Solusio Plasenta

  • Sharebar

Definisi

Solusio plasenta adalah lepasnya plasenta dari insersi sebelum waktunya.

 
Etiologi
Belum diketahui pasti. Faktor predisposisi yang mungkin ialah hipertensi kronik, trauma eksternal, tali pusat pendek, dekompresi uterus mendadak, anomali atau tumor uterus, defisiensi gizi, merokok, konsumsi alkohol, penyalahgunaan kokain, serta obstruksi vena kava inferior dan vena ovarika.

 
Patofisiologi
Tejadinya solusio plasenta dipicu oleh perdarahan ke dalam desidua basalis yang kemudian terbelah dan meninggalkan lapisan tipis yang melekat pada miometrium sehingga terbentuk hematoma desidual yang menyebabkan pelepasan, kompresi, dan akhimya penghancuran plasenta yang berdekatan dengan bagian tersebut.

 

Ruptur pembuluh arteri spiralis desidua menyebabkan hematoma retroplasenta yang akan memutuskan lebih banyak pembuluh darah, hingga pelepasan plasenta makin luas dan mencapai tepi plasenta. Karena uterus tetap berdistensi dengan adanya janin, uterus tidak mampu berkontraksi optimal untuk menekan pernbuluh darah tersebut. Selanjutnya darah yang mengalir keluar dapat melepaskan selaput ketuban.

 
Manifestasi Klinis
o Anamnesis: perdarahan biasanya pada trimester ketiga, perdarahan pervaginam berwarna kehitam-hitaman yang sedikit sekali dan tanpa rasa nyeri sampai dengan yang disertai nyeri perut, uterus tegang, perdarahan pervaginam yang banyak, syok, dan kematian janin intrauterin.

o Pemeriksaan fisik: tanda vital dapat normal sampai menunjukkan tanda syok.

o Pemeriksaan obstetri: nyeri tekan uterus dan tegang, bagian-bagian janin sukar dinilai,

o Denyut jantung janin sulit dinilai atau tidak ada, air ketuban berwarna kemerahan karena tercampur darah.

 
Pemeriksaan Penunjang
o Pemeriksaan laboratorium darah: hemoglobin, hematokrit, trombosit, waktu protrombin, waktu pembekuan, waktu tromboplastin parsial kadar fibrinogen, dan elektrolit plasma.

o KTG untuk menilai kesejahteraan janin.

o USG untuk menilai letak plasenta usia gestasi, dan keadaan janin.

 
Komplikasi
Tergantung luas plasenta yang terlepas dan lamanya solusio plasenta berlangsung. Komplikasi pada ibu ialah perdarahan, koagulopati konsumtif (kadar fibrinogen kurang dari 150 mg% dan produk degradasi fibrin meningkat), oliguria, gagal ginjal, gawat janin, kematian janin, dan apopleksia uteroplasenta (uterus Couvelaire). Bila janin dapat diselamatkan, dapat terjadi komplikasi asfiksia, berat badan lahir rendah, dan sindrom gagal napas.

 

Diagnosis

Penampilan solusio plasentae dibagi menjadi:

1. Solusio plasenta ringan. Ruptur sinus marginalis atau terlepasnya sebagian kecil plasenta yang tidak berdarah banyak akan menyebabkan perdarahan pervaginam berwama kehitaman dan sedikit. Perut agak terasa sakit atau terus-menerus agak tegang. Bagian-bagian janin masih mudah teraba.

2. Solusio plasenta sedang. Plasenta telah terlepas lebih dari seperempat. Tanda dan gejala dapat timbul perlahan atau mendadak dengan gejala sakit perut terus-menerus lalu terjadi perdarahan pervaginam. Dinding uterus teraba tegang terus-menerus dan nyeri tekan sehingga bagian-bagian janin sukar diraba. Telah ada tanda-tanda persalinan.

3. Solusio plasenta berat. Plasenta telah terlepas lebih dari dua pertiga permukaannya. Penderita jatuh syok dan janinnya telah meninggal. Uterus sangat tegang seperti papan dan sangat nyeri. Perdarahan pervaginam bisa belum terjadi. Telah ada kelainan pembekuan darah dan kelainan ginjal.

 

Penatalaksanaan

Harus dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas operasi.

 

Sebelum dirujuk, anjurkan pasien untuk tirah baring total dengan menghadap ke kiri, tidak melakukan senggama, menghindari peningkatan tekanan rongga perut (misalnya batuk, mengedan karena sulit buang air besar). Pasang infus cairan NaCl fisiologis. Bila tidak memungkinkan, berikan cairan peroral.

 

Pantau tekanan darah dan frekuensi nadi tiap 15 menit untuk mendeteksi adanya hipotensi atau syok akibat perdarahan. Pantau pula BJJ dan pergerakan janin.

 

Bila terdapat renjatan, segera lakukan resusitasi cairan dan transfusi darah. Bila tidak teratasi, upayakan penyelamatan optimal. Bila teratasi, perhatikan keadaan janin.

 

Setelah renjatan diatasi, pertimbangkan seksio sesarea bila janin masih hidup atau persalinan pervaginam diperkirakan akan berlangsung lama. Bila renjatan tak dapat diatasi, upayakan tindakan penyelamatan yang optimal.

 

Setelah syok teratasi dan janin mati, lihat pembukaan. Bila lebih dari 6 cm, pecahkan ketuban lalu infus oksitosin. Bila kurang dari 6 cm, lakukan seksio sesarea.

 

Bila tak terdapat renjatan dan usia gestasi kurang dari 37 minggu atau taksiran berat janin kurang dari 2.500 gram, penanganan berdasarkan berat atau ringannya penyakit, yaitu:

a. Solusio plasenta ringan

  • Ekspektatif, bila ada perbaikan (perdarahan berhenti, kontraksi uterus tidak ada, janin hidup) dengan tirah baring, atasi anemia, USG, dan KTG serial, lalu tunggu persalinan spontan.
  • Aktif, bila ada perburukan (perdarahan berlangsung terus, uterus berkontraksi, dapat mengancam ibu/janin). Usahakan partus pervaginam dengan amniotomi atau infus oksitosin bila memungkinkan. Jika terus perdarahan, skor pelvik kurang dari 5 atau persalinan masih lama, lakukan seksio sesarea.

b. Solusio plasenta sedang/berat

  • Resusitasi cairan.
  • Atasi anemia dengan pemberian tranfusi darah.
  • Partus pervaginam bila diperkirakan dapat berlangsung dalam 6 jam, perabdominam bila tak dapat.

 

Bila tak terdapat renjatan, usia gestasi 37 minggu atau lebih/taksiran berat janin 2.500 g atau lebih, pikirkan partus perabdominam bila persalinan pervaginam diperkirakan berlangsung lama.

 
Prognosis
Prognosis ibu tergantung luasnya plasenta yang terlepas dari dinding uterus, banyaknya perdarahan, derajat kelainan pembekuan darah, ada tidaknya hipertensi menahun atau preeklampsia, tersembunyi tidaknya perdarahan, dan jarak waktu antara terjadinya solusio plasenta sampai pengosongan uterus. Diperkirakan risiko kematian ibu 0,5-5% dan kematian janin 50-80%.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 2 + 4 ?
Please leave these two fields as-is: