Pemeriksaan Cairan Mani (Semen)

  • Sharebar

Pemeriksaan cairan mani dapat digunakan untuk membuktikan:

1. Adanya persetubuhan melalui penentuan adanya cairan mani dalam labia minor atau vagina yang diambil dari forniks posterior.

2. Adanya ejakulasi pada persetubuhan atau perbuatan cabul melalui penentuan adanya cairan mani pada pakaian, seprai, kertas tissue, dsb.

 

Pemeriksaan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Penentuan spermatozoa (mikroskopis)

  1. Tanpa pewarnaan untuk melihat motilitas spematozoa yang paling bermakna untuk memperkirakan saat terjadinya persetubuhan.

Cara pemeriksaan:

o Letakkan satu tetes lendir vagina pada kaca obyek

o Lihat dengan pembesaran 500 kali dengan kondensor diturunkan

o Perhatikan pergerakan spermatozoa

Umumnya disepakati dalam 2-3 jam setelah persetubuhan masih dapat ditemukan spermatozoa yang bergerak dalam vagina. Haid akan memperpanjang waktu ini menjadi 3-4 jam. Berdasarkan beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa sper­matozoa masih dapat ditemukan 3 hari, kadang-kadang sampai 6 hari pasca­persetubuhan. Pada orang mati, spermatozoa masih dapat ditemukan hingga 2 minggu pasca persetubuhan, bahkan mungkin lebih lama lagi.

 

Bila spermatozoa tidak ditemukan, belum tentu dalam vagina tidak ada ejakulat karena kemungkinan azoosperma atau pascavasektomi. Bila hal ini terjadi, maka perlu dilakukan penentuan cairan mani dalam cairan vagina.

 

  1. Dengan pewarnaan

Cara pemeriksaan:

o Buat sediaan apus

o Fiksasi dengan melewatkan gelas sediaan apus tersebut pada nyala api

o Pulas dengan HE, biru metilen, atau hijau malakit.

Cara pewarnaan yang mudah dan baik untuk kepentingan forensik adalah pulasan dengan hijau malakit dengan prosedur sebagian berikut:

o Warnai dengan larutan hijau malakit 1% selama 10 – 15 menit

o Cuci dengan air mengalir

o Lakukan pulas ulang dengan larutan Eosin Yellowish 1% selama 1 menit

o Cuci lagi dengan air

Keuntungan dengan pulasan ini adalah inti sel epitel dan leukosit tidak terdiferensiasi, sel epitel berwarna merah muda merata dan leukosit tidak terwamai. Kepala spermatozoa tampak merah dan lehernya merah muda, ekornya berwarna hijau.

 

2. Penentuan cairan mani (kimiawi)

a. Reaksi fosfatase asam merupakan tes penyaring adanya cairan mani sehingga harus selalu dilakukan pada setiap sampel yang diduga cairan mani sebelum dilakukan pemeriksaan lain.

Dasar reaksi. Adanya enzim fosfatase asam dalam kadar tinggi yang dihasilkan oleh kelenjar prostat.

Prinsip. Enzim fosfatase asam menghidrolisis natrium alfa naftil fosfat. Alfa naftil yang telah dibebaskan akan bereaksi dengan brentamin menghasilkan zat warna azo yang berwarma biru ungu.

Reagen:

Larutan A:

o Brentamin Fast Blue B 1 g ( 1 )

o Natrium asetat trihidrat 20 g (2)

o Asam asetat glasial 10 ml (3)

o Akuades 100 ml (4)

(2) dan (3) dilarutkan dalam (4) untuk menghasilkan larutan penyangga dengan pH 5, kemudian (1) dilarutkan dalam larutan penyangga tersebut

Larutan B:

Natrium alfa naftil fosfat 800 mg + Akuades 10 ml

89 ml Larutan A ditambah 1 ml larutan B, lalu disaring cepat ke dalam botol yang berwarna gelap. Jika disimpan di lemari es, reagen ini dapat bertahan berminggu­minggu dan adanya endapan tidak akan mengganggu reaksi.

Cara pemeriksaan:

o Bahan yang dicurigai ditempelkan pada kertas saring yang terlebih dahulu dibasahi dengan akuades selama beberapa menit

o Kertas saring diangkat dan disemprot/diteteskan dengan reagen

o Tentukan waktu reaksi dari saat penyemprotan sampai timbul warna ungu

Tes ini tidak spesifik, hasil positif semu dapat terjadi pada feses, air teh, kontrasepsi, sari buah, dan tumbuh-tumbuhan.

Hasil:

o Bercak yang tidak mengandung enzim fosfatase memberikan warna serentak dengan intensitas tetap, sedangkan bercak yang mengandung enzim tersebut memberikan intensitas warna secara berangsur-angsur

o Waktu reaksi 30 detik merupakan indikasi kuat adanya cairan mani. Bila 30-65 detik, masih perlu dikuatkan dengan pemeriksaan elektroforesis. Waktu reaksi > 65 detik belum dapat menyatakan sepenuhnya tidak terdapat cairan mani karena pernah ditemukan waktu reaksi > 65 detik tetapi spermatozoa positif.

o Enzim fosfatase asam yang terdapat di dalam vagina memberikan waktu reaksi rata-rata 90-100 detik.

o Kehamilan, adanya bakteri-bakteri dan jamur, dapat mempercepat waktu reaksi.

 

b. Reaksi Florence dilakukan dan memberi manfaat bila terdapat azoospermia atau cara lain untuk menentukan semen tidak dapat dilakukan

Dasar. Menentukan adanya kolin.

Reagen (larutan lugol) yang dapat dibuat dari:

o Kalium yodida 1,5 g

o Yodium 2,5 g

o Akuades 30 ml

Cara pemeriksaan:

o Bercak diekstraksi dengan sedikit akuades

o Ekstrak diletakkan pada kaca obyek, biarkan mengering

o Tutup dengan kaca penutup

o Reagen dialirkan dengan pipet di bawah kaca penutup

Hasil. Bila terdapat mani, tampak kristal kolin periodida coklat berbentukjarum dengan ujung sering terbelah.

Tes ini tidak khas untuk cairan mani karena ekstrak jaringan berbagai organ, putih telur, dan ekstrak serangga akan memberikan kristal serupa. Sekret vagina kadang-­kadang memberikan hasil positif. Sebaliknya, bila cairan mani belum cukup berdegradasi, maka hasilnya mungkin negatif.

 

c. Reaksi Berberio

Dasar reaksi. Menentukan adanya spermin dalam semen.

Reagen. Larutan asam pikrat jenuh.

Cara pemeriksaan. Sama seperti pada reaksi Florence.

Hasil positif. Adanya kristal spermin pikrat kekuningan berbentuk jarum dengan ujung tumpul. Kadang-kadang terdapat garis refraksi yang tertetak longitudinal.

Kristal mungkin pula berbentuk ovoid.

Reaksi tersebut mempunyai arti bila mikroskopik tidak ditentukan spermatozoa.

 

3. Penentuan golongan darah ABO pada cairan mani

Penentuan golongan darah ABO pada semen golongan sekretor dilakukan dengan cara absorpsi inhibisi. Hanya golongan sekretor saja yang dapat ditentukan golongan darah dalam semen.

 

Pada individu yang termasuk golongan sekretor (85% dari populasi), substansi golongan darah dapat dideteksi dalam cairan tubuhnya seperti air liur, sekret vagina, cairan mani, dan lain-lain. Substansi golongan darah dalam cairan mani jauh lebih banyak dari pada air liur (2-100 kali).

 

Adanya substansi ‘asing’ menunjukkan di dalam vagina wanita tersebut terdapat cairan mani.

 

4. Pemeriksaan bercak mani pada pakaian

a. Secara visual

Bercak mani berbatas tegas dan warnanya lebih gelap daripada sekitarnya. Bercak yang sudah agak tua berwarna kekuningan. Pada bahan sutera/nilon, batas sering tidak jelas, tetapi selalu lebih gelap daripada sekitarnya.

 

Pada tekstil yang tidak menyerap, bercak segar menunjukkan permukaan mengkilat dan translusen kemudian mengering. Dalam waktu kira-kira 1 bulan akan berwarna kuning sampai coklat.

 

Pada tekstil yang menyerap, bercak segar tidak berwarna atau bertepi kelabu yang berangsur menguning sampai coklat dalam waktu 1 bulan.

 

Di bawah sinar ultraviolet, bercak semen menunjukan fluoresensi putih. Bercak pada sutera buatan atau nilon mungkin tidak berfluoresensi. Fluoresensi terlihat jelas pada bercak mani pada bahan yang terbuat dari serabut katun. Bahan makanan, urin, sekret vagina, dan serbuk deterjen yang tersisa pada pakaian sering berfluorensensi juga.

 

  1. Secara taktil (perabaan)

Bercak mani teraba kaku seperti kanji. Pada tekstil yang tidak menyerap, bila tidak teraba kaku, masih dapat dikenali dari permukaan bercak yang teraba kasar.

 

  1. Skrining awal (dengan Reagen fosfatase asam)

Cara pemeriksaan:

o Sehelai kertas saring yang telah dibasahi akuades ditempelkan pada bercak yang dicurigai selama 5-10 menit

o Keringkan lalu semprot/teteskan dengan reagen

o Bila terlihat bercak ungu, kertas saring diletakkan kembali pada pakaian sesuai dengan letaknya semula untuk mengetahui letak bercak pada kain

 

  1. Uji pewarnaan Baecchi

Reagen:

o Asam fukhsin 1% 1 ml

o Biru Metilen 1% 1 ml

o Asam klorida 1% 40 ml

Cara pemeriksaan:

o Gunting bercak yang dicurigai sebesar 5 mm x 5 mm pada bagian pusat bercak

o Pulas dengan reagen Baecchi selama 2-5 menit

o Cuci dalam HCl 1%

o Lakukan dehidrasi berturut-turut dalam alkohol 70%, 80%, dan 95-100% (absolut)

o Jernihkan dalam xylol (2x)

o Keringkan di antara kertas saring

o Ambil 1-2 helai benang dengan jarum

o Letakkan pada gelas obyek dan uraikan sampai serabut-serabut saling terpisah

o Tutup dengan kaca penutup dan balsem Kanada

o Periksa dengan mikroskop pembesaran 400x.

Hasil. Serabut pakaian tidak berwarna, spermatozoa dengan kepala berwarna merah dan ekor berwarna merah muda terlihat banyak menempel pada serabut benang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 2 + 10 ?
Please leave these two fields as-is: