Struma Nodosa Nontoksik

  • Sharebar

Definisi

Struma nodosa tanpa disertai hipertiroidisme disebut struma nodosa nontoksik.

 

Etiologi

Penyebab kelainan ini bermacam-macam. Pada setiap orang dapat dijumpai masa di mana kebutuhan terhadap tiroksin bertambah, terutarna masa pertumbuhan, pubertas, menstruasi, kehamilan, laktasi, menopause, infeksi, atau stres lain. Pada masa-masa tersebut dapat ditemui hiperplasi dan involusi kelenjar tiroid. Perubahan ini dapat menimbulkan nodularitas kelenjar tiroid serta kelainan arsitektur yang dapat berlanjut dengan berkurangnya aliran darah di daerah tersebut sehingga terjadi iskemia.

 

Manifestasi Klinis

Akibat berulangnya episode hiperplasia dan involusi dapat terjadi berbagai bentuk degenerasi seperti fibrosis, nekrosis, kalsifikasi, pembentukan kista, dan perdarahan ke dalam kista tersebut. Pada umumnya kelainan-kelainan yang dapat menampakkan diri sebagai struma nodosa nontoksik ialah adenoma, kista, perdarahan, tiroditis, dan karsinoma.

 

Struma nodosa dapat diklasifikasi berdasarkan beberapa hal, yaitu:

a. Berdasarkan jumlah nodul: bila jumlah nodul hanya satu disebut struma nodosa soliter (uninodosa) dan bila lebih dari satu disebut struma multinodosa.

b. Berdasarkan kemampuan menangkap yodium radioaktif: dikenal 3 bentuk nodul tiroid yaitu nodul dingin, nodul hangat, dan nodul panas.

c. Berdasarkan konsistensinya: nodul lunak, kistik, keras, dan sangat keras.

 

Pada status lokalis pemeriksaan fisik perlu dinilai:

a. Jumlah nodul: satu (soliter) atau lebih dari satu (multipel)

b. Konsistensi: lunak, kistik, keras, atau sangat keras

c. Nyeri pada penekanan: ada atau tidak

d. Pembesaran kelenjar getah bening di sekitar tiroid: ada atau tidak ada

 

Keganasan umumnya terjadi pada nodul yang soliter dan konsistensinya keras sampai sangat keras. Yang multipel biasanya tidak ganas, kecuali apabila salah satu dari nodul tersebut lebih menonjol dan lebih keras dari pada yang lainnya. Apabila suatu nodul nyeri pada penekanan dan mudah digerakkan, kemungkinan terjadi suatu perdarahan ke dalam kista, suatu adenoma atau tiroiditis, tetapi kalau nyeri dan sukar digerakkan kemungkinan besar suatu karsinoma.

 

Nodul yang tidak nyeri, multipel, dan bebas digerakkan merupakan struma difus atau hiperplasia tiroid. Apabila nodul multipel tidak nyeri tetapi tidak mudah digerakkan ada kemungkinan itu suatu keganasan. Adanya limfadenopati mencurigakan suatu keganasan dengan anak sebar.

 

Pada umumnya pasien struma nodosa datang berobat karena keluhan kosmetik atau ketakutan akan keganasan. Sebagian kecil pasien, khususnya yang dengan struma nodosa besar, mengeluh adanya gejala mekanis, yaitu penekanan pada esofagus atau trakea. Diagnosis ditegakkan atas dasar adanya struma yang bernodul dengan keadaan eutiroid.

 

Diagnosis

1. Pemeriksaan sidik tiroid

Hasil pemeriksaan dengan radioisotop adalah teraan ukuran, bentuk lokasi, dan yang utama ialah fungsi bagian-bagian tiroid. Pada pemeriksaan ini pasien diberi NaI peroral dengan setelah 24 jam secara fotografik ditentukan konsentrasi yodium radioaktif yang ditangkap oleh tiroid.

 

Dari hasil sidik tiroid dapat dibedakan 3 bentuk, yaitu:

a. Nodul dingin bila penangkapan yodium nihil atau kurang dibandingkan sekitarnya.

b. Hal ini menunjukkan fungsi yang rendah.

c. Nodul panas bila penangkapan yodium lebih banyak daripada sekitarnya. Keadaan ini memperlihatkan aktivitas yang berlebih.

d. Nodul hangat bila penangkapan yodium sama dengan sekitarnya. lni berarti fungsi nodul sama dengan bagian tiroid yang lain.

e. Pemeriksaan ini tidak dapat membedakan apakah nodul itu ganas atau jinak.

 

2. Pemeriksaan ultrasonografi (USG)

Dengan pemeriksaan USG dapat dibedakan antara yang padat, cair, dan beberapa bentuk kelainan, tetapi belum dapat membedakan dengan pasti apakah suatu nodul ganas atau jinak. Kelainan-kelainan yang dapat didiagnosis dengan USG ialah:

a. Kista: kurang lebih bulat, seluruhnya hipoekoik sonolusen, dindingnya tipis.

b. Adenoma/nodul padat: iso atau hiperekoik, kadang-kadang disertai halo yaitu suatu lingkaran hipoekoik di sekelilingnya.

c. Kemungkinan karsinoma: nodul padat, biasanya tanpa halo.

d. Tiroiditis: hipoekoik, difus, meliputi seluruh kelenjar.

Pemeriksaan ini dibandingkan pemeriksaan sidik tiroid lebih menguntungkan karena dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu persiapan, lebih aman, dapat dilakukan pada orang hamil atau anak-anak, dan lebih dapat membedakan antara yang jinak dan ganas.

 

3. Biopsi aspirasi jarum halus

Biopsi ini dilakukan khusus pada keadaan yang mencurigakan suatu keganasan. Biopsi aspirasi jarum halus tidak nyeri, hampir tidak menyebabkan bahaya penyebaran sel-sel ganas. Kerugian pemeriksaan dengan cara ini adalah dapat memberikan hasil negatif palsu karena lokasi biopsi kurang tepat, teknik biopsi kurang benar, pembuatan preparat yang kurang baik atau positif palsu karena salah interpretasi oleh ahli sitologi.

 

4. Termografi

Termografi adalah metode pemeriksaan berdasarkan pengukuran suhu kulit pada suatu tempat dengan memakai Dynamic Telethermography. Pemeriksaan ini dilakukan khusus pada keadaan yang mencurigakan suatu keganasan. Hasilnya disebut panas apabila perbedaan panas dengan sekitarya > 0,9oC dan dingin apabila < 0,9oC. Pada penelitian Alves dkk. didapatkan bahwa pada yang ganas semua hasilnya panas. Pemeriksaan ini paling sensitif dan spesifik bila dibanding dengan pemeriksaan lain.

5. Petanda tumor

Pada pemeriksaan ini yang diukur adalah peninggian tiroglobulin (Tg) serum. Kadar Tg serum normal antara 1,5-30 ng/ml, pada kelainan jinak rata-rata 323 ng/ml, dan pada keganasan rata-rata 424 ng/ml.

 

Khususnya pada penegakan diagnosis keganasan, menurut Gobien, ketepatan diagnosis gabungan biopsi, USG, dan sidik tiroid adalah 98%.

 

Penatalaksanaan

1. Strumektomi

Strumektomi dilakukan pada struma yang besar dan menyebabkan keluhan mekanis. Strumektomi juga diindikasikan terhadap kista tiroid yang tidak mengecil setelah dilakukan biopsi aspirasi jarum halus. Nodul panas dengan diameter > 2,5 mm dilakukan operasi karena dikhawatirkan mudah timbul hipertiroidisme.

 

2. L-tiroksin selama 4-5 bulan

Preparat ini diberikan apabila terdapat nodul hangat, lalu dilakukan pemeriksaan sidik tiroid ulang. Apabila nodul mengecil maka terapi namun apabila tidak mengecil atau bahkan membesar, dilakukan biopsi aspirasi atau operasi.

 

3. Biopsi aspirasi jarum halus

Cara ini dilakukan pada kista tiroid hingga nodul kurang dari 10 mm.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 12 + 4 ?
Please leave these two fields as-is: