Kontrasepsi Mantap untuk Wanita

  • Sharebar

Definisi

Tubektomi adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur yang menyebabkan wanita bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi. Tubektomi merupakan alat kontrasepsi yang paling efektif dengan angka kegagalan kurang dari 1%.

 

Tubektomi dapat dilakukan pascakeguguran, pascapersalinan, atau pada masa interval. Tubektomi pascapersalinan sebaiknya dilakukan 48 jam setelah melahirkan karena belum dipersulit dengan edema tuba, infeksi, dan alat-alat genital belum menciut. Dikenal 2 tipe yang sering dipergunakan dalam pelayanan tubektomi, yaitu minilaparotomi dan laparoskopi.

 

Teknik minilaparotomi pascapersalinan dengan tubektomi cara modifikasi Pomeroy:

o Calon akseptor yang sudah dipuasakan 6-8 jam sebelum tindakan diminta berbaring. A/antisepsis lapangan operasi sekitar pusat. Tutup dengan kain steril berlubang di tengah.

o Anestesi umum dengan ketalar atau anestesi lokal dengan lidokain.

o Dengan posisi operator di kiri calon akseptor dan asisten di kanannya, buat insisi kecil sepanjang 2 cm setinggi fundus. Bila fundus setinggi pusat, sayatan dilakukan di lipatan kulit bawah pusat. Bila lebih tinggi, sayatan di lipatan kulit atas pusat. Kulit disayat melintang sampai tampak fasia dengan menegangkan lipatan kulit dengan 2 doek klem di daerah tersebut terlebih dahulu. Fasia dijepit dengan 2 klem arteri dan disayat melintang sampai hampir menembus peritoneum. Tembus sekaligus dengan gunting bengkok, lalu lebarkan lubangnya hingga cukup besar untuk dimasuki sebuah jari telunjuk dan sebuah tang tampon.

o Jika fundus terletak di bawah pusat pada 3-5 hari pascapersalinan, lakukan insisi mediana setinggi 2 jari di bawah fundus uteri sepanjang 1-2 cm. Tembus kulit perut dengan pisau, potong lemak dengan gunting Mayo sampai fasia otot rektus abdominis. Jepit fasia dengan 2 klem sampai tampak melalui lubang sayatan, lalu gunting atau sayat dengan pisau. Sisihkan otot dengan ujung jari telunjuk sampai teraba peritoneum yang berlandaskan korpus uteri. Jepit peritoneum dengan 2 klem, lalu potong dengan pisau atau gunting dan jepit pinggirnya dengan klem tadi atau langsung pasang retraktor abdomen.

o Tampilkan tuba dengan menarik retraktor ke arah tuba yang akan dicapai, atau dengan mendorong uterus dan tuba dengan jari lewat lubang sayatan. Jepit bagian tuba yang terlihat dengan pinset atau klem Babcock dan tarik perlahan-lahan keluar lubang.

o Jepit 1/3 bagian proksimal tuba dengan klem Babcock, kemudian angkat sampai melipat. Ikat dasar lipatan dengan catgut no.0 atau Dexon no.0 masing-masing pada lumen kiri dan kanan. Lakukan juga pengikatan di bawah ikatan tadi melingkari kedua lumen kiri dan kanan. Potong lipatan tuba di atas ikatan catgut tadi. Jika tak tampak perdarahan, gunting sisa catgut dan lepaskan tuba kembali ke rongga perut. Lakukan tindakan serupa pada tuba sisi lain.

o Tutup peritoneum dengan jahitan jelujur catgut no.00 dan kulit dengan 1-2 jahitan sutera atau catgut no.00 subkutis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 14 + 9 ?
Please leave these two fields as-is: