Pitiriasis Versikolor

  • Sharebar
Definisi
Pitiriasis versikolor adalah penyakit jamur superfisial kronik, berupa bercak berskuama halus berwarna putih dapat kemerahan maupun coklat sampai coklat hitam, terutama meliputi badan dan kadang-kadang dapat menyerang ketiak, lipat paha, lengan, tungkai atas, leher, muka, dan kulit kepala yang berambut.

 

Pitiriasis versikolor disebut juga tinea versikolor, kromofitosis, dermatomikosis, liver spots, tinea flava, pitiriasis versikolor flava dan panu.

 
Etiologi
Pitiriasis versikolor disebabkan oleh Malassezia furfur Robin atau disebut juga Pityrosporum orbiculare.

 
Epidemiologi
Pitiriasis versikolor merupakan penyakit universal dan terutama ditemukan di daerah tropis.

 
Manifestasi Klinis
Kelainan kulit pitiriasis versikolor sangat superfisial dan ditemukan terutama di badan. Kelainan ini terlihat sebagai bercak-bercak kecoklatan atau kekuningan pada kulit pucat dan hipopigmentasi pada kulit berwarna, bentuk tidak teratur sampai teratur, batas jelas sampai difus. Bercak-bercak tersebut bertluoresensi bila dilihat dengan lampu Wood. Bentuk papulo-vesikular dapat terlihat walaupun jarang. Kelainan biasanya asimtomatik sehingga adakalanya pasien tidak mengetahui bahwa ia berpenyakit tersebut.

 

Kadang-kadang pasien dapat merasakan gatal ringan. Pseudoakromia yang merupakan akibat tidak terkena sinar matahari atau kemungkinan pengaruh toksis jamur terhadap pembentukan pigmen, sering dikeluhkan.

 
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan atas dasar gambaran klinis, pemeriksaan tluoresensi, lesi kulit dengan lampu Wood, dan sediaan langsung. Fluoresensi lesi kulit pada pemeriksaan lampu Wood berwarna kuning keemasan dan pada sediaan langsung kerokan kulit dengan larutan KOH 20% terlihat campuran hifa pendek dan spora-spora bulat yang dapat berkelompok.

 
Diagnosis Banding
Penyakit ini harus dibedakan dengan dermatitis seboroika, eritrasma, sifilis II, akromia parasitik dari Pardo-Castello dan Dominiquez, morbus Hansen, pitiriasis alba, pitiriasis rosea serta vitiligo.

 
Penatalaksanaan
1. Obat Topikal

Dapat dipakai misalnya suspensi selenium sulfida 2,5% dalam bentuk losio atau bentuk sampo dipakai 2-3 kali seminggu. Obat digosokkan pada lesi dan didiamkan 15-30 menit sebelum mandi.

 

Obat-obat lain ialah salisil spiritus 10%; derivat-derivat azol, misalnya mikonazol, , krotrimazol, isokonazol, dan ekonazol; sulfur presipitatum dalam bedak kocok 4-20% tolsiklat; tolnaftat, dan haloprogin. Larutan tiosulfas natrikus 25% dapat pula digunakan; dioleskan sehari 2 kaii sehabis mandi selama 2 minggu, tetapi obat ini berbau tidak enak.

 

2. Obat Sistemik

Obat ini digunakan jika lesi sulit disembuhkan atau luas. Ketokonazol dapat dipertimbangkan dengan dosis 1 kali 200 mg sehari selama 10 hari.

 
Pencegahan
Mengingat penyakit ini sering kambuh terutama bila faktor predisposisi tidak dapat dihindari maka diperlukan upaya pencegahan dengan suspensi selenium sulfida 2,5% dalam bentuk losio atau ketokonazol dosis tunggal 400 mg/bulan.

 
Prognosis
Prognosis baik bila pengobatan dilakukan menyeluruh, tekun, dan konsisten. Bercak hipopigmentasi dapat menetap selama beberapa minggu atau bulan hingga pigmen yang hilang diganti melalui paparan ultraviolet.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 2 + 12 ?
Please leave these two fields as-is: