Polip Hidung

  • Sharebar

Definisi

Polip hidung adalah massa lunak, berwarna putih atau keabu-abuan yang terdapat dalam rongga hidung. Paling sering berasal dari sinus etmoid, multipel, dan bilateral. Biasanya pada orang dewasa. Pada anak mungkin merupakan gejala kistik fibrosis.

 

Polip koana adalah polip hidung yang berasal dari sinus maksila yang keluar melalui rongga hidung dan membesar di koana dan nasofaring.

 

Etiologi

Terjadi akibat reaksi hipersensitif atau reaksi alergi pada mukosa hidung.

 

Faktor Predisposisi

Alergi, sinusitis kronik, iritasi, sumbatan hidung oleh kelainan anatomi seperti deviasi sep­tum dan hipertrofi konka.

 

Patofisiologi

Mukosa hidung membengkak, terisi banyak cairan interselular dan sel radang, kemudian terdorong ke dalam rongga hidung oleh gaya berat.

 

Manifestasi Klinis

Sumbatan hidung yang menetap dan senakin lama semakin berat dan rinorea. Dapat terjadi hiposmia atau anosmia. Bila menyumbat ostium, dapat terjadi sinusitis dengan ingus purulen. Karena disebabkan alergi, gejala utama adalah bersin dan iritasi di hidung.

 

Pada pemeriksaan klinis tampak massa putih keabu-abuan atau kuning kemerahan dalam kavum nasi. Polip bertangkai sehingga mudah digerakkan, konsistensinya lunak, tidak nyeri bila ditekan, tidak mudah berdarah, dan tidak mengecil pada pemakaian vasokonstriktor.

 

Diagnosis Banding

Konka polipoid.

 

Penatalaksanaan

Bila polip masih kecil, dapat diobati secara konservatif dengan kortikosteroid sistemik atau oral, misalnya prednison 50 mg/hari atau deksametason selama 10 hari kemudian diturunkan perlahan. Secara lokal dapat disuntikkan ke dalam polip, misalnya triamsinolon asetonid atau prednisolon 0,5 ml tiap 5-7 hari sekali sampai hilang. Dapat dipakai secara topikal sebagai semprot hidung, misalnya beklometason dipropionat. Bila sudah besar, dilakukan ekstraksi polip dengan senar. Bila berulang-ulang dapat dirujuk untuk operasi etmoidektomi intranasal atau ekstranasal.

 

Pengobatan juga perlu ditujukan pada penyebabnya, dengan menghindari alergen penyebab.

 

Prognosis

Cenderung berulang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 7 + 15 ?
Please leave these two fields as-is: