Mioma Uteri

  • Sharebar

Definisi

Mioma uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat sehingga dalam kepustakaan disebut uga leiomioma, fibromioma, atau fibroid.

 

Etiologi

Belum diketahui.

 

Histopatogenesis

Mioma memiliki reseptor estrogen yang lebih banyak dibanding miometrium normal. Menurut letaknya, mioma terdiri dari mioma submukosum, intramural, dan subserosum. Mioma uteri lebih sering ditemukan pada nulipara, faktor keturunan juga berperan. Mioma uteri terdiri dari otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti konde diliputi pseudokapsul. Perubahan sekunder pada mioma uteri sebagian besar bersifat degeneratif karena berkurangnya aliran darah ke mioma uteri. Perubahan sekunder meliputi atrofi, degenerasi hialin, degenerasi kistik, degenerasi membatu, degenerasi merah, dan degenerasi lemak.

 

Manifestasi Klinis

Manifestasi klinis tergantung letak mioma, besarnya, perubahan sekunder, dan komplikasi serta hanya terdapat pada 35-50% penderita. Manifestasi klinis digolongkan menjadi:

o Perdarahan abnormal, yaitu dismenore, menoragi, metroragi.

o Rasa nyeri.

o Gejala dan tanda penekanan, seperti retensio urine, hidronefrosis, hidroureter.

o Abortus spontan.

o Infertilitas.

 

Pemeriksaan Penunjang

o USG abdominal dan transvaginal.

o Laparoskopi.

 

Komplikasi

o Degenerasi ganas.

o Torsi yang menimbulkan nekrosis, sindrom abdomen akut.

 

Diagnosis

Penderita datang dengan keluhan ada benjolan di perut bagian bawah, rasa berat, perdarahan abnormal, retensio urin, dll. Pada pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan bimanual didapatkan tumor padat uterus yang sering teraba berbenjol atau bertangkai. Dengan sonde didapatkan kavum uteri lebih luas.

 

Diagnosis Banding

Kehamilan, inversio uteri, adenomiosis, koriokarsinoma, karsinoma korpus uteri, kista ovarium, sarkoma uteri.

 

Penatalaksanaan

o Pada mioma kecil dan tidak menimbulkan keluhan, tidak diberikan terapi, hanya diobservasi tiap 3-6 bulan untuk menilai pembesarannya. Mioma akan lisut setelah menopause.

o Pemberian GnRH agonis selama 6 minggu.

o Miomektomi dengan atau tanpa histerektomi bila besar uterus melebihi seperti kehamilan 12-14 minggu.

o Radioterapi.

o Estrogen untuk pasien setelah menopause dan observasi setiap 6 bulan.

 

Prognosis

Rekurensi setelah miomektomi terdapat pada 15-40% penderita dan 2/3-nya memerlukan pambedahan lagi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 3 + 4 ?
Please leave these two fields as-is: