Leptospirosis

  • Sharebar

Definisi

Leptospirosis adalah suatu zoonosis yang disebabkan suatu mikroorganisme, yaitu Leptospira tanpa memandang bentuk spesifik serotipenya. Penyakit ini dapat berjangkit pada laki-laki maupun perempuan semua umur dan dikenal dengan berbagai nama seperti mud fever, slime fever, swamp fever, autumnal fever, infectious jaundice, field fever, cane cutter fever, dan lain-lain.

 

Etiologi

Penyakit yang terdapat di semua negara dan terbanyak ditemukan di negara beriklim tropis ini, disebabkan oleh Leptospira interrogans dengan berbagai subgrup yang masing-masing terbagi lagi atas serotipe bisa terdapat pada ginjal atau air kemih binatang piaraan seperti anjing, lembu, babi, kerbau dan lain-lain, maupun binatang liar seperti tikus, musang, tupai dan sebagainya. Manusia bisa terinfeksi jika terjadi kontak pada kulit atau selaput lendir yang luka/erosi dengan air, tanah, lumpur dan sebagainya yang telah tercemar oleh air kemih binatang yang terinfeksi leptospira. Menurut beberapa penelitian, yang tersering menginfeksi manusia ialah L. icterohaemorhagiae dengan reservoir tikus, L. canicola dengan reservoirnya anjing, dan L. pomona dengan reservoirnya sapi dan babi. Leptospira yang masuk melalui kulit maupun selaput lendir yang luka/erosi akan menyebar ke organ-organ dan jaringan tubuh melalui darah. Sistem imun tubuh akan berespons sehingga jumlah leptospira akan berkurang, kecuali pada ginjal, yaitu tubulus di mana akan terbentuk koloni-koloni pada dinding lumen yang mengeluarkan endotoksin dan kemudian dapat masuk ke dalam kemih.

 

Manifestasi Klinis

Manifestasi klinis beragam, mulai dari gejala ringan seperti demam yang tak terlalu tinggi sampai berat seperti sindrom Weil. Masa tunas berkisar antara 2-26 hari (kebanyakan 7-13 hari dengan rata-rata 10 hari). Pada leptospirosis akan ditemukan perjalanan klinis bifasik, yaitu leptospiremia di mana leptospira ditemukan dalam darah, fase imun, dan fase penyembuhan. Pada fase leptospiremia timbul gejala demam yang mendadak, disertai gejala sakit kepala terutama di bagian frontal, oksipital, atau bitemporal. Pada otot akan timbul keluhan mialgia dan nyeri tekan terutama pada otot gastroknemius, paha, dan pinggang yang diikuti dengan hiperestesia kulit. Pada fase yang berlangsung selama 4-9 hari ini juga dapat ditemui gejala menggigil dan demam tinggi, mual, muntah, diare, batuk, sakit dada, hemoptisis, penurunan kesadaran, dan injeksi konjungtiva. Injeksi faringeal, kulit dengan ruam berbentuk makular/makulopapular/urtikaria yang tersebar pada badan, splenomegali, dan hepatomegali. Fase berikutnya adalah fase imun yang berkaitan dengan munculnya antibodi IgM sementara konsentrasi C3 tetap normal. Manifestasi klinis fase ini lebih bervariasi dibandingkan pada fase leptospiremia. Setelah gejala asimtomatik selama 1-3 hari, gejala klinis pada fase leptospiremia yang sudah menghilang akan muncul kembali, dan kadang disertai meningismus. Pada fase ini, demam jarang melebihi 39oC dan berlangsung selama 1-3 hari. Gejala lain yang muncul pada fase imun ini adalah iridosiklitis, neuritis optik, mielitis, ensefalitis, serta neuropati perifer. Pada fase 3, yaitu fase penyembuhan yang biasanya terjadi pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4 dan dapat ditemukan demam atau nyeri otot yang kemudian berangsur-angsur hilang.

 

Pada leptospirosis terdapat beberapa gambaran klinis yang khas, seperti sindrom Weil, meningitisaseptik, pretibial fever, dan miokarditis. Pada sindrom Weil yang disebabkan L. icterohaemorrhagiae maupun serogrup lain yang terdapat pada 1-6% kasus leptospirosis, ditemukan ikterus yang terkadang disertai perdarahan, anemia, azotemia, gangguan kesadaran, dan demam dengan tipe febris kontinua. Gejala khas sindrom Weil muncul pada hari 3-6 dan didahului dengan gejala awal yang tidak berbeda dengan leptospirosis biasa. Penurunan demam bisa terjadi pada hari ke-7 tapi pada kekambuhan terdapat demam sampai beberapa minggu. Hati membesar dan nyeri tekan dengan serum glutamik oksaloasetat transaminase (SGOT) meninggi, namun tidak melebihi 5 x normal dan bilirubin meninggi sampai 40 mg% karena hambatan pada ekskresi bilirubin.

 

Manifestasi gangguan ginjal ditandai dengan adanya proteinuria dan azotemia dan bila berat dapat terjadi nekrosis tubular akut dan oliguria. Peninggian blood urea nitrogen (BUN) yang hebat dapat terjadi pada hari ke-5 sampai ke-7. Pada sindrom Weil bisa juga terjadi perdarahan karena proses vaskulitis difus di kapiler disertai hipoprotrombinemia dan trombositopenia, misalnya epistaksis, hemoptisis, hematemesis, melena, perdarahan adrenal serta pneumonitis hemoragik di paru. meningitisaseptik terjadi pada 5-13% pasien leptospirosis. Pada fase imun dari penyakit yang tersering disebabkan karena L. canicola ini, terjadi pleiositosis yang hebat dan cepat dengan jumlah leukosit dalam cairan serebrospinal 10-100/mm3 kadang sampai 1.000 dengan sel terbanyak adalah sel leukosit neutrofil atau sel mononuklear. Glukosa dalam cairan serebrospinal bisa normal atau menurun.

 

Peninggian protein yang bisa mencapai 100 mg% dapat dipakai untuk membedakan meningitisaseptik yang disebabkan leptospira dengan virus. L. automnalis, karena tersering menyebabkan pretibial fever yang onsetnya tiba-tiba dengan gambaran khas adanya ruam berdiameter 3-5 cm yang menonjol dan eritematosa dengan distribusi yang simetris di daerah pretibial. Pada 95% pasien ditemukan splenomegali. L. pomona yang biasanya menyebabkan ruam pada badan kadang menyebabkan pretibial fever. Miokarditis yang disertai aritmia jantung berupa fibrilasi atrial, flutter atrial, takikardi ventrikular, dan ventricular premature beat dapat disebabkan infeksi L. pomona dan L. grippotyphosa.

 

Komplikasi

Pada leptospirosis, komplikasi yang sering terjadi ialah iridoksiklitis, gagal ginjal, miokarditis, meningitis aseptik, dan hepatitis. Perdarahan masif jarang ditemui dan bila terjadi selalu menyebabkan kematian.

 

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis berupa riwayat pekerjaan pasien, apakah termasuk kelompok orang dengan risiko tinggi seperti berpergian di hutan belantara, rawa, sungai, atau petani dan gejala klinis berupa demam yang muncul tiba-tiba, nyeri kepala, terutama di bagian frontal, mata merah/fotofobia, keluhan gastointestinal, dan lain-lain. Pada pemeriksaan fisik ditemukan demam, bradikardi, nyeri tekan otot, ruam pada kulit, hepatomegali, dan lain-lain. Pada laboratorium darah rutin didapatkan leukositosis, normal, atau sedikit menurun disertai gambaran neutrofilia dan laju endap darah (LED) yang meninggi. Pada urin dijumpai proteinuria, leukosituria, dan sedimen sel torak. Bila terdapat hepatomegali maka bilirubin darah dan transaminase meningkat. BUN, ureum, dan kreatinin bisa meningkat bila terdapat komplikasi pada ginjal.

 

Diagnosis Banding

Influenza yang sporadik, meningitisaseptik viral, riketsiosis, semua penyakit dengan ikterus (hepatitis, demam kuning, dll.), glandular fever, bruselosis, pneumonia atipik, demam berdarah dengue, penyakit susunan saraf yang akut, dan fever of unknown origin (FUO).

 

Penatalaksanaan

Obat antibiotik yang biasa diberikan adalah penisilin, streptomisin, tetrasiklin, kloramfenikol, eritromisin, dan siprofloksasin. Obat pilihan pertama adalah penisilin G 1,5 juta unit setiap 6 jam selama 5-7 hari. Dalam 4-6 jam setelah pemberian penisilin G terlihat reaksi Jarisch-Hexheimmer yang menunjukkan adanya aktivitas antileptospira. Obat-obat ini efektif pada pemberian hari 1-3 namun kurang bermanfaat bila diberikan setelah fase imun dan tidak efektif jika terdapat ikterus, gagal ginjal, dan meningitis. Tindakan suportif diberikan sesuai keparahan penyakit dan komplikasi yang timbul.

 

Prognosis

Tergantung keadaan umum pasien, umur, virulensi leptospira, dan ada tidaknya kekebalan yang didapat. Kematian juga biasanya terjadi akibat sekunder dari faktor pemberat seperti gagal ginjal, atau perdarahan dan terlambatnya pasien mendapat pengobatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 6 + 10 ?
Please leave these two fields as-is: