Persalinan Sungsang

  • Sharebar

Pertama kali hendaknya ditentukan apakah ada kelainan lain yang merupakan indikasi seksio sesarea. Bila tidak dan diperkirakan persalinan dapat berlangsung secara pervaginam, hendaknya dilakukan pengawasan kemajuan secara lebih seksama, terutama pembukaan serviks dan penurunan bokong.

 

Saat kepala masuk rongga panggul, tali pusat tertekan antara kepala janin dan panggul. Karena itu, lahirnya bahu dan kepala harus diusahakan seluruhnya dalam waktu 8 menit setelah umbilikus lahir.

 

Berdasarkan tenaga yang dipakai, persalinan sungsang pervaginam dibagi tiga, yaitu:

o Persalinan spontan dengan cara Bracht. Janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri.

o Manual aid (partial breech extraction, assisted breech delivery). Janin dilahirkan sebagian dengan tenaga ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong.

o Ekstraksi sungsang (total breech extraction). Janin dilahirkan seluruhnya memakai tenaga penolong.

 
Teknik Menolong
o Persiapkan ibu, janin, penolong, alat. Sediakan cunam Piper.

o Ibu tidur dalam posisi litotomi. Ketika timbul his, ibu diminta mengejan dengan merangkul kedua paha.

o Kerjakan episiotomi saat bokong membuka vulva. Segera setelah bokong lahir, cengkeram bokong secara Bracht, yaitu kedua ibu jari penolong sejajar sumbu panjang paha sedangkan jari-jari lain memegang panggul.

o Pada setiap his ibu diminta mengejan. Saat tali pusat lahir dan tampak sangat teregang, kendorkan terlebih dahulu.

o Lakukan hiperlordosis pada badan janin mengikuti gerakan rotasi anterior, yaitu punggung janin didekatkan ke perut ibu. Bersamaan dengan gerakan ini, seorang asisten melakukan ekspresi Kristeller pada fundus uterus sesuai sumbu panggul. Berturut-turut lahir pusar, perut, bahu dan lengan, dagu, mulut, dan akhirya seluruh kepala.

o Bila cara Bracht gagal, lakukan manual aid untuk melahirkan lengan, bahu, dan kepala.

 
Melahirkan Lengan dan Bahu
o Cara klasik. Pegang kedua kaki janin pada pergelangan kaki dengan tangan penolong yang bertentangan dengan lengan yang akan dilahirkan dan dielevasi sejauh mungkin, hingga perut janin mendekati perut-ibu. Tangan penolong yang satu dimasukkan ke dalam jalan lahir dengan menelusuri punggung janin menuju lengan belakang sampai fosa kubiti. Tempatkan dua jari tangan tersebut sejajar humerus dan lahirkan lengan belakang dengan gerakan seolah-olah mengusap muka janin. Ganti pegangan pada pergelangan kaki janin dengan tangan yang berlawanan dan ditarik curam ke bawah hingga punggung janin mendekati punggung ibu. Dengan cara yang sama, lahirkan lengan depan.

 

Gambar cara klasik

 

o Cara Mueller dilakukan bila dengan cara klasik tidak berhasil. Pegang bokong janin secara femuropelvik, yaitu kedua ibu jari penolong diletakkan sejajar spina sakralis media, jari telunjuk pada krista iliaka, dan jari-jari lain mencengkam paha bagian depan. Tarik badan janin ke bawah sampai bahu depan berada di bawah simfisis, kemudian lahirkan lengan depan dengan mengait lengan bawahnya. Kemudian pegang badan janin secara femuropelvik kembali dan tarik ke atas sampai bahu belakang lahir.

 

Gambar cara Mueller

 

o Cara Loevset dilakukan bila lengan bayi terjungkit di belakang kepala (nuchal arm). Setelah sumbu bahu janin terletak dalam ukuran muka belakang, pegang badan janin secara femuropelvik dan tarik ke bawah sampai ujung bawah skapula depan terlihat di bawah simfisis. Kemudian putar badan janin 180o dengan cara memegang dada dan punggung dengan dua tangan sampai bahu belakang terdapat di depan dan tampak di bawab simfisis. Lahirkan lengan depan. Kemudian lahirkan bahu lain yang sekarang menjadi bahu belakang dengan memutar kembali badan janin ke arah yang berlawanan hingga bahu belakang menjadi bahu depan dan lengan dapat dilahirkan.

 

Gambar cara Loevset

 
Melahirkan Kepala (Cara Mauriceau)
o Cara Mauriceau dilakukan bila janin dilahirkan secara manual aid atau bila secara Bracht kepala belum keluar. Letakkan badan janin dengan perut ke bawah pada lengan kiri penolong. Masukkan jari tengah ke dalam mulut janin, sedangkan telunjuk dan jari manis pada maksila, untuk mempertahankan fleksi kepala. Tangan kanan memegang bahu janin dari belakang dengan telunjuk dan jari tengah di sebelah kiri dan kanan leher. Tarik janin ke bawah dengan tangan kanan sampai suboksiput atau batas rambut berada di bawah simfisis. Tangan kiri tidak boleh ikut menarik janin. Kemudian gerakkan badan janin ke atas, sedangkan tangan kiri tetap mempertahankan fleksi kepala sehingga muka lahir melewati perineum, disusul bagian kepala yang lain.

 

Gambar cara Mauriceau

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 14 + 12 ?
Please leave these two fields as-is: