Tinea Unguium

  • Sharebar
Definisi
Tinea unguium (ringworm of the nail) adalah kelainan lempeng kuku yang disebabkan oleh invasi/infeksi jamur dermatofit. Sedangkan onikomikosis adalah invasi/infeksi pada kuku yang disebabkan oleh jamur yang termasuk dermatofit, kandida, dan kapang yang lain.

 
Etiologi
Penyebab tersering adalah Trichophyton rubrum, diikuti oleh Trichophyton mentagrophytes varian interdigitale, dan Epidermophyton floccosum. T. rubrum tersering ditemukan pada kuku tangan, sedangkan T. Mentagrophytes terutama pada kuku kaki.
Faktor Predisposisi
Beberapa hal yang merupakan faktor predisposisi terjadinya tinea unguium adalah trauma, hiperhidrosis palmar dan plantar, keadaan imonusupresi, gangguan sirkulasi perifer, distrofi lempeng kuku oleh berbagai sebab, dan salah posisi perlekatan perifer kuku ke lipat kuku dan hiponikium. Biasanya pasien tinea unguium mempunyai dermatofitosis di tempat lain yang sudah sembuh atau yang belum. Kuku kaki lebih sering diserang daripada kuku tangan.

Manifestasi Klinis

1. Bentuk subungual distalis. Bentuk ini paling sering ditemukan dan mulai berkembang pada stratum korneum hiponikium pada batas distal lempeng kuku. Selanjutnya infeksi berjalan ke arah yang paling dekat dengan alas kuku dan menyerang permukaan ventral lempeng kuku dengan perjalanan kronik. Pada kuku dengan bagian distal tampak bercak putih atau kuning, diikuti hiperkeratosis subungual dengan masa kuning keabuan yang menyebabkan permukaan bebas kuku terangkat. Lesi meluas ke matriks kuku sehingga terjadi penebalan regio subungual. Lebih lanjut dapat terjadi onikolisis.

2. Bentuk lateralis. Penyakit ini mulai dengan perubahan bagian alur lateral kuku yang menjadi kuning. Lesi meluas ke bagian distal atau proksimal kuku. Kemudian terjadi paronikia (peradangan jaringan sekitar kuku).

3. Leukonikia trikofita atau leukonikia mikotika. Kelainan kuku pada bentuk ini merupakan leukonikia atau keputihan di permukaan kuku yang dapat dikerok untuk dibuktikan adanya elemen jamur. Biasanya didapatkan pada kuku kaki, berupa bercak putih superfisialis dan berbatas tegas.

4. Bentuk subungual proksimalis. Bentuk ini mulai dari pangkal kuku bagian proksimal terutama menyerang kuku dan membentuk gambaran klinis yang khas, yaitu terlihat kuku di bagian distal masih utuh, sedangkan bagian proksimal rusak.

5. Bentuk distrofi kuku total. Bentuk ini merupakan keadaan lanjut dari bentuk klinis di atas. Pada bentuk ini kerusakan terjadi pada seluruh lempeng kuku.

 
Penatalaksanaan
Pengobatan dapat secara topikal maupun sistemik, tetapi umumnya pengobatan topikal tidak efektif. Pengobatan topikal dapat diberikan bila hanya 1-2 kuku yang terkena dan tidak sampai menyerang matriks kuku.

Beberapa cara pengubatan topikal dapat digunakan:

1. Cara klasik menggunakan obat antidermatofit topikal dan sedapat mungkin menghilangkan bagian yang rusak misalnya dengan pengikiran atau kuretase kuku. Obat antidermatofit yang dapat dipakai antara lain golongan azol, haloprogin, siklopiroksilamin, dan alilamin. Solusio glutaraldehid 10 % dan krim tiabendazol 10 % dengan bebat oklusif juga dapat digunakan.

2. Avulsi (pengangkatan) kuku yang diikuti pemberian obat antidermatofit topikal. Avulsi kuku dapat dilakukan dengan bedah skapel atau bedah kimia, misalnya dengan menggunakan urea. Sediaan kombinasi urea 40 % dan bifonazol yang terdapat di beberapa negara juga dapat dipakai untuk cara ini.

3. Obat topikal lain antara lain cat kuku berisi siklopiroksolamin 5% dan cat kuku berisi amorofilin 5%.

 

Untuk pengobatan sistemik dapat dipakai:

1. Griseofulvin 0,5 – 1 gram/hari. Untuk infeksi kuku tangan dibutuhkan pengobatan rata­-rata 4-6 bulan, sedangkan untuk kuku kaki 8-18 bulan. Tetapi keberhasilan pengobatan ini rendah dan rekurensi tinggi.

2. Itrakonazol. Semula dianjurkan penggunaan dosis 200 mg per hari selama 3 bulan pada infeksi kuku kaki. Akhir-akhir ini penggunaan terapi pulse 400 mg per hari selama seminggu tiap bulan memberi hasil baik dalam 3 bulan.

3. Terbinafin. Dosis 250 mg per hari selama 1,5 bulan pada infeksi kuku tangan dan selama 3 bulan pada kuku kaki.

 

Kombinasi pengobatan sistemik dan topikal dapat meningkatkan angka kesembuhan selain mengurangi masa penggunaan obat sistemik, misalnya pada kombinasi griseofulvin dengan amorolfin cat kuku serta kombinasi griseofulvin dengan solusio tiokonazol.

 
Prognosis
Tinea unguium adalah dermatofitosis yang paling sukar dan lama disembuhkan; kelainan pada kuku kaki lebih sukar disembuhkan daripada kuku tangan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 3 + 5 ?
Please leave these two fields as-is: