Sumbing Bibir dan Langitan

  • Sharebar

Etiologi

Belum diketahui pasti. Hipotesis yang diajukan antara lain:

o Insufisiensi zat untuk tumbuh kembang organ selama masa embrional dalam hal kuantitas (pada gangguan sirkulasi feto-maternal) dan kualitas (defisiensi asam folat, vitamin C, dan Zn).

o Pengaruh obat teratologik, termasuk jamu dan kontrasepsi hormonal.

o Infeksi, khususnya viral (toksoplasma) dan klamidia.

o Faktor genetik.

 
Patofisiologi
Cacat terbentuk pada trimester pertama kehamilan, prosesnya karena tak terbentuknya mesoderm pada daerah tersebut sehingga bagian yang telah menyatu (prosesus nasalis aksilaris) pecah kembali.

 
Manifestasi Klinis
Bila cacat terbentuk lengkap sampai langit-langit, bayi tak dapat mengisap. Karena sfingter pada muara tuba Eustachii kurang normal, lebih mudah terjadi infeksi ruang telinga tengah. Kemungkinan ini harus selalu diingat supaya tidak sampai terjadi otitis media perforata.

 
Klasifikasi
Berdasarkan organ terlibat

§ celah bibir (labioskizis)

§ celah gusi (gnatoskizis)

§ langitan (palatoskizis)

Berdasarkan lengkap/tidaknya celah yang terbentuk:

§ inkomplit

§ komplit

 
Penatalaksanaan
Tindakan operasi pertama dikerjakan untuk menutup celah bibir berdasarkan kriteria rule of ten, yaitu umur > 10 minggu (3 bulan), >10 pon (5 kg), >10 g/dl, leukosit >10.000/ul. Cara operasi yang umum dipakai adalah cara Millard. Tindakan operasi selanjutnya adalah menutup langitan (palatoplasti), dikerjakan sedini mungkin (15-24 bulan) sebelum anat mampu bicara lengkap sehingga pusat bicara di otak belum membentuk cara bicara. Kalau operasi dikerjakan terlambat, sering hasil operasi dalam hal kemampuan mengeluarkan suara normal, tak sengau, sulit dicapai.

 

Setelah operasi, pada usia anak dapat belajar dari orang lain, speech therapist dapat diminta mengajar/melatih anak bicara yang normal.

 

Bila ini telah dilakukan tetapi suara yang keluar masih sengau dapat dilakukan faringoplasti. Operasi ini adalah membuat bendungan pada faring untuk memperbaiki fonasi., biasanya dilakukan pada umur 6 tahun ke atas.

 

Pada umur 8-9 tahun dilakukan tindakan operasi penambalan tulang pada celah alveo­lus/maksila untuk memungkinkan ahli ortodonti mengatur pertumbuhan gigi di kanan kiri celah supaya normal. Graft tulang diambil dari bagian spongius krista iliaka. Tindakan operasi terakhir yang mungkin diperlukan dikerjakan setelah pertumbuhan tulang-tulang muka mendekati selesai, pada umur 15-17 tahun.

 

Sering ditemukan hipoplasi pertumbuhan maksila sehingga gigi geligi depan atas/rahang atas kurang maju pertumbuhannya. Dapat dilakukan bedah ortognatik, memotong bagian tulang yang tertinggal pertumbuhannya dan mengubah posisinya maju ke depan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 4 + 14 ?
Please leave these two fields as-is: