Persalinan Normal

  • Sharebar
Definisi
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. Persalinan imatur adalah persalinan saat kehamilan 20-28 minggu dengan berat janin antara 500-1.000 g. Persalinan prematur adalah persalinan saat kehamilan 28-36 minggu dengan berat janin antara 1.000-2.500 g.

 

Pada tiap persalinan ada 3 faktor yang perlu yang diperhatikan, yaitu jalan lahir (tulang dan jaringan lunak pada panggul ibu), janin, dan kekuatan ibu. Kelainan satu atau beberapa faktor di atas dapat menyebabkan distosia.

 

Proses persalinan dibagi menjadi 4 kala:

1. Kala I : Kala pembukaan serviks.

2. Kala II : Kala pengeluaran.

3. Kala III : Kala uri.

4. Kala IV : Hingga satu jam setelah plasenta lahir.

 

Kala I (Kala Pembukaan)

Proses pembukaan serviks pada primigravida terdiri dari 2 fase, yaitu:

1. Fase laten, berlangsung selama 8 jam sampai pembukaan 3 cm. His masih lemah dengan frekuensi his jarang.

2. Fase aktif

o Fase akselerasi: lamanya 2 jam, dengan pembukaan 2-3 cm;

o Fase dilatasi maksimal: lamanya 2 jam, dengan pembukaan 4-9 cm;

o Fase deselerasi: lamanya 2 jam, pembukaan lebih dari 9 cm sampai pembukaan lengkap.

His tiap 3-4 menit selama 45 detik.

Pada multigravida proses ini akan berlangsung lebih cepat.


Gambar Kurva Friedman

Kala II (Kala Pengeluaran)

Setelah serviks membuka lengkap, janin akan segera keluar. His terjadi tiap 2 menit, lamanya 60-90 detik. His sempurna dan efektif bila ada koordinasi gelombang kontraksi sehingga kontraksi simetris dengan dominasi di fundus uteri, mempunyai amplitudo 40-60 mmHg, berlangsung 60-90 detik dengan jangka waktu 2-4 menit, dan tonus uterus saat relaksasi kurang dari 12 mmHg. Pada primigravida kala II berlangsung kira-kira satu setengah jam dan pada multigravida setengah jam.

 

Kala III (Kala Pengeluaran Plasenta)

Berlangsung 6 sampai 15 menit setelah janin dikeluarkan.

 

Kala IV (Sampai Satu Jam Setelah Plasenta Keluar)

Kala ini penting untuk menilai banyaknya perdarahan (maksimum 500 ml) dan baik tidaknya kontraksi uterus.

 

Pertolongan Persalinan

Seorang ibu dikatakan dalam persalinan (inpartu) bila telah timbul his yaitu kontraksi yang teratur, makin sering, makin lama, dan makin kuat serta mengeluarkan lendir bercampur darah (bloody show). Bila ketuban telah pecah, ibu harus berbaring.

 

lbu yang merasakan dirinya dalam persalinan harus diperiksa secara cermat untuk mengetahui bahwa ia memang benar dalam persalinan dan dinilai adanya kelainan (misalnya disproporsi sefalopelvik, gangguan his). Beberapa prosedur yang harus dilakukan:

o Gali riwayat kesehatan saat pemeriksaan terakhir.

o Catat tanda vital, suhu, frekuensi nadi, frekuensi pernapasan, dan tekanan darah, menilai keadaan umum pasien dan segala kelainan fisik yang ditemukan.

o Bila terdapat fasilitas, periksa protein dan glukosa urin.

o Lakukan pemeriksaan fisik secara keseluruhan.

o Periksa abdomen, inspeksi adanya jaringan parut atau bekas trauma lama. Palpasi uterus dengan cara Leopold untuk menentukan presentasi janin, turunnya bagian terbawah janin, dan posisi janin. Hitung frekuensi detak jantung janin (misalnya dengan Laenec atau Doppler).

o Perhatikan frekuensi, keteraturan, kekuatan, dan lama kontraksi uterus.

o Jika ada perdarahan dari vagina atau keluarnya air ketuban, catat sifat (misalnya, warna, pH, dll.) dan jumlahnya.

o Lakukan pemeriksaan dalam untuk menilai pembukaan dan penipisan serviks, posisi bagian terbawah janin.

Penatalaksanaan selanjutnya tergantung proses persalinan yang terjadi. Berikut diuraikan langkah yang diambil sesuai tahap/proses persalinan.

 

Memimpin Persalinan Kala I

o Menilai kondisi ibu

1. Nilai keadaan umum dan kesadaran ibu.

2. Nilai tanda vital: tekanan darah, nadi, suhu, dan pernapasan.

3. Lakukan pemeriksaan secara sistematis: kepala, leher, dada, perut (tanda akut, cairan bebas), anggota gerak (edema).

o Melakukan pemeriksaan luar

1. Lakukan pemeriksaan Leopold I-IV.

2. Lakukan pemeriksaan detak jantung janin.

3. Tentukan kondisi janin: janin di dalam atau di luar rahim, jumlah janin, letak janin, presentasi janin, menilai turunnya kepala janin, menaksir berat janin.

4. Tentukan his: lama kontraksi (detik), simetri, dominasi fundus, relaksasi optimal, interval (menit), intensitas kontraksi.

o Melakukan pemeriksaan dalam

1. Lakukan pemeriksaan vulva/vagina.

2. Lakukan pemeriksaan colok vagina.

3. Nilai kondisi janin (presentasi, turunnya presentasi sesuai bidang Hodge, posisi, molase, kaput suksadeneum, bagian kecil di samping presentasi, dan anomali kongenital).

4. Nilai kondisi panggul dalam (promontorium, konjugata diagonalis, konjugata vera, linea inominata, tulang sakrum, dinding samping, spina iskiadika, arkus pubis, koksigis, panggul patologi, kesimpulan panggul dalam).

o Nilai adanya tumor jalan lahir.

o Tentukan imbang fetopelvik.

o Tentukan rencana persalinan

o Tetapkan diagnosis in partu.

o Pantau kemajuan persalinan, kondisi ibu dan janin seusai petunjuk partograf dan memasukkan hasil pemeriksaan ke lembar partograf. Bila kemajuan persalinan normal, lanjutkan pemantauan hingga tercapai kala II. Bila kemajuan persalinan tidak normal, tentukan tindakan yang perlu dilakukan atau rujuk ibu ke sarana medis yang memadai.

o Kosongkan kandung kemih dan rektum.

 

Set Partus (Steril)

2 pasang sarung tangan

1 gunting episiotomi

1 gunting tali pusat

2 klem tali pusat

1 pemecah ketuban

1 benang/pita tali pusat

1 kain duk steril

kasa steril

 

Memimpin Persalinan Kala II

o Ibu dipimpin mengejan saat ibu terus-menerus ingin mengejan, perineum teregang, anus terbuka, dan tampak bagian mukosa anus, kepala bayi mulai crowning (kepala bayi tampak di vulva dengan diameter 3-4 cm).

o Lakukan episiotomi medialis/mediolateralis bila diperlukan. Episiotomi dilakukan pada primipara atau multipara bila dinding introitus vagina kaku. Sebelumnya anestesi lokal infiltrasi di tempat episiotomi mennggunakan lidokain 1% 3-4 ml. Saat perineum sudah sangat tipis atau diameter pembukaan vulva 4-5 cm bertepatan dengan his, lakukan episiotomi dengan cara jari II dan III tangan kiri dirapatkan, dimasukkan antara kepala janin dan dinding vagina menghadap ke penolong. Pegang gunting episiotomi dengan tangan kanan, masukkan secara terbuka dengan perlindungan jari II dan III.

o Saat his, ibu diminta menarik napas dalam dan menutup mulut rapat-rapat kemudian mengejan pada perut dengan kekuatan penuh.

 

Memimpin Persalinan Kala III

o Lahirkan kepala bayi dengan cara menahan perineum menggunakan ibu jari dan jari II-III tangan kanan yang ditutup kain duk steril/DTT dan menekan ke arah kranial. Tangan kiri menahan defleksi maksimal kepala bayi dengan suboksiput sebagai hipomoklion, berturut-turut akan lahir dahi, mata, hidung, mulut, dan dagu. Bersihkan lendir di mulut dan hidung bayi.

o Biarkan kepala bayi mengadakan putaran paksi luar. Bila perlu bantu putaran paksi luar.

o Bila ada lilitan tali pusat pada leher bayi:

§ tali pusat kendor: longgarkan dan bebaskan tali pusat dengan bantuan jari penolong.

§ tali pusat ketat: jepit tali pusat dengan klem di dua tempat dan tali pusat dipotong di antara 2 klem tersebut dengan gunting tali pusat.

o Lahirkan bahu bayi dengan cara tetap memegang kepala bayi secara biparietal dan menarik cunam ke belakang untuk melahirkan bahu depan dahulu, kemudian ke arah depan untuk melahirkan bahu belakang.

o Lahirkan badan bayi dengan cara tetap memegang kepala bayi secara biparietal, melakukan tarikan searah lengkung panggul sampai lahir seluruh badan bayi. Bila terasa berat dapat dibantu dengan dorongan ringan pada fundus uteri oleh asisten atau dengan cara mengait ketiak bayi dan menariknya secara perlahan.

o Letakkan bayi pada kain duk steril di atas perut ibu.

o Lakukan resusitasi bayi baru lahir bila diperlukan dan tentukan nilai APGAR.

o Sesegera mungkin lakukan pembersihan mulut/jalan napas.

o Jepit tali pusat dengan klem Kohler I berjarak 5 cm dari perut bayi, tali pusat dikosongkan dari darah dengan diurut ke arah pita, kemudian dijepit dengan klem Kohler II, jarak 1-2 cm dari klem Kohler I ke arah plasenta. Tali pusat digunting di antara 2 klem Kohler. Ikat tali pusat dengan benang 2 kali berlawanan arah. Tali pusat dibalut dengan kasa steril yang dibasahi antiseptik ringan.

 

 

Tabel Nilai APGAR (appearance, pulse rate, grimace, activity, respiration)

 

Memimpin Persalinan Kala IV

Setelah bayi lahir lengkap dan digunting tali pusatnya, pegang kedua kaki bayi dan bersihkan jalan napas. Bila bayi belum menangis, rangsanglah supaya menangis, bila perlu dengan resusitasi. Selanjutnya rawat tali pusat dan sebagainya. Kemudian kosongkan kandung kemih ibu. Lahirkan plasenta 6-15 menit kemudian. Jangan tergesa-gesa menarik plasenta untuk melahirkannya bila plasenta belum lepas. Setelah plasenta lahir, periksa dengan cermat apakah ada selaput ketuban yang tertinggal atau plasenta yang lepas. Periksa ukuran dan berat plasenta.

 

Periksa lagi ke dalam rahim apakah masih ada perdarahan atau jaringan yang tertinggal. Periksa juga kontraksi uterus. Bila kontraksi baik, akan terlihat fundus uteri setinggi pusat dan keras seperti batu.


Gambar Resusitasi bayi baru lahir
 

Cara Mengetahui Lepasnya Plasenta

1. Perasat Kustner. Tangan kanan menegangkan tali pusat; tangan kiri menekan daerah di atas simfisis. Bila tali pusat tidak masuk lagi ke dalam vagina berarti plasenta telah lepas.

2. Perasat Strassman. Tangan kanan mengangkat tali pusat; tangan kiri mengetok fundus uterus. Bila terasa getaran pada tangan kanan, berarti plasenta belum lepas.

3. Perasat Klein. Ibu diminta mengejan, tali pusat akan turun. Bila berhenti mengejan, tali pusat masuk lagi, berarti plasenta belum lepas dari dinding uterus.

 

Pentingnya mengetahui apakah plasenta telah lepas atau belum ialah untuk melahirkan plasenta dengan komplikasi sekecil-kecilnya. Bila plasenta dipaksa untuk dilahirkan saat belum terlepas dari dinding uterus, retensio plasenta dapat terjadi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 7 + 13 ?
Please leave these two fields as-is: