Tinea Korporis

  • Sharebar
Definisi
Tinea korporis (tinea sirsinata, tinea glabrosa, Scherende Flechte, kurap, herpes sircine trichophytique, ringworm of the body) merupakan dermatofitosis pada kulit berambut halus (glabrous skin). Tinea ini meliputi semua dermafitosis superfisialis yang tidak termasuk bentuk tinea kapitis, barbe, kruris, pedis et manum, dan unguium.

 
Etiologi
M. canis, T. rubrum, T. tonsurans, dan T, mentagrophytes sering menyebabkan kelainan ini

 

Manifestasi Klinis

Predileksi tinea ini adalah di daerah leher, ekstremitas, dan badan. Lesi dapat berupa:

1. Lesi anular, bulat atau bulat lonjong, berbatas tegas karena terjadi konfluensi beberapa lesi, pinggir lesi polisiklik dan agak meninggi. Lesi nampak eritema dengan skuama kadang-kadang dengan papul dan vesikel di tepi. Daerah tengah biasanya lebih tenang. Kadang-kadang terlihat erosi dan krusta akibat garukan. Bila menahun, tanda-tanda aktif menghilang, tampak hiperpigmentasi, skuama, dan likenifikasi.

2. Tinea imbrikata (Tokelau) mulai dengan papul berwarna coklat, perlahan-lahan membesar. Stratum korneum bagian tengah terlepas dari dasar dan melebar. Proses ini setelah beberapa waktu mulai lagi dari bagian tengah, sehingga terbentuk lingkaran-lingkaran skuama yang konsentris. Bila dengan jari tangan kita meraba dari bagian tengah ke arah luar, akan teraba jelas skuama yang menghadap ke dalam. Lingkaran-lingkaran skuama konsentris bila menjadi besar dapat bertemu dengan lingkaran-lingkaran di sebelahnya sehingga membentuk pinggir yang polisiklik. Pada permulaan infeksi pasien dapat merasa sangat gatal, tapi bila menahun tidak ada keluhan. Pada kasus menahun, lesi kulit kadang-­kadang dapat menyerupai iktiosis. Kulit kepala pasien dapat terserang, akan tetapi rambut biasanya tidak.

3. Tinea favosa atau favus biasanya dimulai di kepala sebagai titik kecil di bawah kulit yang berwarna merah kuning dan berkembang menjadi krusta berbentuk cawan (skutula) dengan berbagai ukuran. Krusta tersebut biasanya ditembus oleh satu atau dua rambut dan bila krusta diangkat terlihat dasar yang cekung merah dan membasah. Rambut kemudian tidak berkilat lagi dan akhirnya terlepas. Bila tidak diobati, penyakit ini meluas ke seluruh kepala dan meninggalkan parut dan botak. Berlainan dengan tinea korporis, yang disebabkan oleh jamur lain, favus tidak menyembuh pada usia akil balik. Biasanya dapat tercium bau tikus (mousy odor). Pada kulit dapat sebagai kelainan papulovesikel dan papuloskuamosa, disertai kelainan berbentuk cawan yang khas, kemudian menjadi jaringan parut.

 

Bentuk lebih berat dapat berupa granuloma (granuloma Majochi), dapat terjadi pada gangguan fungsi imun selular lokal atau sistemik. Granuloma dapat kecil hanya di sekitar folikel rambut tetapi dapat meluas dan membentuk vegetasi. Dapat terjadi pada wanita yang biasa mencukur rambut kaki.

 

Penatalaksanaan

Pada tinea korporis dengan lesi terbatas, cukup diberikan obat topikal. Lama pengobatan bervariasi antara 1 sampai dengan 4 minggu bergantung jenis obat. Obat oral atau kombinasi obat oral dan topikal diperlukan pada tinea glabrosa yang luas atau kronik rekurens.

 

Pada keadaan inflamasi menonjol dan rasa gatal berat, kombinasi antimikotik dengan kortikosteroid jangka pendek akan mempercepat perbaikan klinis dan mengurangi keluhan pasien.

1. Obat topikal

Pengobatan topikal merupakan pilihan utama. Efektivitas obat topikal dipengamhi oleh mekanisme kerja, viskositas, hidrofobisitas dan asiditas formulasi obat tersebut. Selain obat-obat klasik, obat-obat derivat imidazol dan alilamin dapat digunakan untuk mengatasi masalah tinea korporis ini. Efektivitas obat yang termasuk golongan imidazol kurang lebih sama. Pemberian obat dianjurkan selama 3-4 minggu atau sampai hasil kultur negatif. Selanjutnya dianjurkan juga untuk meneruskan pengobatan selama 7-10 hari setelah penyembuhan klinis dan mikologis dengan maksud mengurangi kekambuhan.

2. Obat sistemik

a. Griseofulvin

Griseofulvin merupakan obat sistemik pilihan pertama.

b. Ketokonazol

Ketokonazol digunakan untuk mengobati tinea korporis yang resisten terhadap griseofulvin atau terapi topikal.

c. Obat-obat yang relatif baru seperti itrakonazol serta terbinalin dikatakan cukup memuaskan untuk pengobatan tinea korporis.

 
Prognosis
Prognosis bergantung pada etiologi, faktor predisposisi dan status imun pasien. Tinea korporis dapat sembuh sendiri dalam beberapa bulan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 9 + 8 ?
Please leave these two fields as-is: