Opiat

  • Sharebar

Umumnya kelompok opiat digunakan untuk mengatasi nyeri melalui mekanisme efek depresi pada otak. Morfin, yang merupakan bagian dari kelompok ini, digunakan untuk terapi medis pada nyeri dada, edema paru, dan untuk mengatasi rasa sakit berlebihan pada keganasan, namun dalam perkembangannya sering disalahgunakan. Di Indonesia belum pernah ada laporan tentang angka kematian akibat overdosis opiat namun jangan sampai lengah karena mungkin saja kasus akan bertambah seiring dengan kemajuan zaman.

 

Pada umumnya, kelompok opiat mempunyai kemampuan menstimulasi susunan saraf pusat melalui aktivasi reseptor yang akan menyebabkan efek sedasi dan depresi napas. Kematian umumnya terjadi karena apnea atau aspirasi paru dari cairan lambung. Mekanisme terjadinya reaksi edema paru akut (nonkardiogenik) hingga saat ini masih belum jelas.

 

Reaksi toksisitas sangat beragam, tergantung dari cara pemberian, efek toleransi pada pemakai kronik, lama kerja, dan masa paruh obat yang akhirnya akan menentukan tingkat toksisitas.

 

Manifestasi Klinis

Dosis toksik selalu akan menyebabkan sianosis, nadi lemah, hipotensi, spasme saluran cerna dan bilier, dapat terjadi edema paru, dan kejang. Pupil yang pinpoint dapat mengalami dilatasi pada anoksia berat. Kematian karena gagal napas dapat terjadi dalam 2-4 jam setelah pemakaian oral maupun subkutan. Pada pemakaian secara intravena dapat berlangsung lebih cepat. Beberapa tanda dan gejala yang dapat terjadi ialah hipertermia, aritmia jantung, hipertensi, bronkospasme, sindrom parkinsonisme, nekrosis tubular akut (akibat rabdomiolisis dan mioglobinuria), serta gagal ginjal. Kulit berwarna kemerahan, leukositosis, dan hipoglikemia dapat terjadi (pernah dilaporkan).

 

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium untuk melihat kadar dalam darah tidak selalu diperlukan karena pengobatan berdasarkan besarnya masalah lebih diperlukan daripada konfirmasi kadar/jenis obat. Pada evaluasi perlu dilakukan pemeriksaan analisis darah serial, penilaian fungsi paru, dan foto toraks untuk kasus dengan kelainan paru, di samping pemeriksaan glukosa darah, dan elektrolit.

 

Diagnosis

Bila ditemukan gejala klinis yang khas, seperti pinpoint, depresi napas yang membaik setelah pemberian nalokson, maka penegakkan diagnosis secara klinis dapat dilakukan dengan mudah. Kadang-kadang ditemukan bekas suntikan yang khas, disebut needle track sign. Hasil pemeriksaan laboratorium tidak selalu seiring dengan gejala klinis. Pemeriksaan secara kualitatif dari bahan urin cukup efektif untuk memastikan diagnosis.

 

Penatalaksanaan

Sebelum melangkah pada pengobatan perlu mengetahui alur penatalaksanaan keracunan opiat seperti di bawah ini agar mendapat suatu gambaran yang lebih jelas.

 

Pengobatan:

1. Nalokson (Narcan®)

Nalokson adalah antidot untuk intoksikasi opiat baik pada kasus dewasa maupun anak. Dosis 0,4-2 mg. Dosis dapat diulang pada kasus berat dengan panduan perbaikan gejala klinis. Dapat dipertimbangkan drip nalokson bila ada kecurigaan intoksikasi dengan obat narkotika yang long acting. Efek nalokson berlangsung setiap sekitar 2-3 jam. Bila dalam observasi tidak ada respons setelah pemakaian total 10 mg, diagnosis intoksikasi opiat perlu dikaji ulang.

2. Edema paru diobati sesuai dengan antidotnya, yaitu pemberian nalokson disamping oksigen dan respirator bila diperlukan.

3. Pada hipotensi diberikan cairan iv yang adekuat. Bisa dipertimbangkan pemberian dopamin dengan dosis 2-5 mcg/kg BB/menit dan dapat dititrasi bila diperlukan.

4. Pada pasien dengan intoksikasi per oral jangan dilakukan percobaan untuk membuatnya muntah.

5. Bilas lambung. Dapat dilakukan segera setelah intoksikasi dengan opiat oral, awasi jalan napas dengan baik.

6. Arang aktif (activated charcoal) dapat diberikan pada intoksikasi per oral dengan mencampurkan 240 ml cairan dengan 230 g arang, dapat diberikan sampai 100 g.

7. Bila terjadi kejang, dapat diberikan diazepam 5-10 mg dan dapat diulang bila perlu. Monitor tekanan darah dan tanda depresi napas. Bila ada indikasi dapat dilakukan intubasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 15 + 15 ?
Please leave these two fields as-is: