Tinea Pedis et Manum

  • Sharebar

Definisi

Tinea pedis adalah infeksi dermatofit pada kaki, terutama di selajari dan telapak kaki terutama yang memakai kaus dan sepatu yang tertutup. Keadaan lembab dan panas merangsang pertumbuhan jamur. Tinea manum adalah dermatofitosis pada tangan. Semua bentuk di kaki dapat terjadi pada tangan.

 
Etiologi
Penyebab yang tersering yaitu T. rubrum. Selain itu T. mentagrophytes dan E. floccosum.

 
Manifestasi Klinis
Tinea pedis yang tersering adalah bentuk interdigitalis. Di antara jari IV danjari V terlihat fisura yang dilingkari sisik halus dan tipis, dapat meluas ke bawah jari (subdigital) dan telapak kaki. Kelainan kulit berupa kelompok vesikel. Sering terjadi maserasi pada sela jari terutama sisi lateral berupa kulit putih dan rapuh, berfisura dan sering disertai bau. Bila kulit yang mati dibersihkan, akan terlihat kulit baru yang pada umumnya telah diserang jamur. Bentuk klinis ini dapat berlangsung bertahun-tahun dengan menimbulkan sedikit keluhan atau tanpa keluhan. Pada suatu ketika dapat disertai infeksi sekunder oleh bakteri sehingga terjadi selulitis, limfangitis, limfadenitis dan erisipelas, dengan gejala-gejala konstitusi.

 

Bentuk lain ialah moccasin foot, tipe papuloskuamosa hiperkeratotik yang menahun. Pada seluruh kaki, dari telapak, tepi sampai punggung kaki terlihat kulit menebal dan bersisik; eritema biasanya ringan dan terutama terlihat pada bagian tepi lesi. Di bagian tepi lesi dapat pula dilihat papul dan kadang-kadang vesikel. Sering terdapat di daerah tumit, telapak kaki, dan kaki bagian lateral, dan biasanya bilateral.

 

Pada bentuk subakut terlihat vesikel, vesiko-pustul dan kadang-kadang bula. Kelainan ini mula-mula terdapat di pada daerah sela jari, kemudian meluas ke punggung kaki atau telapak kaki, dan jarang pada tumit. Lesi-lesi ini mungkin berasal dari perluasan lesi daerah interdigital. Isi vesikel berupa cairan jernih yang kental. Setelah pecah, vesikel tersebut meninggalkan sisik berbentuk lingkaran yang disebut kolaret. Infeksi sekunder dapat terjadi, sehingga dapat menyebabkan selulitis, limfangitis, dan kadang-kadang menyerupai erisipelas. Jamur terdapat pada bagian atap vesikel. Untuk menemukannya, sebaiknya diambil atap vesikel atau bula untuk diperiksa untuk diperiksa secara sediaan langsung atau untuk dibiak.

 

Bentuk yang terakhir adalah bentuk akut ulseratif pada telapak dengan maserasi, ma­didans, dan bau. Diagnosis tinea pedis lebih sulit karena pemeriksaan kerokan kulit dan kultur sering tidak ditemukan jamur.

 

Gambaran klinis tinea manum umumnya berupa telapak tangan yang hiperkeratotik, kulit kering, berskuama, biasanya unilateral. Inflamasi berupa vesikel atau bula jarang ditemukan. Kelainan ini perlu dibedakan antara lain dengan psoriasis, keratoderma pal­maris, dermatitis kontak, dan infeksi jamur nondermatofit.

 
Penatalaksanaan
Berhubung penyakit ini sering rekurens maka faktor predisposisi perlu dihindari. Kaus kaki yang dipakai dipilih kaus yang memungkinkan ventilasi dan diganti setiap hari. Kaki harus bersih dan kering. Hindari memakai sepatu teriutup, sernpit, sepatu olahraga dan sepatu plastik sepanjang hari. Kaki dan sela-sela jari dijaga agar selalu kering. Sesudah mandi dapat diberikan bedak dengan atau tanpa antijamur.

 

1. Obat topikal

Bila lesi basah, maka sebaiknya direndam dalam larutan kalium permanganat 1/5.000 atau larutan asam asetat 0,25% selama 15-30 menit, 2-4 kali sehari. Atap vesikel dan bula dipecahkan untuk mengurangi keluhan. Bila peradangan hebat dikombinasikan dengan obat antibiotik sistemik.

 

Kalau peradangan sudah berkurang, diberikan obat topikal antijamur berspektrum luas antara lain, haloprogin, klotrimazol, mikonazol, bifonazol, atau ketokonazol.

 

Pada tinea pedis tipe papuloskuamosa dengan hiperkeratosis, obat anti jamur topikal sukar menembus kulit.

 

2. Obat sistemik

Biasanya tidak digunakan. Namun, bila digunakan harus dikombinasi dengan obat­obat antijamur topikal. Obat-obat sistemik tersebut antara lain griseofulvin, ketokonazol, itrakonazol, dan terbinafin.

 
Prognosis
Infeksi kronik tidak jarang terjadi jika penyebabnya adalah Trichophyton rubrum. Persistensi dan eksaserbasi akan sering terdapat, bila terdapat infeksi subklinis Trichophyron mentagrophytes varian interdigitale.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 15 + 4 ?
Please leave these two fields as-is: