Kriptorkismus

  • Sharebar
Definisi
Kriptorkismus berarti skrotum dalam keadaan kosong artinya tidak terisi testis. Testis berada retroperitoneal turun dari bawah ginjal menuju skrotum pada bulan ke-6 atau permulaan bulan ke-7 kehidupan intrauterin. Testis di belakang prosesus vaginalis turun melewati anulus inguinalis interna, kanalis inguinalis, keluar melalui anulus inguinalis eksterna menuju skrotum.

 

Kriptorkismus dapat disebabkan oleh:

1. Testis tersembunyi

  1. Testis tidak turun (undescended testes)

o Arrested testes, testis berhenti pada suatu tempat di jalur penurunan testis menuju skrotum. Testis dapat masih terletak di intraabdominal, dalam kanalis inguinal atau di pintu masuk skrotum.

o Retractile testes, testis dapat berada di dalam skrotum, kadang-kadang tertarik ke atas akibat kontraksi muskulus kremaster yang terlalu kuat. Pada pemeriksaan palpasi testis dapat ditempatkan di dalam skrotum.

  1. Testis ektopik, testis terletak abnormal yaitu di luar jalur penurunan testis menuju skrotum. Testis sudah keluar melalui anulus inguinalis eksterna tetapi tidak menuju skrotum melainkan tetap di inguinal, di atas fasia atau berada di perineal.

2. Testis tidak ada, karena tidak terbentuk (absent testes), atau testis disgenesis/atrofi

 
Manifestasi Klinis
Ditemukan skrotum dalam keadaan kosong atau testis tidak pada tempatnya. Pemeriksaan dilakukan sebaik-baiknya dengan palpasi menggunakan 2 atau 3 jari dengan posisi pasien paling baik duduk bersila. Bila teraba testis, usahakan untuk mendorong testis menuju ke skrotum.

 
Pemeriksaan Penunjang
o Pemeriksaan radiologi

USG dilakukan untuk mencari lokasi testis, namun gambaran testis sukar dibedakan dengan limfadenopati intraabdomen. Dapat pula dilakukan MRI atau CT scan.

o Pemeriksaan kromatin seks dilakukan bila jenis kelamin tidak jelas.

 
Penatalaksanaan
Bila testis tidak ditemukan dengan pemeriksaan klinis, maka tidak adanya testis harus dibuktikan dengan pembedahan eksplorasi luas pada rongga retroperitoneal dan transperitoneal melalui insisi yang agak diperlebar di daerah inguinal (La Roque manouver).

 

Bila lokasi testis telah ditentukan, maka dilakukan:

1. Terapi hormonal dengan human chorionic gonadotropin (HCG) 2.500 unit per hari dibagi dalam 4 dosis secara intramuskular. Terapi ini dilakukan bila usia anak belum mencapai 2 tahun.

2. Terapi pembedahan.

Dilakukan orkidopeksi untuk:

  1. Mencapai fertilitas
  2. Mencegah terjadinya torsio testis
  3. Memperbaiki hernia konkomitan
  4. Mempermudah pemeriksaan bila terjadi tumor testis
  5. Efek psikologis dan kosmetik

Orkidopeksi dilakukan dengan meletakkan dan memfiksasi testis tanpa tegangan pada dasar skrotum. Kantong hernia atau prosesus vaginalis dibebaskan dari arteri, funikulus spermatikus, kemudian diligasi di bagian proksimalnya.

 
Komplikasi
Dapat terjadi sterilitas dan torsio testis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 15 + 6 ?
Please leave these two fields as-is: