Limfoma Hodgkin

  • Sharebar

Angka kejadian yang didasarkan pada populasi di Indonesia belum ada. Namun telah diketahui bahwa penyakit ini lebih banyak menyerang laki-laki daripada wanita.

 

Etiologi

Penyebab pasti belum dapat diketahui, namun salah satu yang paling dicurigai adalah virus Epstein-Barr. Biasanya dimulai pada satu kelenjar getah bening dan menyebar ke sekitarnya per kontinuitatum atau melalui sistem saluran kelenjar getah bening ke kelenjar-kelenjar sekitarnya. Meskipun jarang, sesekali menyerang juga organ-organ ekstranodal seperti lambung, testis, dan tiroid.

 

Pada penemuan statistik, penyakit ini didapatkan pada kelas sosioekonomi lebih tinggi dan insidensnya meningkat pada keluarga dengan riwayat penyakit Hodgkin (predisposisi genetik).

 

Manifestasi Klinis

Gejala utama adalah pembesaran kelenjar. Yang tersering dan termudah dideteksi adalah pembesaran kelenjar di daerah leher. Gejala-gejala selanjutnya tergantung pada lokasi penyakit dan organ-organ yang diserang. Pada jenis ganas dan pada penyakit yang telah dalam stadium lanjut, sering disertai dengan gejala-gejala sistemik, yaitu demam yang tidak jelas sebabnya, berkeringat malam, dan penurunan berat badan sebesar 10% selama 6 bulan. Kadang-kadang kelenjar terasa nyeri bila pasien minum alkohol. Hampir semua sistem dapat diserang penyakit ini, seperti saluran cerna, saluran napas, sistem saraf, sistem darah, dan lain-lain.

 

Pemeriksaan Penunjang

Secara patologi anatomi, didapatkan gambaran khas yang merupakan gambaran sel keganasan, yaitu sel Reed Sternberg.

 

Tingkatan penyakit (Staging)

Staging yang dianut adalah staging menurut simposium penyakit Hodgkin di Ann Arbor, yaitu Rye staging yang disempurnakan oleh kelompok dari Universitas Stanford yang ditetapkan pada simposium tersebut.

Penatalaksanaan

Pengobatan sangat tergantung pada stadium penyakitnya.

o Stadium I atau II, dapat diterapi dengan menggunakan radioterapi lapangan luas.

o Stadium IIIA2, IIIB, atau IV, direkomendasikan untuk menggunakan kemoterapi sistemik. Transplantasi sumsum tulang dapat digunakan pada kasus-kasus relaps. Regimen kemoterapi yang dapat digunakan adalah MOPP (metotreksat, vinkristin, prokarbazin, dan prednison). Digunakan minimal selama 6 siklus dengan 2 siklus tambahan setelah terjadi remisi sempurna. Hal ini merupakan regimen kuratif pertama. Selain itu dapat digunakan kombinasi lain, yaitu ABVD (doksorubisin (adriamisin), bleomisin, vinblastin, dan dakarbazin).

 

Prognosis

Dengan pengelolaan yang baik, penyakit Hodgkin dapat dikendalikan dalam waktu yang cukup lama. Di Amerika Serikat, kemampuan hidup 5 tahun lebih dari 80% pada stadium I atau II. Pasien dengan stadium IIIA mempunyai ketahanan hidup 5 tahun sebanyak 65%. Pada pasien dengan stadium IIIA2, IIIB, atau IV, apabila diterapi dengan kemoterapi, dapat terjadi remisi pada 80-95% kasus, di mana lebih dari 50% dari pasien tersebut mencapai perpanjangan masa bebas gejala. Prognosis ini banyak ditentukan oleh faktor-faktor seperti stadium, jenis histologik, massa tumor keseluruhan, terapi, dll.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 11 + 10 ?
Please leave these two fields as-is: