dosis rendah biasanya diberikan pada ibu yang menyusui (hingga kira-kira 9 bulan setelah melahirkan).

 

Cara Menggunakan Pil Kombinasi

Pil yang berjumlah 21-22 diminum mulai hari ke-5 haid tiap hari satu pil terus-menerus atau sesuai hari di dalam bungkus. Sebaiknya pil diminum dalam waktu yang kurang lebih sama tiap harinya, misalnya malam sebelum tidur. Beberapa hari setelah minum pil dihentikan, biasanya terjadi withdrawal bleeding, lalu pil bungkus ke-2 diminum mulai hari ke-5 perdarahan tersebut. Jika tidak terjadi withdrawal bleeding, pil bungkus ke-2 diminum mulai 7 dari setelah pil bungkus pertama habis. Sedangkan pil yang berjumlah 28 diminum terus menerus tiap malam. Tujuh pil terakhir mengandung zat besi atau gula.

 

Jika akseptor lupa minum satu pil, pil tersebut hendaknya diminum esok pagi dan pil untuk hari itu diminum seperti biasa. Jika 2 pil berturut-turut, dapat diminum 2 pil esok hari dan 2 pil lusanya. Selanjutnya dianjurkan memakai kontrasepsi lain selama sisa hari siklus yang bersangkutan, juga 2 minggu saat akseptor baru mulai menggunakan pil.

 

Suntik

Saat ini terdapat dua macam kontrasepsi suntikan, yaitu golongan progestin seperti Depo Provera®, Depo Geston®, Depo Progestin®, Noristerat®, dan golongan progestin dengan campuran estrogen propionat, seperti Cyclo Provera® (Cyclofem®).

 

Suntikan diberikan mulai hari ke-3 sampai ke-5 pascapersalinan, segera setelah keguguran, atau pada interval lima hari pertama haid. Hormon disuntikan secara intramuskular dalam di daerah gluteus maksimus atau deltoid. Selanjutnya suntikan Cyclofem® diberikan tiap bulan, Noristerat® tiap 2 bulan, dan Depo Provera® tiap 3 bulan sekali.

 

Susuk Norplant®

Ada dua macam susuk saat ini, yaitu Norplant® dan Implanon®. Norplant® merupakan metoda kontrasepsi berjarak 5 tahun yang terdiri atas 6 kapsul silastik silikon berisi masing-masing 36 mg levonorgestrel dan disusukkan di bawah kulit.

 

Saat optimal untuk pemasangan susuk ialah saat haid, dalam tenggang waktu 7 hari pascaabortus, dan saat laktasi (bila lebih 6 minggu pascapersalinan).

 

Alat dan Bahan

o larutan antiseptik

o duk steril

o obat anestesi lokal/lidokain

o spuit 5 ml

o trokar no.10

o kapsul implant 6

o kasa

o skapel no.11/15

o kapas

o alkohol 70%

o sarung tangan

o band aid plester

o pinset anatomi

o perban

o spidol waterproof

o tempat sampah ditutupi plastik

o larutan klorin 0,5% (Bayclin:air = 1:9)

o kipas (model Mack)

 

Cara

o Klien diminta mencuci lengan kirinya secara bersih dengan sabun sementara peralatan dipersiapkan.

o Klien diminta berbaring dan dilakukan konseling untuk memantapkan dan menjelaskan apa yang akan dilakukan, juga apakah menderita alergi.

o Cari daerah di lengan kiri yang tidak ada vena dan lembut 8 cm dari lipat siku, tandai titik-titik sesuai/seperti kipas atau sesuai model Mack dengan spidol.

o Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir kemudian keringkan dengan handuk bersih dan kering. Kenakan sarung tangan steril, bila diberi bedak maka hapus bedak dengan kasa yang telah dicelup dalam air steril.

o Lakukan a/antisepsis dengan kasa yang dibasahi Betadine® dengan gerakan melingkar ke arah luar 2-3 kali seluas 8-13 cm. Pasang duk steril.

o Suntikkan anestesi infiltrasi 0,4 ml tepat di bawah kulit pada tempat insisi yang telah ditentukan sampai insisi sedikit menggelembung. Teruskan suntikan ke lapisan di bawah kulit kurang lebih 4 cm dan masukkan anestesi antara garis 1-2, 3-4, 5-6 masing-masing 1 ml sambil ditarik keluar, kemudian di massase. Uji efek anestesinya sebelum melakukan insisi dengan skapel.

o Buat insisi dangkal dengan skapel selebar 2 mm. Masukkan trokar dan pendorongnya melalui tempat insisi dengan sudut 45o sambil mengungkit kulit, sampai garis batas pertama trokar tepat berada di luka insisi.

o Pendorong dikeluarkan dan diletakkan di tempat steril. Angkat tabung dengan jari telunjuk kanan.

o Tangkap tabung dengan tangan kiri dalam posisi menadah dengan rapat. Masukkan kapsul implant pertama dalam trokar. Masukkan pendorong dan dorong sampai terasa ada tahanan.

o Lepaskan kedua tangan, periksa kelurusan posisi trokar dan periksa tahanan pada pendorong dengan mendorong dari luar.

o Tahan pendorong di tempatnya dengan satu tangan, dan tarik keluar trokar sampai mencapai pegangan pendorong, dorong tiga kali.

o Tarik trokar dan pendorongnya secara bersamaan sampai batas tanda kedua (pada ujung trokar) terlihat pada luka insisi. Jangan sampai trokar keluar dari luka insisi.

o Tahan kapsul yang telah terpasang dengan satu jari dan masukkan kembali trokar serta pendorong ke arah kanan lalu ke kiri ke tujuan berikutnya sesuai gambar yang telah dibuat.

o Bila telah dipasang semua, periksa seluruh kapsul dari atas dan bawah (ingat-ingat, karena akan digambarkan dalam status). Pastikan tidak berada di dekat luka insisi. Keluarkan trokar dengan hati-hati.

o Tutup dan tekan luka bekas insisi dengan kasa, lepaskan duk. Bersihkan coretan spidol dan sekitar dengan kapas alkohol. Tarik kulit sekitar insisi agar luka tertutup dengan rapi kemudian tutup dengan plester. Tutup dengm kasa di atasnya.lalu balut sekitar lengan dengan perban.

o Setelah selesai, pasien diperbolehkan turun dan dinasehati untuk tidak terkena air sampai perban dilepas (3 hari kemudian), bila ada keluhan diminta secepatnya datang kembali, jangan berhubungan dengan suami dulu selama 3 hari kontrol seminggu lagi, dan diminta menunggu dulu 10-15 menit di ruang tunggu. Bila tidak ada keluhan, pasien boleh pulang.

 

Pencabutan Norplant®

Pencabutan dapat dilakukan setiap saat, namun memerlukan waktu lebih lama dan lebih sulit daripada pemasangan, terutama bila tidak terpasang dengan benar. Pencabutan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dan bila ada kesulitan harus dirujuk pada dokter yang terlatih.

 

Indikasi

o Masa penggunaan telah habis (5 tahun).

o Atas pennintaan pasien karena ada keluhan, hamil atau keadaan-keadaan khusus sehingga jenis kontrasepsi harus diganti.

 

Teknik

Persiapan

Alat dan bahan:

o tempat tidur periksa

o lengan penyangga (kalau ada)

o duk steril

o 3 mangkok kecil (isi: larutan antiseptik, air steril atau mendidih untuk merendam kapas/kasa dan menghilangkan bedak dari sarung tangan, larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi kapsul yang sudah dicabut).

o 1 pasang sarung tangan steril

o air dan sabun untuk cuci tangan

o antiseptik

o obat anestesi lokal (lidokain 1% tanpa epinefrin)

o spuit (5 atau 10 ml) dan jarum panjang 2,5 – 4 cm.

o skapel No.11

o klem Mosquito atau Crile

o klem pemegang implant (modifikasi klem vasektomi tanpa pisau) untuk teknik U (bila ada)

o penjepit (kalau ada)

o band aid atau kasa steril dengan plester

o kasa pembalut

o epinefrin (persiapan bila terjadi syok)

 

Konseling Sebelum Pencabutan

Tanyakan alasan mencabut dan mengenai kontrasepsi yang akan dipakai selanjutnya. Jelaskan mengenai proses pencabutan dan apa yang diharapkan setelahnya.

 

Prosedur Pencabutan Susuk dengan Teknik U

o Pasien mencuci seluruh lengan dan tangan dengan sabun dan air mengalir.

o Pasien berbaring dengan lengan lurus atau sedikit bengkok dan disangga dengan baik.

o Letakkan kain bersih dan kering di bawah lengan klien.

o Tentukan lokasi ke-6 kapsul melalui perabaan tanpa sarung tangan. Basahkan sedikit ujung jari dengan larutan antiseptik untuk menghilangkan gesekan antara ujung jari dengan kulit pasien. Tentukan tempat insisi di dekat lipatan siku. Bila tidak dapat meraba kapsul lihat lokasi pemasangan pada catatan medik pasien.

o Beri tanda setiap posisi kapsul di lengan dengan spidol.

o Siapkan peralatan steril secara baik dan benar di tempat yang mudah terjangkau.

o Cuci tangan dan keringkan dengan kain bersih, lalu pakai sarung tangan steril. Bila terdapat bedak, bersihkan dengan kasa steril yang direndam dengan air steril/mendidih.

o Usap tempat pencabutan dengan kapas atau kasa yang direndam dalam antiseptik yang dipegang klem. Lakukan dengan gerakan melingkar ke luar (8- 13 cm) dan biarkan kering.

o Tutup lengan sekitar dengan duk steril.

o Raba seluruh kapsul sekali lagi untuk menentukan lokasinya.

o Setelah yakin pasien tidak alergi terhadap obat, isi spuit dengan 3 ml obat anestesi. Masukkan jarum di bawah ujung kapsul yang terdekat dengan siku sampai sekitar sepertiga panjang kapsul pertama (1 cm), tarik perlahan hingga membentuk jalur sambil menyuntikkan sebanyak 0,5 ml. Tanpa mencabut jarum, geser ujung jarum ke arah kapsul berikut. Ujung kapsul akan terangkat.

o Ulangi prosedur hingga seluruh ujung keenam kapsul. Bila perlu dapat ditambahkan anestesi di bawah kapsul selama berlangsung proses pencabutan. Dosis total tidak boleh lebih dari 10 ml (10g/1).

o Pijat lengan agar penyebaran obat merata dan efektivitas obat meningkat. Cek efek anestesi dengan menyentuh tempat insisi perlahan dengan skapel.

o Tentukan lokasi insisi pada kulit: antara kapsul 3 dan 4 dengan jarak 5 mm di atas ujung kapsul dekat siku. Lokasi ini cukup bila akan dipasang kembali susuk yang baru.

o Buat insisi kecil (4 mm) dengan arah memanjang pada lokasi tersebut.

o Masukkan ujung klem pemegang susuk dengan hati-hati melalui luka insisi.

o Fiksasi kapsul terdekat pada luka insisi dengan jari telunjuk sejajar panjang kapsul.

o Masukkan klem lebih dalam sampai ujungnya menyentuh kapsul, buka klem, dan jepit kapsul dengan sudut yang tepat pada sumbu panjang kapsul sekitar 5 mm di atas ujung bawah kapsul. Tarik ke arah insisi, jatuhkan klem 180o ke arah bahu pasien untuk memaparkan ujung bawah kapsul.

o Bersihkan kapsul dari jaringan ikat sekeliling dengan kasa steril atau sisi tidak tajam skapel pada ujung bawah kapsul sehingga mudah dicabut.

o Gunakan klem lain untuk menjepit kapsul yang telah terpapar. Lepaskan klem pemegang susuk dan cabut susuk dengan perlahan dan hati-hati.

o Bila sulit dicabut, bersihkan kembali jaringan sekitar.

o Letakkan kapsul yang telah dicabut dalam mangkok kecil berisi larutan klorin 0,5%.

o Ulangi prosedur pada kapsul lain yang tersisa. Cabut yang tampak paling mudah dicabut. Periksa apakah kapsul dicabut utuh (bila utuh akan mengapung).

o Bila klien ingin melanjutkan pemakaian susuk, pasang kapsul baru melalui insisi dengan arah yang sama dengan terdahulu atau berlawanan, jangan terlalu dekat dengan siku karena mengganggu gerakan. Insisi baru hanya dilakukan bila terlalu banyak jaringan ikat pada tempat pemasangan pertama atau antara tempat insisi dan siku tidak tersedia cukup tempat. Bila tidak memungkinkan, lakukan pemasangan di lengan lain.

o Bila klien tidak ingin memakai susuk lagi, bersihkan daerah sekitar insisi dengan kasa antiseptik. Pegang kedua tepi luka dengan klem Mosquito untuk mengurangi perdarahan (10-15 detik).

o Dekatkan kedua tepi luka insisi kemudian tutup dengan band aid atau kasa steril dan plester. Periksa perdarahan.

o Tutup daerah insisi dengan balut tekan mengelilingi lengan untuk hemostasis dan mengurangi perdarahan bawah kulit.

 

Pencabutan Kapsul yang Sulit

Jangan dipaksa bila tidak semua kapsul dapat dicabut pada saat pencabutan yang pertama. Bila setelah 30-45 menit, pasien mengalami reaksi tidak enak, hentikan tindakan, dan pulangkan. Lakukan pencabutan kedua pada kedatangan setelah luka insisi sembuh (4-6 minggu). Untuk menghindari risiko hamil, berikan metode kontrasepsi lain seperti kondom atau pil.

 

Kapsul yang Tidak Dapat Diraba

Pada pemasangan yang terlalu dalam sehingga tidak teraba dapat dilakukan pemeriksaan sinar X atau USG.

 

Susuk Implanon®

Implanon® adalah jenis kontrasepsi susuk tidak terdegradasi yang terdiri dari simpai kopolimer etilen-viniasetat (EVA) sebagai pembawa substansi aktif senyawa progestin 3-keto-desogestrel (3-keto-DSG). Bentuknya batang putih lentur dengan panjang 40 mm dan diameter 2 mm dalam suatu jarum yang terpasang pada inserter khusus berbentuk semprit sekali pakai dalam kemasan steril kantong aluminium.

 

Implanon® dapat dipergunakan sedikitnya selama 3 tahun. Pemasangan sebagai suntikan subkutan biasa tanpa anestesi lokal.

 

Indikasi

Sebagai kontrasepsi jangka panjang untuk menjarangkan dan/atau mengakhiri kesuburan, selama laktasi, serta bila penggunaan estrogen merupakan kontraindikasi.

 

Kontraindikasi Relatif

Diduga atau diketahui hamil, tromboflebitis atau tromboemboli aktif, perdarahan vagina tanpa sebab yang jelas, penyakit hati akut, tumor hati jinak atau ganas, dan dugaan atau menderita kanker payudara.

 

Efek samping

Terutama berupa gangguan siklus haid, yaitu perdarahan tak teratur dan amenore.

 

Semua peringatan, efek samping, dan perhatian khusus yang berlaku untuk metode kontrasepsi yang hanya mengandung progestogen juga berlaku untuk Implanon®.

 

Cara Insersi Implanon®

o Bersihkan daerah suntikan dengan antiseptik. Lepaskan inserter steril sekali pakai dari pembungkus aluminium. Lepaskan penutup jarum.

o Masukkan jarum di bawah kulit di bagian dalam dan lengan atas (yang tidak dominan sampai dengan batas semprit).

o Lepaskan pengikat topangan pendorong suntikan dengan semprit sambil mempertahankan inserter dengan tangan yang lain.

o Putar pendorong suntikan 180o. Pertahankan pendorong suntikan di tempat dengan menekannya pada lengan dan tarik semprit dengan tangan yang lain untuk melepaskan susuk.

o Aplikasikan kasa steril dan balut tekan yang dipertahankan selama 3 hari.

 

Cara Pencabutan Implanon®

o Lokasikan susuk dengan perabaan. Cuci lengan klien secara aseptik.

o Lakukan anestesi lokal dengan 0,5-1 ml lidokain 1% pada tempat insisi akan dibuat, yaitu tepat di bawah susuk atau berbentuk V karena bila dilakukan tepat di atas susuk akan menyebabkan bengkak dan menyulitkan penentuan lokasi susuk.

o Buat insisi 2 mm. Lalu dorong dengan halus susuk ke arah insisi sampai ujungnya terlihat. Tangkap susuk dengan forseps (misalnya Mosquito forseps) dan cabutlah.

o Bila susuk tidak dapat didorong ke arah insisi, insersikan forseps tertutup ke dalam dan dengan halus diseksikan jaringan sekitar susuk. Pada saat bersamaan dorong susuk ke arah insisi dengan tangan yang lain.

o Tutup insisi dengan pembalut/band aid. Pasang balut tekan di atasnya dengan kasa steril.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 4 + 5 ?
Please leave these two fields as-is: