Pusing

  • Sharebar
Definisi
Pusing dapat merupakan manifestasi berbagai gangguan atau penyakit di bidang neurologi, otologi, kardiologi, oftalmologi, psikiatri atau kelainan iatrogenik. Oleh sebab itu, keluhan pusing harus dievaluasi secara sistematis dan komprehensif untuk mencari penyebab yang mendasarinya agar pengobatannya dapat optimal.

 
Patofisiologi
Nistagmus merupakan indikator yang bermanfaat dari malfungsi vestibular pada pasien dengan vertigo. Berikut diuraikan tinjauan beberapa fungsi fisiologis nistagmus untuk memperjelas interpretasinya, yaitu:

1. Nistagmus akibat refleks kanalis semisirkularis-okuler. Inhibisi kanal menimbulkan gerakan mata ke arah bidang kanal dan sebaliknya, eksitasi kanal menimbulkan gerakan mata menjauhi bidang kanal. Ketidaksamaan input jaras vestibulo-okuler secara mendadak akan menimbulkan deviasi mata lambat akibat induksi vestibular yang diselingi oleh gerakan korektif cepat yang dikontrol oleh korteks serebri ke arah yang berlawanan (nistagmus).

2. Nistagmus pada gangguan labirin. Tipenya adalah nistagmus unidireksional, terjadi pada gangguan vestibular perifer unilateral akut (gangguan labirin), yang umumnya berupa inhibisi satu atau lebih kanalis semisirkularis. Pada keadaan ini fase lambat bergerak ke arah telinga yang terkena, dan fase cepat ke arah berlawanan dari telinga yang terganggu. Nistagmus bersifat horizontal atau rotatoar; intensitas meningkat bila mata berdeviasi ke arah komponen cepat (yaitu ke arah telinga normal). Pasien mengalami sensasi lingkungan berputar pada arah komponen cepat nistagmus atau badannya sendiri berputar pada arah komponen lambat. Mereka cenderung salah tunjuk arah, fase lambat nistagmus (ke arah telinga yang terganggu).

3. Nistagmus sentral. Nistagmus multidireksional (nistagmus yang berubah arah pada berbagai arah pandangan) lebih sering ditemukan pada intoksikasi obat atau gangguan fosa posterior batang otak. Nistagmus vertikal (ke atas atau ke bawah) hampir selalu patognomonik dari kelainan batang otak atau serebelum bagian tengah.

 
Diagnosis Banding
Pusing adalah istilah umum dengan berbagai makna, yang dipakai oleh pasien untuk menggambarkan keluhan subyektif yang dialaminya. Oleh karena itu, langkah pertama untuk menentukan diagnosis banding adalah memperoleh penjelasan yang akurat mengenai pengalaman dan maksud pusing yang dirasakan pasien. Pada umumnya, keluhan pusing dapat digolongkan ke dalam salah satu kelompok di bawah ini:

o Vertigo adalah ilusi gerakan pada diri pasien atau lingkungan sekelilingnya. Sensasi vertigo dapat dirasakan sebagai berputar, miring, berayun, atau oleng. Vertigo akut sering disertai gejala otonom (mual, muntah, keringat dingin, muka pucat pasi), ketidakseimbangan badan, dan nistagmus (sehingga penglihatan kabur). Vertigo menunjukkan gangguan sistem vestibular perifer atau sentral. Gangguan sistem vesti­bular perifer dapat merupakan tanda fisiologis (mabuk kendaraan), neuronitis vestibularis, vertigo posiosonal benigna, penyakit Meniere (hidrops endolimfatik), vertigo pasca­trauma, ketidakseimbangan labirin, dll. Gangguan sistem vestibular sentral bisa berupa iskemia batang otak, sklerosis multipel, tumor fosa posterior, migren basiler, dll.

o Sinkop atau pra-sinkop adalah perasaan seperti mau hilang kesadaran atau pingsan. Keluhan ini sering disertai keringat dingin, mual, muka pucat, dan penglihatan gelap sebentar pada kedua mata. Sinkop terjadi bila perfusi otak turun sampai di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk menyuplai oksigen dan glukosa yang adekuat ke otak. Sinkop atau pra-sinkop umumnya menunjukkan adanya hipotensi, refleks otonom, atau disfungsi jantung dan memiliki implikasi yang sangat berbeda dari vertigo.

o Disekuilibrium adalah rasa tidak seimbang, rasa goyang atau sempoyongan, rasa mabuk tanpa adanya vertigo yang terjadi pada pasien yang mengalami gangguan sistem yang mengatur orientasi ruang. Pasien dengan gangguan sistem vestibular, proprioseptif, serebeler, visual, atau ekstrapiramidal seringkali mengeluhkan ketidakseimbangan tersebut sebagai pusing. Penyebabnya bisa.defisit sensorik multipel, disfungsi serebelum, malfungsi labirin; penyakit ekstrapiramidal, intoksikasi obat (antikonvulsan, alkohol, salisilat, kina/kuinidin, penenang minor, aminoglikosida), tumor fosa posterior (schwannoma, meningioma, tumor epidermoid), dll.

o Pusing yang sukar dilukiskan, umumnya dikeluhkan oleh pasien dengan berbagai gangguan emosional, termasuk sindrom hiperventilasi, neurosis cemas, neurosis histerik, dan depresi. Keluhan tersebut biasanya berupa kepala sangat ringan, melayang, atau takut jatuh yang sangat berbeda dari vertigo, sinkop atau prasinkop, dan disekuilibrium. Tetapi harus disadari bahwa semuajenis pusing dapat memicu kecemasan dan kecemasan bukan hanya milik pusing psikogenik.

 
Pemeriksaan Khusus
Beberapa pasien mengalami kesulitan menggambarkan rasa pusing yang dialaminya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan berbagai manuver yang dapat memicu timbulnya berbagai jenis pusing tersebut, yaitu:

1. Tes stimulasi pusing yang baku meliputi:

  • Tes hipotensi ortostatik
  • Tes hiperventilasi selama 3 menit
  • Tes berbalik arah mendadak pada saat sedang berjalan atau pasien disuruh memutar badan beberapa kali sambil berdiri
  • Tes Nylen-Barany untuk vertigo posisional, yang dapat memicu serangan akut ver­tigo dan nistagmus
  • Manuver valsalva, yang dapat membangkitkan vertigo yang berkaitan dengan kelainan kranio-servikal (misalnya malformasi Arnold-Chiari) atau fistel perilimfe serta pusing pra-sinkop pada pasien dengan penyakit kardiovaskular

2. Pasca tes simulasi, pasien ditanya apakah sensasi pusing (jika ada) yang dialami sesuai dengan keluhannya. Pada kasus hipotensi ortostatik, sindrom hiperventilasi, vertigo posisional, dan kelainan vestibular lainnya, gejala yang dialami pasien dapat ditimbulkan kembali, sehingga memberikan informasi diagnostik yang penting.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 10 + 8 ?
Please leave these two fields as-is: