Psikotropik

  • Sharebar

Definisi

Penyalahgunaan obat-obatan sering terjadi terutama pada kalangan dewasa muda yang sering kita temukan baik di tempat praktek maupun di rumah sakit. Ecstasy (XTC) termasuk turunan amfetamin dan dirnasukkan dalam kelompok obat halusinogenik. Nama kimia bahan ini adalah MDMA (methylene-dioxy-meth-amphetamine).

 

Obat-obat halusinogenik adalah obat yang mempunyai kemampuan membuat ilusi visual, distorsi penerimaan sensori, synesthesia (dapat melihat suara dan membau warna), depersonalisasi, dan derealisasi.

 

Beberapa macam halusinogen yang dikenal:

o LSD (lysergic acid diethyl-amide)

o Morning glory (tanaman keluarga Convulaceae)

o Meskalin (alkaloid peyote cactus)

o Amfetamin dan turunannya

o Jamur tertentu (species Psilocybe, Conocybe)

o Turunan triptamin

o Biji-bijian (mutmeg)

o Mariyuana

o Kokain (Crack)

o Macam-macam amfetamin dan analognya:

o Meth-amphetamin (Crank, Speed, Ice, Glass, Cristal tea)

o DOM (dimethoxy-methyl-amphetamine), atau STP (serenity, tranquility, peace)

o MDA (methylene-dioxy-amphetamine, love drug, mellow drug)

o MDMA (methylene-dioxy-meth-amphetamine, XTC, Adam)

o MDEA (methylene-dioxy-eth-amphetamine, Eva)

 

Obat ini terdapat dalam bentuk tablet, bubuk, dan injeksi. Obat ini bekerja pada neuron adrenergik, dopaminergik, dan serotonergik dalam susunan saraf pusat, dengan cara langsung sebagai transmiter palsu atau tak langsung dengan melepaskan neutrotransmiter endogen. Obat-obat ini mulai menimbulkan efek sesudah pemberian selama kurang lebih 20-30 menit dan berakhir kurang lebih 4-48 jam, tergantung jenis, cara pemberian, dan dosis obat. Dosis letal biasanya beberapa kali dosis halusinogenik. Obat-obat ini seringkali didapatkan dalarn bentuk kombinasi dengan narkotik, kafein, lidokain, aspirin, dll.

 

Manifestasi Klinis

Dari anamnesis didapatkan riwayat konsumsi obat-obat yang diduga mempunyai sifat halusinogenik. Gejala pasien bisa ringan atau berat. Pasien mengeluh nyeri kepala, palpitasi, sesak, nyeri dada, parestesi, banyak omong, euforia, empati, terlalu percaya diri, insomnia, dan kadang-kadang perubahan persepsi visual ringan.

 

Pada keracunan ringan didapatkan gejala pasien mudah tersinggung, mulut kering, palpitasi, hipertensi ringan, gelisah, tak bisa istirahat, tremor, midriasis, dan flushing.

 

Pada keracunan sedang didapatkan rasa takut, agitasi, mual, muntah, nyeri perut, kejang otot, hiperrefleksi, diaforesis, takikardi, hipertensi, hipertermia, panik, dan halusinasi.

 

Pada keracunan berat, pasien akan tampak delirium, kejang-kejang, gejala fokal SSP (perdarahan intrakranial), koma, aritmia, otot-otot kaku, hipertensi, gangguan hemostasis, gagal napas, gagal ginjal akut, syok dan meninggal dunia mendadak.

 

Pada pasien yang biasa mengkonsumsi obat terus-menerus kemudian menghentikannya secara tiba-tiba, dapat terjadi gejala kelelahan otot menyeluruh, depresi agitatif, flash back, hipertermia, perasaan dingin seluruh tubuh, dan perasaan takut yang berlebihan selama kurang lebih 2 minggu.

 

Pemeriksaan Penunjang

Satu-satunya cara untuk mendiagnosis pasti keracunan obat ini adalah melalui analisis laboratorium. Bahan untuk analisis berasal dari darah, cairan lambung, atau urin. Obat golongan amfetamin akan tertahan dalam urin selama 2 hari. Pemeriksaan dan penyaringan yang cepat dan sederhana menggunakan kromatografi lapisan tipis dapat digunakan untuk mendeteksi 90% keracunan umum. Sekarang terdapat cara-cara pemeriksaan baru dengan teknik yang lebih maju dan cepat misalnya enzyme multiple immunoassay.

 

Pada kasus keracunan yang sedang dan berat diperlukan pemeriksaan penunjang darah lengkap, elektrolit, glukosa darah, uji faal ginjal, CPK, analisis gas darah, urinalisis, EKG, dan foto toraks.

 

Penatalaksanaan

Prinsip pengobatan pada pasien adalah menghindari kontak/eliminasi obat-obat tersebut dengan cara:

1. Mencegah konsumsi obat-obat tersebut.

2. Memberikan norit atau obat-obat katarsis.

3. Perangsangan muntah pada pasien dengan kesadaran yang baik.

4. Bilas lambung.

5. Melakukan diuresis paksa oleh karena obat-obat ini diekskresikan ke ginjal.

 

Pengobatan simtomatis yang dapat dilakukan adalah:

o Bila timbul ansietas, dapat diberikan benzodiazepin atau diazepam 0,05-0,1 mg/kg BB iv atau per oral dapat diulang 5-10 menit

o Bila pasien agitasi atau psikosis diberikan haloperidol 5-10 mg iv/im dapat diulang 10-60 menit

o Bila timbul hipertensi berat, dapat diberikan penghambat ß atau vasodilator

o Takikardi supraventrikular yang diikuti gejala iskemia jantung dapat diatasi dengan penghambat ß

o Takikardi ventrikular dapat diberi lidokain dan penghambat ß

o Iskemia miokard dapat diberi morfin atau preparat nitrat

o Hipertermia dapat diatasi dengan pendingan badan

o Bila terjadi koagulopati, dapat diperbaiki dengan heparin dan/atau komponen darah.

Perawatan intensif diperlukan pada kasus-kasus berat, terutama bila kesadaran pasien mulai menurun, terdapat tanda-tanda gagal napas, atau ada gangguan sistem kardiovaskular.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 8 + 4 ?
Please leave these two fields as-is: