Retensio Urin

  • Sharebar

Definisi

Retensio urin adalah kesulitan miksi karena kegagalan mengeluarkan urin dari vesika urinaria. Retensio dapat sebagian atau total. Retensio dapat berupa retensio akut dan kronis. Pada retensio akut penderita sekonyong-konyong tidak dapat miksi, buli-buli penuh disertai rasa sakit yng hebat di daerah suprapubik dan hasrat ingin miksi yang hebat disertai mengejan,. Sering kali urin keluar menetes atau sedikit-sedikit. Pada retensio kronis nyeri supra pubik sedikit atau tidak ada sama sekali walaupun buli-buli penuh sampai pusat. Pada keadaan normal produksi urin 1.000-1.500 cc/24 jam. Kapasitas buli 300 cc sehingga frekuensi miksi 4 – 5 kali sehari. Setelah miksi tidak ada sisa urin di buli-buli.

 
Etiologi
Bisa dibagi menurut lokasi, yaitu:

o Supravesikal, berupa kerusakan pada pusat miksi di medula spinalis S2-S4 setinggi T12-L1; kerusakan saraf simpatis dan parasimpatis baik sebagian atau seluruhnya, misalnya pada operasi Miles dan mesenterasi pelvis; kelainan medula spinalis, misalnya meningokel, tabes dorsalis; atau spasmus sfingter yang ditandai dengan rasa sakit yang hebat.

o Vesikal, berupa kelemahan otot detrusor karena lama teregang, atoni pada pasien DM atau penyakit neurologis; divertikel yang besar.

o Infravesikal, berupa pembesaran prostat; kekakuan leher vesika; striktur; batu kecil; tumor pada leher vesika; atau fimosis.

Terjadi beberapa gangguan buang air kecil yaitu harus mengedan bila miksi, rasa tidak puas sehabis miksi, frekuensi miksi bertambah, nokturia, atau pancaran kurang kuat.

 

Akibat retensio urin kronis dapat terjadi trabekulasi (serat-serat otot detrusor menebal), sacculae (tekanan intravesika meningkat, selaput lendir diantara otot-otot membesar), divertikel, infeksi, fistula, pembentukan batu, atau overflow incontinence.

 
Diagnosis
Pada retensio urin akut penderita akan merasa nyeri yang hebat di daerah supra pubik dan pada inspeksi, palpasi dan perkusi didapatkan buli-buli yang mengembang. Dalam hal ini dengan pemeriksaan bimanual, yaitu satu tangan di atas supra pubik dan jari telunjuk tangan lainnya melakukan rectal toucher, akan terasa adanya ballotement.

 
Penatalaksanaan
Dengan pemasangan kateter atau parasentesis kandung kemih.

 

Kesulitan memasukkan kateter biasanya terjadi ketika melalui pars bulbosa dan membranasea. Bila terjadi kesulitan jangan dipaksakan, mungkin terdapat striktur, spasme yang terutama terjadi di pars membranasea, atau batu pada uretra.

 

Bila ujung kateter terhalang oleh lobus tengah prostat, maka pemasukan kateter dapat dibantu dengan mendorong ujung kateter ke arah atas lewat rectal toucher. Kalau ada peralatannya kesulitan waktu kateterisasi dapat diatasi dengan coude catheter atau dengan kateter plus mandrin.

 

Pada waktu kateterisasi, bila setelah masuk 6-7 cm kateter terhenti, ada beberapa kemungkinan yang terjadi, yaitu:

1. Striktur uretra.

2. Salah jalan, biasanya akan keluar darah.

3. Batu uretra, ketok batu positif dan biasanya batu teraba dari luar sepanjang uretra/ perineum.

4. Spasme yang terutama terjadi di pars membranasea. Dengan tekanan yang kontinyu yang tidak terlalu keras akhirnya spasme akan diatasi. Bila penderita amat kesakitan, spasme tidak dapat diatasi, dipakai kateter yang lebih kecil misalnya dari 18 F diganti dengan 14 F atau yang dalam total atau tumor.

Bila dengan kateter 6 F tidak berhasil, digunakan bougie filiform.

Srerilisasi penting untuk mencegah urosepsis kuman Gram negatif.

 

Pada retensio totalis :

o Sama sekali tidak bisa miksi

o Gelisah

o Sakit suprasimfisis

o Mengedan

o Overflow incontinentia—–incontinentia paradoxal

 

Penanganan Akut: Kateterisasi–bila gagal—pungsi—sistostomi.

 
Kateterisasi Saluran Kemih
Persiapan

o Persiapan pasien: rambut pubis dicukur, lakukan tindakan asepsis/antisepsis daerah kelamin serta pasang duk steril.

o Alat-alat: kateter (karet atau logam), tabung suntik uretra untuk memasukkan anestesi lokal, antiseptik, kasa steril, jeli steril, anestesi lokal.

o Persyaratan kateterisasi adalah: ada indikasi, sterilitas harus dijaga, tersedia pelumas (jeli) untuk mengurangi trauma, dan anestesi untuk mengurangi spasme uratra.

 
Teknik Kateterisasi
1. Penolong berada di sebelah kanan penderita menghadap ke arah kepala penderita.

2. Orifisium uretra eksterna dicuci dengan antiseptik.

3. Dengan tabung suntik uretra, masukkan anestesi lokal berbentuk jeli ke dalam uretra. Untuk itu dapat digunakan lidokain jeli 1-2% sebanyak 20 ml. Tunggu beberapa menit hingga anestesi bekerja.

4. Ujung kateter yang akan dimasukkan dibubuhi jeli anestetik. Penis dipegang dengan tangan kanan penolong tepat pada glans penis (sulkus koronarius glands) dan ditarik ke atas di antara kedua paha. Dengan pinset, kateter dimasukkan ke orifisium uretra eksterna, kemudian kateter didorong perlahan-lahan masuk ke dalam uretra hingga pangkal kateter. Pemasukan tidak boleh dipaksa.

 
Parasentesis Kandung Kemih
Indikasi
Retensio urin akut dengan keadaan umum berat, tidak ada fasilitas lain, dan dalam keadaan gawat darurat, dengan syarat dalam 1-2 jam berikutnya dilakukan tindakan selanjutnya.

 

Bila tidak dilakukan tindakan berikutnya kandung kemih akan penuh kembali dan merembes melalui bekas pungsi hingga terjadi infiltrat urin yang dapat menjadi urosepsis yang berakibat fatal bagi penderita.

 
Peralatan
Jarum pungsi lumbal, jarum panjang biasa, atau abbocath berukuran besar (G 18), spuit anestesi dan zat anestesi, duk steril, wadah penampung urin steril.

 
Teknik
1. Penderita dalam posisi telentang dengan pantat diganjal bantal tipis agar simfisis pubis menonjol.

2. Lakukan anestesi pada dinding perut di atas simfisis pubis. Kemudian tusukkan jarum ke kandung kemih dengan hati-hati hingga urin keluar

3. Tampung urin.

Saat melakukan tindakan ini kandung kemih harus penuh. Bila tidak dapat terjadi perlukaan pada organ intraperitoneum.

 
Komplikasi
Perdarahan dan ekstravasasi urin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 9 + 5 ?
Please leave these two fields as-is: