Obat Antiinsomnia

  • Sharebar

Obat antiinsomniamempunyai beberapa sinonim, antara lain hipnotis dan somnifasien.

 

Dalam membicarakan obat antiinsomniayang menjadi obat acuan adalah fenobarbital.

Efek Samping

o Efek samping: supresi susunan saraf pusat (SSP) pada saat tidur.

o Hati-hati pada pasien dengan insufisiensi pernapasan; uremia, dan gangguan fungsi hati, karena pada keadaan tersebut terjadi penurunan fungsi SSP sehingga dapat memudahkan timbulnya koma. Pada pasien usia lanjut dapat terjadi sedasi berlebihan sehingga risiko jatuh dan trauma menjadi besar, yang sering terjadi adalah fraktur panggul.

o Penggunaan lama obat golongan benzodiazepin dapat terjadi disinhibiting effect yang menyebabkan rage reaction (perilaku menyerang dan ganas).

 

Cara Penggunaan

Pemilihan:

o Untuk initial insomnia: sulit masuk ke dalam proses tidur, digunakan obat yang bersifat sleep inducing antiinsomnia, yaitu golongan benzodiazepin (short acting), misalnya pada gangguan ansietas

o Untuk delayed insomnia: proses tidur terlalu cepat berakhir dan sulit masuk kembali ke dalam proses tidur selanjutnya, digunakan obat yang bersifat prolong patent phase antiinsomnia, yaitu golongan heterosiklik antidepresan (trisiklik dan tetrasiklik), misalnya pada gangguan depresi

o Untuk broken insomnia: siklus proses tidur yang normal tidak utuh dan terpecah-­pecah menjadi beberapa bagian (multiple awakening), digunakan obat yang bersifat sleep maintaining antiinsomnia, yaitu golongan fenobarbital atau golongan benzodiazepin (long acting)

 

Pengaturan dosis:

o Pemberian tunggal dosis anjuran 15-30 menit sebelum pergi tidur

o Dosis awal dapat dinaikkan sampai mencapai dosis efektif dan dipertahankan sampai 1­2 minggu, kemudian secepatnya tapering off, untuk mencegah timbulnya rebound dan toleransi obat

o Pada usia lanjut dosis harus lebih kecil dan peningkatan dosis perlahan-lahan

o Pemakaian obat antiinsomniasebaiknya sekitar 1-2 minggu saja, tidak lebih dari 2 minggu, agar risiko ketergantungan kecil.

 

Kontraindikasi

o Sleep apnoe syndrome

o Gagal jantung kongestif

o Penyakit saluran penapasan kronik

 

Penggunaan benzodiazepin pada wanita hamil berisiko teratogenik, khususnya trimester pertama. Obat ini juga diekskresikan melalui ASI.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 13 + 13 ?
Please leave these two fields as-is: