Sumbatan Laring

  • Sharebar

Manifestasi Klinis

Benda asing di laring akan memberikan serangan batuk tiba-tiba segera setelah aspirasi benda asing terjadi. Pasiep gelisah dan memegang leher dengan jarinya (V sign), afoni, sukar bernapas sampai apnea. Tidak lama kemudian wajah membiru (sianosis).

 

Benda asing di trakea akan menimbulkan mengi, serangan batuk tiba-tiba dan sulit ditahan untuk periode panjang, diikuti periode asimtomatik. Dapat terdengar palpatory thud dan audible snap.

 

Komplikasi

Bila sumbatan total berlangsung lebih dari 5 menit pada dewasa atau 8 menit pada anak, akan terjadi kerusakan pada jaringan otak dan henti jantung.

 

Penatalaksanaan

Untuk mengatasi sumbatan laring maka intubasi endotrakea merupakan pilihan pertama. Jika ruangan perawatan intensif tidak tersedia, sebaiknya dilakukan trakeostomi atau krikotirotomi dahulu.

 

INTUBASI ENDOTRAKEA

Tindakan penyelamat nyawa dan dapat dilakukan tanpa atau dengan anestesi topikal dengan silokain 10%. Jangan melebihi 6 hari dan selanjutnya lebih baik dilakukan trakeostomi. Komplikasinya stenosis laring atau trakea.

 
Indikasi
1. Mengatasi sumbatan saluran napas atas

2. Membantu ventilasi

3. Memudahkan menghisap sekret dari traktus trakeobronkial

4. Mencegah aspirasi sekret yang ada di rongga mulut atau yang berasal dari lambung

 

TRAKEOSTOMI

Trakeostomi adalah tindakan membuat lubang pada dinding depan anterior trakea untuk bernapas. Dapat dilakukan darurat atau terencana.

 

Indikasi :

1. Mengatasi obstruksi laring

2. Mengurangi ruang rugi di saluran napas atas

3. Mempermudah penghisapan sekret dari bronkus yang tidak dapat dikeluarkan secara fisiologis

4. Memasang respirator

5. Mengambil benda asing dari subglotik, bila tidak memiliki bronkoskop.

 

Teknik Trakeostomi

o Pasien tidur telentang, bahu diganjal bantal kecil agar kepala mudah diekstensikan sehingga leher lurus dan trakea terletak di garis median dekat permukaan leher. Kulit daerah leher dibersihkan secara a dan antisepsis dan ditutup dengan kain steril.

o Disuntikkan obat anestetikum (novokain) di antara krikoid dengan fosa su­prasternal secara infiltrasi.

o Dibuat sayatan kulit berbentuk vertikal di garis tengah mulai di bawah krikoid sampai fosa suprasternal, atau horizontal pada pertengahan jarak antara kartilago krikoid dengan fosa suprasternal atau kurang lebih 2 jari di bawah krikoid orang dewasa. Sayatan kurang lebih 5 cm, jangan terlalu sempit agar tidak sukar mencari trakea dan mencegah terjadi emfisema kulit.

o Dengan gunting tumpul, kulit dan jaringan di bawahnya dipisahkan lapis demi lapis dan ditarik ke lateral sampai tampak trakea berupa pipa dengan susunan cincin-cincin tulang rawan berwarna putih. Ismus tiroid yang ditemukan diklem pada dua tempat dan dipotong di tengahnya. Sebelum dilepas, kedua tepinya diikat dan disisihkan ke lateral. Perdarahan dihentikan dan diikat bila perlu.

o Lakukan aspirasi dengan semprit berisi novokain, bila benar trakea maka waktu dilakukan aspirasi terasa ringan dan udara yang terhisap akan menimbulkan gelembung udara.

o Buat stoma dengan memotong cincin trakea ketiga dengan gunting tajam. Kemudian pasang kanul trakea dengan ukuran yang sesuai agar tidak sulit memasukkan atau mudah lepas. Fiksasi kanul dengan tali pada leher pasien dan tutup luka operasi dengan kain kasa.

o Untuk mengurangi refleks batuk dapat disuntikkan novokain sebanyak 1 ml ke dalam trakea.

 

Perawatan Pascatrakeostomi

Sekret di trakea dan kanul harus sering diisap keluar, dan kanul dalam dicuci sekurang-kurangnya 2 kali sehari, lalu segera dimasukkan lagi ke dalam kanul luar. Jika untuk jangka waktu lama, kanul luar harus dibersihkan 2 minggu sekali. Kain kasa di bawah kanul diganti setiap basah agar tidak terjadi dermatitis.

 

KRIKOTIROTOMI

Krikotirotomi adalah tindakan penyelamat yang lebih mudah dan lebih cepat dapat dilakukan pada pasien dalam keadaan gawat napas dan darurat dengan cara membelah membran krikotiroid.

 

Kontraindikasi­

Anak di bawah usia 12 tahun, tumor laring yang sudah meluas ke subglotik dan laringitis.

 

Komplikasi

Stenosis subglotik akan timbul bila dibiarkan terlalu lama, jadi sebaiknya diganti trakeostomi dalam waktu 48 jam.

 
Teknik krikotirotomi
o Pasien tidur telentang dengan kepala ekstensi, pada artikulasi atlanto oksipitalis.

o Identifikasi dan fiksasi puncak tulang rawan tiroid (Adams’ apple) dengan jari tangan kiri.

o Raba tulang rawan tiroid ke bawah sampai menemukan kartilago krikoid dengan telunjuk jari tangan kanan: Membran krikoid terletak di antara kedus tutang rawan ini.

o Infiltrasi daerah ini dengan anestetikum kemudian buat sayatan horizontal pada kulit.

o Jaringan di bawah sayatan dipisahkan tepat pada garis tengah.

o Setelah terlihat sebelah tepi bawah kartilago tiroid, tusukkan pisau dengan arah ke bawah untuk menghindari tersayatnya pita suara.

o Masukkan kanul bila tersedia, atau pipa plastik untuk sementara.

 

PERASAT HEIMLICH

Perasat Heimlich adalah suatu cara mengeluarkan benda asing yang menyumbat laring secara total atau benda asing ukuran besar yang terletak di hipofaring. Prinsipnya adalah memberi tekanan ke dalam dan atau rongga perut sehingga diafragma terdorong ke atas, kemudian udara dalam paru terdesak mendorong sumbatan laring ke luar. Komplikasi yang dapat terjadi adalah ruptur lambung, ruptur hati, dan fraktur iga .

 

Teknik Perasat Heimlich

o Penolong berdiri di belakang pasien sambil memeluk badannya. Tangan kanan dikepalkan dan dengan bantuan tangan kiri, kedua tangan diletakkan pada perut bagian atas. Rongga perut ditekan ke arah dalam dan atas dengan hentakan beberapa kali. Diharapkan dengan hentakan 4-5 kali benda asing akan tertempar keluar.

o Pada bayi penekanan cukup dengan memakai jari telunjuk dan jari tengah kedua tangan.

o Pada pasien yang tidak sadar atau terbaring, penolong berlutut dengan kaki pada kedua sisi pasien. Sebelumnya posisi muka pasien dan leher harus lurus. Kepalan tangan kanan diletakkan di bawah tangan kiri di daerah epi­gastrium. Dengan hentakan tangan kiri ke bawah dan ke atas beberapa kali udara dalam paru akan mendorong benda asing ke luar. Posisi muka pasien harus lurus, leher jangan ditekuk ke samping agar jalan napas merupakan garis lurus.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 5 + 14 ?
Please leave these two fields as-is: