Persalinan Preterm

  • Sharebar

Definisi

Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan 20-37 minggu.

 
Etiologi
Sering tidak diketahui. Ada beberapa keadaan yang menimbulkan persalinan preterm, yaitu hipertensi, perkembangan janin terhambat, solusio plasenta, plasenta previa, kelainan rhesus, diabetes, dan beberapa penyebab timbulnya kontraksi seperti kelainan bawaan uterus, ketuban pecah dini, serviks inkompeten, dalam kehamilan ganda.

 

Patofisiologi

Persalinan preterm dapat diperkirakan dengan mencari faktor risiko mayor atau minor.

 

Faktor risiko minor ialah penyakit yang disertai demam, perdarahan pervaginam pada kehamilan lebih dari 12 riwayat pielonefritis, merokok lebah dari 10 batang per hari, riwayat abortus pada trimester II, riwayat abortus pada trimester I lebih dari 2 kali.

 

Faktor risiko mayor ialah kehamilan multipel, hidramnion, anomali uterus, serviks terbuka lebih dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu, serviks mendatar/memendek kurang dari 11 cm pada kehamilan 32 minggu, riwayat abortus pada trimester II lebih dari 1 kali, riwayat persalinan preterm sebelumnya, operasi abdominal pada kehamilan preterm, riwayat operasi konisasi, dan iritabilitas uterus.

 

Pasien tergolong risiko tinggi bila dijumpai 1 atau lebih faktor risiko mayor atau bila ada 2 atau lebih faktor risiko minor atau bila ditemukan keduanya.

 
Manifestasi Klinis
o Kontraksi uterus yang teratur sedikitnya 3-5 menit sekali selama 45 detik dalam waktu minimal 2jam.

o Pada fase aktif, intensitas dan frekuensi kontraksi meningkat saat pasien melakukan aktivitas.

o Tanya dan cari gejala yang terrnasuk faktor risiko mayor dan minor.

o Usia kehamilan antara 20-37 minggu.

o Taksiran berat janin sesuai dengan usia kehamilan antara 20-37 minggu.

o Presentasi janin abnormal lebih sering ditemukan pada persalinan preterm.

 


Pemeriksaan Penunjang
o Pemeriksaan darah lengkap dan hitung jenis.

o Urinalisis.

o Ultrasonografi untuk melihat taksiran berat janin, posisi janin, dan letak plasenta.

o Amniosentesis untuk melihat kematangan beberapa organ janin, seperti rasio lesitin sfingomielin, surfaktan, dll.

 
Penatalaksanaan
Setiap persalinan preterm harus dirujuk ke rumah sakit, cari apakah ada faktor penyulit, dinilai apakah termasuk risiko tinggi atau rendah.

o Sebelum dirujuk, berikan air minum 1.000 ml dalam waktu 30 menit dan nilai apakah kontraksi berhenti atau tidak.

o Bila kontraksi masih berlanjut, berikan obat tokolitik seperti fenoterol 5 mg peroral dosis tunggal sebagai pilihan pertama atau ritodrin 10 mg peroral dosis tunggal sebagai pilihan kedua, atau ibuprofen 400 mg peroral dosis tunggal sebagai pilihan ketiga.

o Bila pasien menolak dirujuk, pasien harus istirahat baring dan banyak minum, tidak diperbolehkan bersanggama. Pasien diberi tokolitik seperti fenoterol 5 mg peroral tiap 6 jam atau ritodrin 10 mg peroral tiap 4 jam atau ibuprofen 400 mg peroral tiap 8 jam sampai 2 hari bebas kontraksi.

o Persalinan tidak boleh ditunda bila ada kontraindikasi mutlak (gawat janin, korioamnionitis, perdarahan antepartum yang banyak) dan kontraindikasi relatif (gestosis, diabetes melitus, pertumbuhan janin terhambat, dan pembukaan serviks 4 cm).

 

Di rumah sakit dilakukan:

o Observasi pasien selama 30-60 menit. Penatalaksanaannya tergantung kontraksi uterus serta dilatasi dan pembukaan serviks.

a. Hidrasi dan sedasi, yaitu hidrasi dengan NaCl 0,9%: dekstrosa 5% atau ringer laktat: dekstrosa 5% sebanyak 1:1 dan sedasi dengan morfin sulfat 8-12 mg intramuskular selama 1 jam sambil mengobservasi ibu dan janin.

b. Pasien kemudian dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:

Kelompok I : Pembukaan serviks terus berlangsung maka diberikan tokolisis.

Kelompok II : Tidak ada perubahan pembukaan dan kontraksiu terus masih tejadi maka diberikan tokolisis.

Kelompok III : Tidak ada perubahan pembukaan dan kontarksi uterus berkurang maka pasien hanya diobservasi.

o Berikan tokolisis bila janin dalam keadaan baik, kehamilan 20-37 minggu, pembukaan serviks kurang dari 4 cm dan selaput ketuban masih ada. Jenis tokolisis adalah beta mimetik adrenergik, magnesium sulfat 4 g (200 ml MgSO4 10% dalam 800 ml dekstrosa 5% dengan tetesan 100 ml/jam), etil alkohol, dan glukokortikoid (contoh deksametason 12 mg per hari selama 3 hari).

 

Lakukan persalinan pervaginam bila janin presentasi kepala atau di episiotomi lebar dan ada perlindungan forseps terutama pada kehamilan 35 minggu. Lakukan persalinan dengan seksio sesarea bila janin letak sungsang, gawat janin dengan syarat partus pervaginam tidak terpenuhi, infeksi intrapartum dengan syarat partus pervaginam tidak terpenuhi, janin letak lintang, plasenta previa, dan taksiran berat janin 1.500 g.

 
Prognosis
Pada pusat pelayanan yang maju dengan fasilitas yang optimal, bayi yang lahir dengan berat 2.000-2.500 g mempunyai harapan hidup lebih dari 97%, 1.500-2.000 g lebih dari 90%, 1.000-1.500 g sebesar 65-80%.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 10 + 15 ?
Please leave these two fields as-is: