Sepsis pada Neonatus

  • Sharebar

Faktor Risiko

Prematuritas dan BBLR, ketuban pecah dini (>18 jam), demam intrapartum maternal (>37,5°C), leukositosis maternal (> 18.000/ul), korioamnionitis, resusitasi saat lahir, dll.

 
Manifestasi Klinis
o Umum: panas, hipotermia, tampak tidak sehat, malas minum, letargi, sklerema

o Saluran cerna: distensi abdomen, anoreksia, muntah, diare, hepatomegali

o Saluran napas: apnu, dispnu, takipnu, retraksi, napas cuping hidung, merintih, sianosis

o Sistem kardiovaskular: pucat, sianosis, kutis marmorata, kulit lembab, hipotensi, takikardia, bradikardia

o Sistem saraf pusat: iritabilitas, tremor, kejang, hiporefleksi, malas minum, pernapasan tidak teratur, ubun-ubun membonjol, high pitched cry

o Hematologi: ikterus, splenomegali, pucat, petekie, purpura, perdarahan

 

Pemeriksaan Penunjang

Bila sindrom klinis mengarah ke sepsis, perlu dilakukan evaluasi sepsis secara menyeluruh. Hal ini termasuk biakan darah, pungsi lumbal, analisis dan kultur urin, serta foto dada. Diagnosis sepsis ditegakkan dengan ditemukannya kuman pada biakan darah. Pada pemeriksaan darah tepi dapat ditemukan neutropenia dengan pergeseran ke kiri (imatur total seri granulosit > 0.2). Selain itu dapat dijumpai pula trombositopenia. Adanya peningkatan reaktas fase akut seperti C-reactive protein (CRP) memperkuat dugaan sepsis. Diagnosis sebelum terapi diberikan (sebelum hasil kultur positif) adalah tersangka sepsis.

 

Penatalaksanaan

o Suportif. Lakukan monitoring cairan, elektrolit, dan glukosa; berikan koreksi jika terjadi hipovolemia, hiponatremia; hipokalsemia, dan hipoglikemia. Bila terjadi SIADH (syn­drome of inappropriate antidiuretic hormone), batasi cairan. Atasi syok, hipoksia, dan asidosis-metabolik. Awasi adanya hiperbilirubinemia, lakukan transfusi tukar bila perlu. Pertimbangkan nutrisi parenteral bila pasien tidak dapat menerima nutrisi enteral.

o Kausatif. Antibiotik diberikan sebelum kuman penyebab diketahui. Biasanya digunakan golongan penisilin seperti ampisilin ditambah aminoglikosida seperti gentamisin. Pada sepsis nosokomial antibiotik diberikan dengan mempertimbangkan flora di ruang perawatan, namun sebagai terapi inisial biasa diberikan vankomisin dan aminoglikosida atau sefalosporin generasi ketiga. Setelah didapat hasil biakan dan uji sensirivitas, diberikan antibiotik yang sesuai. Terapi dilakukan selama 10-14 hari. Bila terjadi meningitis antibiotika diberikan selama 14-21 hari dengan dosis sesuai untuk meningitis. (lihat topik Meningitis Bakterial)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 13 + 4 ?
Please leave these two fields as-is: