Letak Lintang

  • Sharebar
Definisi
Letak lintang adalah keadaan sumbu memanjang janin kira-kira tegak lurus dengan sumbu memanjang tubuh ibu. Bila sumbu memanjang itu membentuk sudut lancip, disebut letak lintang oblik, yang biasanya sementara karena kemudian akan berubah menjadi posisi longitudinal pada persalinan.

 

Pada letak lintang, bahu berada di atas pintu atas panggul. Kepala berada di salah satu fosa iliaka dan bokong pada fosa iliaka yang lain. Pada keadaan ini, janin biasanya berada pada presentasi bahu/akromion. Punggung janin dapat berada di depan (dorsoanterior), belakang (dorsoposterior), atas (dorsosuperior), atau bawah (dorsoinferior).

 

Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan, bahu akan masuk ke dalam panggul sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. Bila janin kecil, sudah mati, dan menjadi lembek, kadang-kadang persalinan dapat berlangsung spontan. Janin lahir dalam keadaan terlipat melalui jalan lahir (konduplikasio korpore) atau lahir dengan evolusio spontanea menurut cara Denman atau Douglas.

 
Etiologi
Relaksasi berlebih dinding abdomen akibat multiparitas, uterus abnormal (uterus arkuatus atau subseptus), panggul sempit, tumor daerah panggul, pendulum dari dinding abdomen, plasenta previa, insersi plasenta di fundus, bayi prematur, hidramnion, kehamilan ganda.

 
Diagnosis
o Pemeriksaan luar: uterus lebih melebar dan fundus uteri lebih rendah, tidak sesuai dengan umur kehamilan. Fundus uteri kosong, kepala janin berada di samping. Di atas simfisis juga kosong, kecuali bila bahu sudah turun ke dalam panggul. Denyut jantung janin ditemukan di sekitar umbilikus.

o Pemeriksaan dalam: teraba bahu dan tulang-tulang iga/ketiak/punggung (teraba skapula dan ruas tulang belakang)/dada (teraba klavikula). Kadang-kadang teraba tali pusat yang menumbung.

 
Komplikasi
Cedera tali pusat, timbul sepsis setelah ketuban pecah dan lengan menumbung melalui vagina, kematian janin, ruptur uteri.

 
Penatalaksanaan
Lakukan versi luar bila syarat versi luar terpenuhi. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan. Pada permulaan persalinan masih dapat diusahakan untuk melakukan versi luar asalkan pembukaan masih kurang dari 4 cm dan ketuban belum pecah.

 

Pada primigravida, bila versi luar tidak berhasil, segera lakukan seksio sesarea. Pada multigravida, bila riwayat obstetri baik, tidak ada kesempitan panggul, dan janin tidak seberapa besar, dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan serviks lengkap, kemudian dilakukan versi ekstraksi.

 

Pada letak lintang kasep, bila janin masih hidup, segera lakukan seksio sesarea. Bila janin sudah mati, lahirkan pervaginam dengan dekapitasi.

 
Prognosis
Bila terjadi ruptur uteri spontan atau ruptur traumatik akibat versi dan ekstraksi yang buruk/ terlambat, dapat terjadi kematian. Bila diagnosis berhasil ditegakkan secara dini dan penanganannya tepat, prognosis baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 15 + 14 ?
Please leave these two fields as-is: