Kurang Vitamin A

  • Sharebar

Pada tahun 1992 Indonesia telah bebas dari xeroftalmia dan merupakan negara pertama yang berhasil dalam program penanggulangan xeroftalmia sehingga Indonesia dianugrahi Spirit of Helen Keller.

 

Manifestasi Klinis

Dibagi menjadi gejala pada mata dan gejala di luar mata.

 

Gejala pada mata disebut sebagai xeroftalmia dan menurut WHO ( 1982) dibuat kriteria kelainan sebagai berikut:

1. Buta senja (night blindness, XN), yang diketahui bila anak sering jatuh atau salah menangkap benda yang diberikan saat senja

2. Kekeringan pada konjungtiva (conjunctival xerosis, XIA), merupakan proses perubahan bulbus, yaitu kering, tebal, keriput, dan terjadi penimbunan pigmen

3. Bercak Bitot (Bitot spot, XIB), berupa bercak berwarna putih berbuih dan terdiri dari penimbunan sel epitel

4. Kekeringan pada kornea (corneal ulceration/keratomalacia) < 1/3 permukaan (X3A), akibat keringnya epitel sehinga kejernihan kornea berkurang

5. Ulkus pada kornea (corneal ulceration/keratomalacia) = 1/3 permukaan (X3B)

6. Jaringan parut pada kornea (corneal scar, XS)

7. Xeroftalmia fundus (XF)

Defisiensi vitamin A dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat bila suatu daerah memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. XIB 0,5% dari populasi yang mempunyai risiko

2. X2 + X3A + X3B 0,01% dari populasi yang mempunyai risiko

3. XS 0,1% dari populasi yang mempunyai risiko

4. XN 1% dari populsi yang mempunyai risiko

5. Serum vitamin A 10 mg/dl sebanyak 5% dari populasi yang mempunyai risiko.

Gejala di luar mata adalah nafsu makan yang kurang dan gangguan pertumbuhan. Sering disertai dengan mudahnya terserang penyakit infeksi, berkurangnya nafsu makan, dan pertumbuhan yang mengalami hambatan. Beberapa penelitian pada binatang percobaan memperlihatkan defisiensi vitamin A dapat mempengaruhi fungsi keseimbangan, menimbulkan perubahan pada tekanan serebrospinal, menimbulkan kelainan metabolisme zat besi sehingga menyebabkan anemia dan mudahnya terserang penyakit.

 

Kelainan pada kulit biasanya terdapat pada paha sisi anterior dan lengan atas sisi posterior berupa kulit yang kering dengan papula keratin sekitar folikel rambut dan terdapat gumpalan keratin dalam folikel.

 
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan kadar vitamin A dalam darah

 
Penatalaksanaan
Umumnya kebutuhan sehari-hari vitamin A dapat dipenuhi dengan pemberian diet yang mengandung telur, susu, mentega, hati, sayuran berupa daun atau yang berwarna kuning (wortel dan sebagainya), buah-buahan yang berwarna kuning (tomat, pepaya, dan sebagainya).

 

Pemberian vitamin A dengan tujuan mengobati defisiensi vitamin A dan menambah persediaan vitamin A dalam hepar. Preparat yang dianjurkan adalah:

1. Oral: oil-based solution retinol palmitat atau asetat sebagai kapsul dengan/tanpa tambahan vitamin E.

2. Intramuskular: water miscible retinol paltnitat.

 

Pengobatan xeroftalmia:

a. Setelah dibuat diagnosa

110 mg retinol palmitat atau 66 mg retinol asetat (200.000 SI) per oral, atau 55 mg retinol palmitat ( 100.000 SI) intravena

b. Hari berikutnya

110 mg retinol palinitat atau 66 mg retinol asetat (200.000 SI) per oral

c. Sebelum dipulangkan/klinis memburuk/2-4 minggu kemudian

110 mg retinol palmitat atau 66 mg retinol asetat (200.000 SI) per oral

 

Dalam pokok-pokok kegiatan program perbaikan gizi, distribusi kapsul vitamin A diprioritaskan pada anak balita yang tinggal di daerah miskin dan atau kantong-kantong rawan KVA serta anak balita yang tinggal di daerah dengan angka morbiditas tinggi terutama penderita campak dan diare serta ibu nifas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 15 + 7 ?
Please leave these two fields as-is: