Limfoma non Hodgkin

  • Sharebar

Lebih dari 45.000 pasien didiagnosis sebagai limfoma non Hodgkin (LNH) setiap tahun di Amerika Serikat. Limfoma non Hodgkin, khususnya limfoma susunan saraf pusat biasa ditemukan pada pasien dengan keadaan defisiensi imun dan yang mendapat obat-obat imunosupresif, seperti pada pasien dengan transplantasi ginjal dan jantung.

 

Etiologi

o Abnormalitas sitogenetik, seperti translokasi kromosom.

o Infeksi virus

§ Virus Epstein-Barr yang berhubungan dengan limfoma Burkitt, sebuah penyakit yang bisa ditemukan di Afrika.

§ Infeksi HTLV-I (Human T Lymphotropic Virus tipe 1)

 

Manifestasi Klinis

Gejala pada sebagian besar pasien asimtomatik. Sebanyak 20% pasien dapat mengalami demam, keringat malam, dan penurunan berat badan.

 

Pada pasien dengan limfoma indolen dapat terjadi adenopati selama beberapa bulan sebelum terdiagnosis, meskipun biasanya terdapat pembesaran persisten dari nodul kelenjar getah bening. Untuk ekstranodalnya, penyakit ini paling sering terjadi pada lambung, paru-paru, dan tulang, yang mengakibatkan karakter gejala pada penyakit yang biasa menyerang organ-organ tersebut.

 

Penatalaksanaan

Terapi yang dilakukan biasanya melalui pendekatan multidisiplin. Terapi yang dapat dilakukan adalah:

1. Radioterapi.

LNH sangat radiosensitif. Radioterapi ini dapat dilakukan untuk penyakit lokal, paliatif, dan stadium I limfoma indolen.

2. Kemoterapi, dapat dilakukan pada

o LNH indolen derajat ringan dengan menggunakan klorambusil atau siklofosfamid, dengan atau tanpa prednison.

o Limfoma stadium I atau II derajat menengah atau tinggi, biasanya berespons baik terhadap kombinasi kemoterapi dengan atau tanpa radioterapi. Angka penyembuhan sekitar 80-90%.

o Limfoma agresif derajat menengah atau tinggi, seperti limfoblastik atau limfoma Burkitt, dapat langsung mendapatkan regimen kombinasi kemoterapi, seperti CHOP (siklofosfamid, doksorubisin, vinkristin, dan prednison)

3. Kombinasi radioterapi dan kemoterapi setelah biopsi bedah, biasa dilakukan sebagai modalitas pengobatan.

 

Prognosis

Banyak pasien yang dapat mencapai respons sempurna, sebagian diantaranya dengan limfoma sel besar difus, dapat berada dalam keadaan bebas gejala dalam periode waktu yang lama dan dapat pula disembuhkan. Pemberian regimen kombinasi kemoterapi agresif berisi doksorubisin mempunyai respons sempurna yang tinggi berkisar 40-80%.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 2 + 9 ?
Please leave these two fields as-is: