Penyakit Crohn

  • Sharebar
Definisi
Penyakit Crohn merupakan salah satu penyakit usus inflamatorik, yang dapat menyerang seluruh bagian saluran gastrointestinal, mulai dari mulut (berupa stomatitis) sampai lesi pada anus.

 
Etiologi
Belum diketahui, namun diduga disebabkan oleh mikobakterium atipikal, measles, dan penyakit vaskular. Kebiasaan merokok meningkatkan risiko mendapat penyakit Crohn. Penyakit ini lebih sering ditemukan di negara maju.

 
Manifestasi Klinis
Gejala utama adalah diare, nyeri abdomen, dan penurunan berat badan. Sering pula didapatkan malaise, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, dan mungkin terdapat demam subfebris. Terjadi mendadak, dapat menyerupai obstruksi atau apendisitis. Sangat penting untuk membedakan penyakit Crohn dengan kolitis ulseratif

 
Tabel perbedaan antara kolitis ulseratif dan penyakit Crohn
Pemeriksaan Penunjang
Pada pemeriksaan darah tepi, analisis dan kultur feses dapat ditemukan anemia (defesiensi besi, asam folat atau vitamin B12), peningkatan jumlah leukosit, trombosit, dan LED yang tinggi. Dapat pula dilakukan sigmoidoskopi/kolonoskopi. Foto polos abdomen akan menentukan ada tidaknya obstruksi. Pemeriksaan barium enema dapat memperlihatkan gambaran khas berupa lesi dengan ulkus dalam, striktur, dan lesi terputus, namun pemeriksaan ini telah banyak ditinggalkan dengan adanya kolonoskopi yang lebih baik, juga dapat mendeteksi fistula. Dapat dilakukan tomografi komputer dan scanning radionukleotida.

 
Penatalaksanaan
a. Umum

  • Koreksi anemia, malnutrisi, dan dehidrasi.
  • Diet rendah serat, suplementasi vitamin, besi, atau asam folat.

b. Farmakologi

  • Salisilat: sulfasalazin, mesalazin, olsalazin.
  • Kortikosteroid
  • Agen imunosupresan
  • Metronidazol
  • Diet elemental
  • Pencegahan relaps dengan 5-ASA, atau mesalazin 1,5-2,4 g/hari dapat mereduksi relaps pada ileum sekitar 30% sampai melebihi 12 bulan, dosis lebih tinggi mungkin diperlukan.

c. Operatif

Lebih dari 80% pasien yang telah lama menderita penyakit Crohn akan menjalani operasi. Walaupun operasi tak mencegah rekurensi, namun dapat menghilangkan gejala dalam waktu lama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 12 + 10 ?
Please leave these two fields as-is: